Skip to main content

Shul Vatrick, Cinta Menulis dan Aktif Berkarya Sejak Sekolah Dasar


Shul Vatrick, dengan nama pena Alvin S Vatrick, adalah pria  kelahiran Palopo Luwu, 18 Oktober 1977.

Menurutnya, ia sedang dalam persinggahan di planet Bumi dan sementara berproses mengenali diri untuk mengalami ke-Beradaan-Nya yang luput dari upaya pencarian-Nya. Selanjutnya berjumpa dan mengenali Yang Maha Agung.

Menurut Shul Vatrick, ia bukanlah Penyair atau Pujangga. Apa yang ditulisnya adalah kisah perjalanan hidup yang nyata tertuang dalam bait-bait sederhana dan apa adanya. Cinta menulis dan aktif berkarya puisi sejak kelas empat Sekolah Dasar. Waktu sekolah di SMA Negeri 1 Larompong, dia mulai mempublikasikan karyanya, di beberapa majalah remaja, koran harian (Palopo Pos), dan situs website.

Ia juga terpilih sebagai pemenang penulis puisi terbaik di beberapa lomba tingkat kabupaten dan propinsi. Tahun 2007 pertamakali membukukan karyanya. Beberapa judul buku dari kumpulan puisi karya Shul Vatrick hanya cetak pribadi (tidak dipublikasi) untuk koleksi. Tahun 2014 dia menggagas buku antologi “Getaran Pena Menggores Hati”bersama 30 penyair Indonesia. Senandung Tinta Jingga (bersama Mbak Hanny Nurhasanah M.Pd), Bait Nusantara (10 Penulis Indonesia), Senandung Cinta untuk Hanny (100 Penulis Nusantara), juga antologi lain yang digagasnya.
Saat ini, ia sedang menyusun naskah untuk menerbitkan kembali Kumpulan Puisi Shul Vatrick dalam buku tunggal yang berjudul “Menggenggam Rindu”.

Pesannya, “Ikatlah Ilmu dengan Menulis”; miliki keinginan untuk menulis dan mulailah untuk melakukannya! Memiliki kemauan menulis tetapi tidak melakukan sama halnya Anda sedang bermimpi. Banyak hal yang bisa menjadi tulisan, kisah romantis atau dramatis dalam hidup ini sudah cukup banyak untuk menjadi inspirasi.”

Shul Vatrick, bergabung di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dengan mengantongi nomor ID: IDFAM4160U.

Berikut sedikit catatan dari Shul Vatrick tentang puisinya.

(Untuk siapa saya menulis puisi-puisi itu? "Apakah untuk yang kusebut kekasih?" akan sulit bagi saya untuk menjawabnya. Saya tidak dapat menjawab," Saya menulis untuk kekasihku!" Sebab ini bukan perilaku saya, bukan tindakan saya. Pun tidak bisa mengatakan, "Saya menulis bukan untuk kekasihku!" karena saya mencintai puisi. Puisiku bukan sebuah perbuatan (sesuatu yang dibuat-buat), namun adalah sebuah kesadaran  jiwa yang mengagumi cinta hingga memahatnya dalam lembar-lembar kertas puisi.

Puisi bagiku adalah ibarat sepucuk mawar di padang sahara. Mungkin tidak ada orang yang tahu bahwa bunga itu berkembang dan menyebarkan semerbak wangi, tetapi dia akan memberikan wanginya. Dia tidak memberikan kepada sosok atau pribadi tertentu, dia hanya memberikan. Pucuk mawar kini berkembang, sehingga aroma mewangi ada di sekitarnya. Tidak menjadi masalah baginya apakah ada orang yang peka dan membaca jejak makna wanginya, atau hanya mata kasat yang melihat indah kelopaknya saja.)
 
FAM Indonesia

www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...