Skip to main content

Ulasan Puisi "Tersesat di Belantara Kata" Karya Darwan (FAMili Lombok Tengah)

Adalah "aku", si penulis muda, yang mencoba mengejar mimpi lewat dunia sastra. Sayang sekali, ia masih kesulitan mewujudkan mimpi itu, karena belum bebas dari belantara kata. Seandainya saja, ia bebas. Seandainya saja, kata-kata itu bukan belantara, melainkan surga, sehingga betapapun bergerumbulnya aneka diksi di sana, ia tidak akan tersesat, tetapi justru menikmati berada di dalamnya, bermain-main, berlompatan, riang gembira. Demikianlah gambaran mudah dari puisi ini. Ia berarti merasa lelah, namun bukan berarti menyesah. Ia masih ingin bangkit dan bebas dari ketersesatan. 

Puisi ini memang mudah ditebak arahnya, karena petunjuk-petunjuk sejak dari bait pertama. Dan itu semakin kentara setiba kita di bait akhir. Untuk susunan diksinya, cukup bagus. Cara menggiring pembaca ke pemahaman/pesan yang ingin disampaikan, juga cukup bagus. Namun masih banyak kekeliruan penulsan seperti pemakaian partikel "-ku" atau "ku-" yang tak bisa berdiri sendiri. Serta ada juga penulisan "di hempas" yang mestinya "dihempas" karena merupakan kata kerja pasif.

Saran untuk penulis, pelajari kembali EyD. Ini tidak sekadar untuk kerapian tulisan, tapi juga membiasakan kita menulis dengan baik dan sesuai kaidah berbahasa Indonesia sejak awal. Bagaimana kita bisa menulis dengan baik, apabila pemahaman akan EyD dan semacamnya belum terasah secara optimal?

Terus berkarya dan berkarya. Imbangi aktivitas menulis Anda dengan bahan bacaan bermutu.

Salam aktif!
TIM FAM INDONESIA

BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

TERSESAT DI BELANTARA KATA
Darwan IDFAM3960U

Di desah dedaunan ku mencoba mencari
Namun tiada ku temui jejak langkah yang pasti
Di derunya air ku mencoba menelisik beningnya
Namun tiada noktah yang bisa menggiring penaku menuju suatu karya
Di pendar cahaya bintang ku mencoba menangkar sinarnya
Namun tak jua sinarnya sanggup menyorot penaku
Terombang-ombing  di hempas ombak kebingungan
Mau ku arahkan kemana penaku....
Kalamku seakan terkuras habis tiada yang tersisa
Ku mencoba berselancar mencari sebuah inspirasi
Tiada jua ku temukan ia
Ku merasa tersesat di belantara kata
Entah kemana ribuan kata yang terpatri di otakku
Aku diam membisu, goresan penaku terhenti
Di tengah ketidakberdayaan yang ku harap tuntutan, bimbingan, dan masukan
Tolonglah aku yang lunglai tak berdaya
Aku ini hanya pemula dan amatiran
Aku ini hanya anak kemarin sore yang harapkan kedewasaan tutur dan kata
Aku ini hanya anak ingusan yang harapkan manisnya coklat susastra
Aku ini hanya anak singkong yang harapkan lezatnya piza karya
Aku ini hanya udik yang harapkan keparipurnaan dalam cipta karya

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...