Skip to main content

Membangun Karakter Melalui Budaya Literasi


Secara sederhana, literasi didefinisikan sebagai kecakapan membaca dan menulis. Tetapi sebagai sebuah budaya, ada misi besar yang hendak dicapai oleh literasi yaitu membangun karakter manusia.

Misi itulah yang ada dibalik kemasan program kelas literasi hasil kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Jawa Timur dan Forum Aktif Menulis Indonesia Cabang Surabaya. Jadi program rutin bulanan ini bukan sekadar untuk mempromosikan eksistensi Perpustakaan Provinsi Jawa Timur agar ramai pengunjung. Lebih dari itu, yang terpenting adalah membangun karakter para siswa di berbagai sekolah melalui kecintaan terhadap membaca dan menulis.


Karakter apa yang hendak ditanamkan kepada para pelajar lewat literasi? Tentu saja ada banyak karakter baik (akhlaqul karimah) yang bisa diinjeksikan melalui berbagai strategi  pembelajaran. Seperti yang dilakukan Kak Evie Suryani di hadapan 152 siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada hari Kamis 18 Juli 2019. Memang yang disampaikan Kak Evie adalah sebuah dongeng berjudul Timun Mas. Tapi di balik dongeng populer itu, Kak Evie membangun karakter rendah hati dan berkhasiat sayang kepada sesama, tidak seperti tabiat Buto Ijo yang adigang adigung serta menindas makhluk lain.

Karakter lain yang juga bisa dibangun lewat budaya literasi adalah jujur dan percaya diri. Keterkaitan antara literasi dengan mental jujur dan percaya diri inilah yang dijelaskan dan langsung dilatih oleh Kak Yudha. Melalui kebiasaan membaca, ilmu akan bertambah, wawasan makin luas. Kekayaan ilmu dan wawasan inilah yang bisa membuat para siswa percaya diri akan kapasitasnya dan mengedepankan kejujuran, tidak butuh  berbuat curang seperti menyontek saat ujian.

Tak hanya dengan kebiasaan membaca, konfidensi juga bisa dilatih melalui kegemaran menulis. Ini bisa dibuktikan saat Kak Yudha hendak memilih 2 anak  untuk ikut tantangan menulis satu paragraf cerita ternyata tidak banyak yang berani. Tapi dari tantangan inilah bisa dibuktikan pula bahwa yang banyak membaca akan kaya akan ilmu kosakata. Kak Yudha sendiri takjub dengan seorang siswa kelas 5 yang mampu menulis sebuah paragraf dengan sangat bagus dan menyelipkan kata "referensi" sebagai salah satu diksinya.

Tetapi bagaimana bisa membangun karakter melalui budaya literasi jika tak punya cukup dana untuk membeli banyak buku? Disinilah Perpustakaan Provinsi hadir sebagai solusi. Sebagaimana dipaparkan tim Dispersip Jatim, untuk bisa mengakses layanan peminjaman buku di Perpustakaan yang ada di Menur Pumpungan itu ternyata amat sangat mudah.

(Laporan Koordinator FAM Surabaya: Yudha Prima)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...