Skip to main content

Profil Penulis: Khairul Abrar (Penulis Buku Puisi Terpilih Terbit Gratis Tahap Sebelas di FAM Publishing Berjudul “Sajak Berantak”)


Bismillahirrahmanirrahim, mewakili dan mengawali cerita singkat tentang profil penulis. Penulis adalah anak ke-5 dari 5 bersaudara dan dikaruniai nama Khairul Abrar tanpa gelar  dan kelakar. Penulis lahir dan di besarkan dengan kasih sayang orang tua di bumi Bukittinggi 6 hari dalam bulan Maret pada tahun krisis moneter 1998. Sedangkan 4 lainnya lahir di tanah medan walaupun juga dibesarkan di kampung halaman.

Bicara mengenai usia, penulis sedang menjalani angka 21 tahun lamanya menghirup udara dan memandang dunia hingga 2019 ini. Penulis juga sedang berjuang dibangku perkuliahan semester 7 penghabisan dengan jurusan idaman semenjak tau dengan bahasa internasional dalam tujuan pendidikan di bawah kekuasaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN Bukittinggi).

Dibanding mahasiswa lainnya, penulis merasa kurang cocok dengan kehidupan perkuliahan, sebab tak banyak pergaulan dan kekurangan asupan kosa kata untuk sekedar memulai percakapan dan membangun hubungan sesama teman kuliah. Tak heran penulis juga tidak mencicipi kebersamaan dalam suatu organisasi kampus.

Sebenarnya penulis bukan bermaksud untuk menjadi asing untuk mereka, hanya tak mau menyusahkan saja, penulis juga mengira ini jalan terbaik untuk menjaga hubungan dan juga prasangka antar manusia.

Awalnya, penulis berpuisi hanya untuk diri sendiri, menyusun rima dan kata demi kata tentang peristiwa yang dialami penulis setiap harinya. Tanpa prestasi dan bermodal berani, akhirnya penulis bercerita melalui beberapa sajak di atas lembaran elektronik berbau media publik.

Penulis terus berusaha menggali dan menambah kosa kata yang terdengar indah dari inspirasi-inspirasi besar dibidang literasi puisi. Dan ini kali pertamanya penulis membuka hati dan niat ingin terlihat dengan tulisan dan sajak yang InsyaAllah berkaitan erat dengan kehidupan penulis.

Harapan penulis, semoga antologi puisi ini membawa perubahan skenario dan peranan penulis untuk segera lebih sadar akan indahnya berhubungan sosial bersama manusia baru yang tentunya singgah dengan ramah dan tamah, karna kehidupan penulis kekurangan cahaya dan terlihat redup, hingga penulis bercermin dan menyusun emosi pada refleksi sendiri, dengan do’a “Hiduplah Hidupmu Hidupku Yang Redup”.

Penulis juga berharap positif agar pembaca terinspirasi dan termotivasi untuk berdiary dan bercerita melalui keindahan literasi, setidaknya kertas putih yang dinodai tinta hitam akan lebih berarti ketika hitamnya berkarya dan menyimpan makna, karna putih itu tak akan selamanya menjadi putih, salam literasi. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...