PARE, KEDIRI – Acet Asrival, asal Kota Padang, Sumatera Barat berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Surat bertema Ramadhan yang digelar Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, dan diumumkan Minggu (14/7) malam. Juara kedua diraih Putri Indri Astuti yang berdomisili di Antalya Turkey, sementara Juara 3 diraih Santy Nur Fajarviana asal Jiwan Madiun.
Lomba yang dimulai sejak 27 Mei 2013 dan ditutup pada 9
Juli 2013 itu, diikuti 227 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan beberapa
negara. Dari sejumlah 227 naskah surat yang masuk, sebanyak 50 naskah
ditetapkan sebagai nominator, sedangkan 30 naskah yang tersaring dibukukan.
Menurut Pegiat FAM Indonesia, Aliya Nurlela, yang juga
sebagai penyelenggara lomba ini, para pemenang diberikan sejumlah hadiah dan
Piagam Penghargaan dan surat terbaik dibukukan FAM Indonesia.
“Semua orang, khususnya muslim, punya kesan tersendiri
terhadap bulan Ramadhan. Kesan itu ada yang asyik, yang lucu dan meninggalkan
bekas mendalam di hati banyak orang, terutama kenangan masa kecil.
Kenangan-kenangan itulah yang ditulis peserta lomba ini,” ujar Aliya Nurlela,
Senin (15/7).
Dia menyebutkan, kebiasaan menulis surat sudah semakin
langka. Padahal menulis surat tidak harus lewat media kertas dan pena.
“Seiring kecanggihan teknologi hari ini, menulis surat
juga bisa memanfaatkan media jejaring sosial dan surat elektronik, namun tidak
melepaskan teknik penulisan surat,” ujar penulis sejumlah buku ini.
FAM Indonesia sebagai salah satu wadah kepenulisan
nasional yang berpusat di Pare, Kediri, jelas Aliya Nurlela, ikut mendorong
generasi muda berlatih menulis, salah satunya lewat media surat. Dan tak
disangka, respon penulis-penulis yang umumnya kalangan siswa dan mahasiswa itu
sangat besar.
“Hal itu dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti
lomba ini mencapai 227 orang,” ujarnya.
Ditambahkan, FAM Indonesia berdiri pada tanggal 2 Maret
2012 yang tujuannya menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa
sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya.
FAM Indonesia bertekad membina anak-anak bangsa untuk
cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju
dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku
dan menulis karangan. FAM Indonesia berbasis di sekolah-sekolah dan melebur di
tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan kepenulisan. (FAM)
Comments
Post a Comment