Skip to main content

Berbagi Motivasi Menulis, FAM Indonesia Hadir di Batusangkar dan Nganjuk

FAM Indonesia di Batusangkar
Batusangkar (FAMNews) – “Sibuk” menjadi alasan dominan para guru enggan menulis. Jadwal mengajar yang padat, ditambah tugas ini-itu di sekolah, belum lagi urusan rumah tangga, semakin “menjauhkan” guru menulis kreatif.

“Alasan klasik lain banyak dikeluhkan guru adalah sulitnya mendapatkan ide,” ungkap Muhammad Subhan, Motivator Kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di hadapan seratusan guru, mahasiswa dan pelajar dalam Workshop Menulis Kreatif bertajuk “Menjadi Penulis Sukses dengan Menulis” yang digelar LKP D’Best Sikaladi, Ahad (8/2/2015), di aula SLB Lima Kaum, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Padahal, papar Muhammad Subhan, sekolah adalah sumber ide yang sangat kaya. Setiap hari, guru bukan saja menyampaikan mata pelajaran di depan kelas, tetapi juga menghadapi berbagai perilaku siswa yang berlawanan karakter dan watak antara satu dan lainnya. Belum lagi bermacam masalah yang dihadapi siswa yang secara langsung membutuhkan solusi dari guru sebagai orangtua kedua di sekolah.

“Jadi, persoalannya bukan pada kekurangan ide, tetapi pada kemauan menulis dan meluangkan sedikit waktu menggarap ide ke bentuk tulisan kreatif,” kata Muhammad Subhan yang juga penulis dan Ketua FAM Indonesia, sebuah wadah kepenulisan nasional yang berpusat di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Seorang Pengawas Sekolah di Lima Kaum Batusangkar, Raulis, membenarkan bahwa banyak ditemui guru yang belum memaksimalkan potensinya untuk menulis. Jangankan menulis kreatif seperti puisi, cerpen dan novel, menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan keharusan seorang guru untuk menunjang kenaikan pangkat, masih minim.

“Ini fakta yang harus kita sikapi bersama. Maka, lewat pelatihan menulis kreatif seperti ini memberikan motivasi kepada para guru untuk menulis,” ujar Raulis.

Refdinal Castera, salah seorang guru yang telah melahirkan karya tulis berbentuk buku dan ikut hadir sebagai peserta di acara itu mengatakan, dengan menulis kreatif dirinya merasa menjadi guru yang menginspirasi para siswanya berkarya.

“Saya merasakan pengaruhnya dengan menulis buku, dan pergaulan sesama guru dan penulis pun semakin luas. Ini mendatangkan kebahagiaan buat saya,” ujar penulis novel “Meniti Buih Menerobos Tantangan” (2014) dan “Satu Huruf di Mesin Tik” (2015) itu.

Panitia dan Owner Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) D’Best Sikaladi Tanah Datar, Innang Sahitama, S.Pd., mengatakan, workshop menulis kreatif ini tahapan pertama dari kegiatan berikutnya yang melibatkan para guru. Sebagai kegiatan pembuka yang berisi motivasi, pihak penyelenggara ingin mengetahui minat kepenulisan guru di bidang apa.

“Workshop berikutnya akan digagas lebih teknis terkait kiat menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK),” ujar Innang Sahitama.

FAM Indonesia di SMKN 1 Lengkong

FAM Indonesia di SMKN 1 Lengkong, Nganjuk

Sementara itu, Sabtu (7/2/2015), Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela tampil sebagai narasumber di SMK Negeri 1 Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dalam kegiatan motivasi menulis di sekolah itu. Acara digagas SMKN 1 Lengkong bekerja sama dengan FAM Indonesia.

Sebanyak 35 siswa dan 10 guru antusias mendengar pemaparan Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela terkait pentingnya menulis. Aliya Nurlela menganjurkan siswa untuk berlatih menulis sejak dini, sebab ketika dewasa aktivitas tulis menulis akan memudahkan pekerjaan.

“Adik-adik yang akan masuk ke perguruan tinggi, nanti aktivitas di kampus paling dominan adalah menulis, yaitu membuat makalah, hingga tugas akhir (skripsi),” ujar Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” dan kumpulan cerpen “Sepucuk Surat Beku di Jendela”.

Pada kesempatan itu, Aliya Nurlela berbagi kiat dan berbagi pengalaman proses kreatif menulisnya. Dia menyebutkan, sebelum menjadi penulis, ia sempat mengalami penyakit yang sangat parah. Namun, dia tidak mau mengeluh dan menyerah menghadapi kondisi sakit dan menuangkan uneg-unegnya lewat karya berupa tulisan.

“Saya bersyukur, ujian itu satu persatu dapat dilewati dan saat ini saya telah menghasilkan sejumlah buku,” ujar Aliya Nurlela.

Ketua OSIS SMK Negeri 1 Lengkong, Heru Cahyono dan seorang siswi bernama Nikmatul Nikmah menyampaikan minatnya ingin menjadi penulis. Heru Cahyono mengaku suka membaca buku-buku fiksi, khususnya novel dan bertekad menjadi novelis. Sementara Nikmatul Nikmah menyebut semangat menulisnya semakin bertambah setelah mengikuti workshop itu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Lengkong, MA Chamid, S.Pd, MM.Pd., dalam sambutannya mengatakan, workshop dan motivasi menulis yang diadakan di sekolahnya itu dalam rangka memberikan bimbingan menulis kepada siswa.

“Kami yakin, potensi menulis anak-anak binaan kami ada, dan mungkin belum terwadahi. Maka, lewat workshop ini, semoga menjadi jalan yang baik bagi siswa untuk mulai berkarya,” ujarnya.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu, dimoderatori oleh Noventy Prasetyaningsih, guru yang juga Pembina Jurnalis SMA Negeri 1 Lengkong. Pada kesempatan itu juga diperkenalkan aktivitas literasi yang dilakukan FAM Indonesia sejak berdiri pada 2 Maret 2012 hingga menjelang Milad ke-3 pada 2 Maret 2015 mendatang. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...