Skip to main content

Mau Jadi Penulis? Aktif, Baca dan Bergaullah!

NET
Kamu tahu nggak, modal jadi penulis gampang kok. Tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Kamu cukup menjadi anak ABG!

Eits, tapi tunggu dulu. Maksudnya bukan “Anak Baru Gede”. Tapi, ABG adalah “Aktif, Baca, Gaul”.

Kamu harus “aktif”. Ya, seaktif-aktifnya, dalam kegiatan apa pun. Hadiri pertemuan-pertemuan (seminar, workshop, diskusi, pertunjukan teater, perlombaan), dan jangan sungkan-sungan menunjuk tangan jika kamu harus bicara atau bertanya. Tidak zamannya lagi kamu takut-takut seperti masa sekolahan; duduk paling belakang sebab takut disuruh guru mengerjakan tugas di depan. Aktifnya dirimu akan menunjukkan siapa kamu. Di situ kamu akan terlatih dalam situasi dan kondisi apa pun yang kelak akan berguna ketika kamu sudah menjadi penulis benaran.

“Baca” sudah pasti, dan ini paling klasik di dunia tulis-menulis. Para empu penulis selalu mewanti-wanti, kalau mau jadi penulis jadi pembaca terlebih dahulu. Kalau nggak mau baca, kamu tetap bisa menulis, tapi tulisanmu kering, tidak bersumber dari pengetahuan yang kamu miliki. Orang yang membaca saja tanpa menulis, sama seperti orang memasukkan makanan terus menerus ke tubuhnya, lama-lama perutnya kembung. Tidak ada pengeluaran dari tubuhnya. Kalau menulis saja tidak membaca, persis mengeluarkan sesuatu dari tubuh terus menerus tanpa isi ulang. Jika terus begitu, kamu bisa kena ambien!

Nah, bacalah apa saja; buku, koran, majalah, tulisan-tulisan di internet, iklan-iklan di jalanan, dan segala huruf yang kamu temukan yang bisa dibaca!

Terakhir, kamu harus menjadi anak “gaul”. Ya, kumpulkan banyak teman. Temanmu jangan teman yang senasib denganmu saja, tapi jadikan teman-teman lain yang nasibnya lebih baik darimu. Kalau temanmu senasib, ya nasibmu bakal begitu-begitu saja, tidak ada perubahan. Tapi jika temanmu nasibnya lebih baik darimu, kamu akan dapat menjadikan dirinya sumber inspirasi dan motivasi bagimu untuk hidup lebih baik.

Lebih jelasnya, bertemanlah dengan penulis-penulis yang sudah lebih dulu berkarya atau mempunyai prestasi di bidang kepenulisan. Jangan sungkan bertanya kepada mereka bagaimana mereka menggapai semua karya dan prestasi itu. Merendahlah, dan tampung semua ilmu yang temanmu miliki lalu cobalah belajar dari hal-hal mudah. 

Semuanya butuh proses. Kamu yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa hari ini, jika terus belajar dan berusaha, kelak akan menjadi apa-apa dan menjadi siapa. Bahkan, jika kamu bersungguh-sungguh, karya dan prestasimu akan melampaui karya dan prestasi teman-temanmu. Kamu bisa membuktikannya kok. Berjuanglah!

Tidak saatnya lagi profesi menulis dianggap profesi tidak menjanjikan. Di masa lampau, jika ada seorang pemuda yang bekerja sebagai penulis, dan hendak melamar anak gadis orang, calon mertua berkerut kening lebih dulu. Apa pasal? Di benak calon mertua terpikir, mau diberi makan apa anaknya? Berapa penghasilan penulis? Ternyata, pekerjaan menulis belum dianggap sebagai sebuah pekerjaan seperti halnya jika kamu jadi PNS, dokter, guru, insinyur, pengusaha, dan sejenisnya. Mereka hanya tidak tahu bahwa kamu adalah seorang pengusaha keren; pengusaha kata-kata, yang dari tulisan-tulisanmu akan menghasilkan banyak uang kelak. Di luar negeri, calon menantu idaman adalah penulis!

Nah, kamu harus mengubah imej penulis kere menjadi penulis parlente. Tapi, dalam proses belajar ini, kamu jangan sedikit-sedikit mikirin duit, nanti kamu jadi mata duitan!

Jalani saja proses dulu. Duit bakal menyusul jika kamu sudah benar-benar profesional menulis. Agar profesional, sejak dini aktiflah, membacalah, gaullah! Jangan diam-diam saja. Kalau punya buku, promosikan bukumu. Jangan menunggu penerbit yang mempormosikannya. Kamu juga harus aktif berpromosi. Kecap saja masih dipromosikan lho, apalagi bukumu. Siapa yang akan beli kalau bukumu cuma kamu peluk-cium di rumah?

Selamat menjadi penulis. Eh, jadi penulis ni yeee....! (Muhammad Subhan, pegiat FAM Indonesia)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...