Skip to main content

Inspirasi Semangat jadi Penulis dari Andrea Hirata


Rasa nyaman membuat kebanyakan orang tetap memertahankan posisi mereka. Apalagi telah mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan besar yang merupakan impian banyak orang sekelas Telkom Indonesia. Sedikit sekali bahkan sangat jarang ada orang yang meninggalkan posisi yang telah membuatnya nyaman tersebut. Namun, terdapat orang Indonesia yang mendunia dengan karya “Laskar Pelangi”. Yaitu Andrea Hirata yang berani menantang dirinya untuk menjajaki dunia baru baginya.

Sosok lulusan UI dengan gelar Sarjana Ekonomi tersebut melanjutkan studi dengan beasiswa di pendidikan S2 Teori Ekonomi di salah satu universitas di Perancis dan Inggris. Andrea berhasil lulus dengan hasil cumlaude dan memperoleh gelar Master Uni Eropa. Kemudian pindah kerja di Indonesia sebagai seorang instruktur di PT Telkom Indonesia. Meskipun kehidupan ekonomi Andrea sudah berkecukupan dan merasa cukup nyaman bekerja di sana, namun anehnya mimpi untuk menjadi  penulis masa kecilnya masih bergejolak. Keputusan untuk pindah haluan semakin mantap dan memulai di kehidupannya menjadi seorang novelis.

Apakah Andrea bisa melejitkan karyanya begitu saja? Tentunya tidak dan ia membutuhkan proses yang penuh dengan tekad kuat.

Satu hal yang sangat kuat melekat dalam diri Andrea Hiarata dalam menulis buku yaitu motivasi yang selalu ia pegang. Andrea mempunyai motivasi yang kuat yaitu ingin menulis kisah hidup gurunya, Bu Muslimah, jika sudah dewasa. Menurut Andrea, menulis kisah hidup Bu Muslimah merupakan salah satu bukti baktinya kepada sang guru yang telah memotivasinya untuk terus belajar meraih cita-citanya. Akhirnya dalam waktu 3 minggu ia dapat menyelesaikan buku yang berisi kisah hidup Bu Muslimah dalam 700 halaman.

Suatu saat, laptop Andrea tertinggal di kamarnya dan ia meminta bantuan salah seorang temannya untuk membawanya. Sebelum membawa laptop tersebut, temannya itu membuka laptopnya secara acak dan tidak sengaja membaca naskah novel Laskar Pelangi karyanya. Temannya  merasa antusias dan tertarik dengan alur ceritanya. Diam-diam tanpa sepengetahuan Andrea, temannya itu meng-copy filenya, lalu mengirimkannya ke Penerbit Bentang. Ternyata penerbit tersebut menyambut dengan hangat dan bersedia untuk menerbitkannya.

Berawal dari itu, keberuntungan mulai berpihak kepada Andrea. Penjualan novel Laskar Pelangi pun melejit dengan cepat. Hanya membutuhkan waktu seminggu novel tersebut habis di pasaran. Saat ini, novel tersebut sudah diterjemahkan ke lebih dari 18 bahasa dunia. Kemudian disusul dengan beberapa novel terbarunya.

Keberhasilan Andrea Hirata dalam dunia kepenulisan bisa menjadi bukti nyata bahwa menjadi penulis bisa diakui sebagai profesi yang layak. Berani untuk menantang dirinya dan mempunyai tekad kuat sehingga ia mampu membuktikan sebagai penulis novel. Dengan kedua hal itu, kita bisa memetiknya agar selalu mempunyai motivasi dan tekad kuat dalam menulis. Tanpa kedua itu, mungkin saja Andrea masih berada di zona nyamannya. Semoga bermanfaat.

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...