Kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia, setelah berpuluh tahun proklamasi kemerdekaan dibacakan Bung Karno pada 17 Agustus 1945. Apa sih yang terjadi? Bagaimana bisa begini? Salah siapa?
Perkara kemiskinan masih belum teratasi dengan merata. Terbukanya lapangan kerja di mana-mana, masih belum bisa mengurangi jumlah pengangguran secara efektif. Dan, dalam puisi ini, tentu saja disebutkan: korupsi masih merajalela. Salah siapa ini?
Ini Indonesia. Dan Indonesia adalah kita. Ini salah Indonesia, sehingga tubuhnya sendiri masih terluka. Satu-satunya cara agar Indonesia bangkit dan lepas dari permasalahan yang dihadapi adalah dengan memasang hati, otak, mata, telinga, kaki-tangan, dan badan. Seluruh elemen hendaknya saling bekerjasama, bersinergi satu sama lain, demi mengobati luka Ibu Pertiwi. Demikianlah, cara satu-satunya yang bisa kita lakukan, karena Indonesia belum sepenuhnya merdeka juga karena salah kita.
Puisi ini sederhana dari cara penyampaian, nyaris tak ada keindahan diksi. Pesan dibawa secara gamblang dan jernih, tanpa basa-basi. Saran untuk penulis agar terus berlatih dan mencoba bereksperimen dengan kata-kata dan ide apa pun di sekitar Anda. Imbangi pula aktivitas menulis dengan membaca.
Salam aktif!
TIM FAM INDONESIA
BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING
Warna Warni 70 Tahun Bangsaku
Karya: Dedi Gunawan Saputra (IDFAM4001M)
70 tahun genderang kemerdekaan telah ditabuh
Tapi, sebagian bangsaku masih bergelut kemiskinan
70 tahun kita hirup hawa kemerdekaan
Tapi, kami berseru saya masih menganggur
70 tahun Indonesia Raya kau kumandangkan
Tapi, kami krisis BBM
70 tahun gilang gemilang
Tapi, kami berteriak mati lampu
Oh……Pahlawanku bukan kamu yang salah
Tapi kami kurang memaknai kemerdekaan
Oh……Pahlawanku bukan kamu yang tak jujur
Tapi, sebagian bangsaku memanipulasi uang rakyat
Oh…...Pahlawanku bukan kamu yang tak sosial
Tapi, sebagian bangsaku memikirkan kepentingan dirinya sendiri
Merdekalah bangsaku yang sebenar-benarnya merdeka
Bebaskan bangsaku yang sebenar-benarnya bebas
Supaya bangsaku…..
Tak ada lagi yang miskin
Tak ada lagi pengangguran
Tak ada lagi korupsi
Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
Perkara kemiskinan masih belum teratasi dengan merata. Terbukanya lapangan kerja di mana-mana, masih belum bisa mengurangi jumlah pengangguran secara efektif. Dan, dalam puisi ini, tentu saja disebutkan: korupsi masih merajalela. Salah siapa ini?
Ini Indonesia. Dan Indonesia adalah kita. Ini salah Indonesia, sehingga tubuhnya sendiri masih terluka. Satu-satunya cara agar Indonesia bangkit dan lepas dari permasalahan yang dihadapi adalah dengan memasang hati, otak, mata, telinga, kaki-tangan, dan badan. Seluruh elemen hendaknya saling bekerjasama, bersinergi satu sama lain, demi mengobati luka Ibu Pertiwi. Demikianlah, cara satu-satunya yang bisa kita lakukan, karena Indonesia belum sepenuhnya merdeka juga karena salah kita.
Puisi ini sederhana dari cara penyampaian, nyaris tak ada keindahan diksi. Pesan dibawa secara gamblang dan jernih, tanpa basa-basi. Saran untuk penulis agar terus berlatih dan mencoba bereksperimen dengan kata-kata dan ide apa pun di sekitar Anda. Imbangi pula aktivitas menulis dengan membaca.
Salam aktif!
TIM FAM INDONESIA
BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING
Warna Warni 70 Tahun Bangsaku
Karya: Dedi Gunawan Saputra (IDFAM4001M)
70 tahun genderang kemerdekaan telah ditabuh
Tapi, sebagian bangsaku masih bergelut kemiskinan
70 tahun kita hirup hawa kemerdekaan
Tapi, kami berseru saya masih menganggur
70 tahun Indonesia Raya kau kumandangkan
Tapi, kami krisis BBM
70 tahun gilang gemilang
Tapi, kami berteriak mati lampu
Oh……Pahlawanku bukan kamu yang salah
Tapi kami kurang memaknai kemerdekaan
Oh……Pahlawanku bukan kamu yang tak jujur
Tapi, sebagian bangsaku memanipulasi uang rakyat
Oh…...Pahlawanku bukan kamu yang tak sosial
Tapi, sebagian bangsaku memikirkan kepentingan dirinya sendiri
Merdekalah bangsaku yang sebenar-benarnya merdeka
Bebaskan bangsaku yang sebenar-benarnya bebas
Supaya bangsaku…..
Tak ada lagi yang miskin
Tak ada lagi pengangguran
Tak ada lagi korupsi
Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments
Post a Comment