FAM
Surabaya kembali mengadakan temu darat (kopi darat) hari Ahad, 20 November
2016. Pada kopdar yang dihelat di pendopo alun-alun Sidoarjo tersebut dihadiri
7 pecinta menulis dari Sidoarjo dan sekitarnya. Hampir semuanya telah punya
karya tunggal.
Ken Hanggara misalnya. Anggota FAM Indonesia asal Pasuruan ini
telah beberapa kali sukses "tembus media besar" dan memiliki
beberapa karya tunggal dalam bentuk buku. Juga ada Reffi Dhinar yang juga
produktif menghasilkan buku tunggal selain aktif sebagai blogger.
Alhasil, kopdar FAM Surabaya kali ini dijadikan ajang berbagi
pengalaman dan motivasi agar para pecinta menulis tidak hanya puas berantologi.
Sudah saatnya para FAMili mengasah kemampuan diri untuk bisa meraih prestasi
lebih tinggi, yaitu mempublikasikan tulisannya di media cetak atau membukukan
tulisannya dalam bentuk karya tunggal. Karena dengan karya tunggal inilah para
penulis akan lebih diperhitungkan eksistensinya di jagat kepenulisan.
Terkait dengan hal tersebut, peserta kopdar November FAM Surabaya
menggagas rencana menyongsong lustrum pertamanya pada 9 September 2017
mendatang. Jika di milad pertama hingga ketiga, FAM Surabaya selalu
menyelenggarakan program antologi, maka di milad kelima FAM Surabaya akan
menggelar even penulisan buku tunggal dengan jenis tulisan dan tema bebas namun
tetap harus memberikan kemanfaatan untuk pembaca. Sasaran even ini adalah para
pecinta menulis yang berdomisili di Jawa Timur.
Diharapkan melalui even kali ini FAM Surabaya dapat menghadirkan
banyak karya tunggal yang akan membangkitkan kembali gelora literasi khususnya
di Jawa Timur.
Laporan: Yudha Prima
(Koordinator FAM Wilayah Surabaya)

Comments
Post a Comment