Skip to main content

Febbi Sena Lestari, Siswa SMKN 1 Blitar, Juara Tiga Puisi Bencana Alam yang Bercita-Cita sebagai Sastrawan


FAMNEWS, Kediri--Febbi Sena Lestari, dialah sang juara ketiga lomba cipta puisi bertema Bencana Alam yang belakangan sukses diselenggarakan Forum Aktif Indonesia (FAM) Indonesia. Pelajar kelas XI di SMKN 1 Blitar ini telah belajar menulis secara otodidak sejak kelas VII SMP, tetapi diakuinya hanya sebatas corat-coret di kertas, belum dipublikasikan. Tulisan pertamanya berupa cerita ala anak-anak. Meski sudah tertarik menulis sejak dini, tetapi Febbi baru bisa sedikit lebih fokus untuk menulis saat dirinya duduk di bangku menengah atas. Pasalnya, saat SMP dirinya belum menemukan media yang mendukung.

“Pernah mengikuti lomba pun cuma sekali. Nama saya terlalu tenggelam di SMP favorit di kota saya, SMPN 2 Blitar saat itu. Baru di SMK saya diajak lomba karya tulis ilmiah oleh teman dan bertemu pembimbing yang ternyata seorang penulis. Dari sana kemudian saya mendapat bimbingan menulis, baik fiksi maupun nonfiksi, dan semakin percaya diri untuk mengikuti lomba menulis,” tutur Febbi yang aktif mengikuti ekstrakurikuler Jurnalistik di sekolahnya ini.


Sebagai siswi yang berkonsentrasi pada Teknik Komputer Jaringan, Febbi tetap mengasah  kemampuan menulisnya melalui blog pribadi, yang ia update satu minggu sekali. “Berangkat sekolah pagi dan pulang sore sudah menjadi rutinitas bagi saya, apalagi saat ada kegiatan ekstrakurikuler, pasti pulangnya lebih sore lagi bahkan maghrib. Makanya saya jadwalkan untuk menulis tiap malam Minggu, karena malam-malam biasa, saya masih harus berbagi waktu dengan ilmu pelajaran lain dari sekolah,” paparnya remaja kelahiran Blitar, 23 Februari 2001. Untuk inspirasi sendiri, Febbi sering mendapatkannya melalui bahan bacaan ataupun film-film yang ia tonton.

Meski kerap berkutat dengan komputer jaringan, ke depan Febbi ingin fokus mendalami sastra saat di perguruan tinggi. Dikatakan Febbi, banyak yang mencibir dan banyak pula yang mendukung cita-citanya tersebut. Itu tidak masalah bagi dia, sebab cita-cita menjadi seorang sastrawan lebih kuat. Untuk itu pula ia terus melatih kecakapannya dalam menulis terutama puisi, tak heran jika Febbi dianugerahi gelar juara tiga pada lomba cipta puisi Bencana Alam FAM Indonesia. Bagi Febbi, menulis adalah caranya mengekspresikan diri dan gagasannya.

Febbi mengaku sangat senang berhasil menaklukkan juara tiga dalam lomba cipta puisi Bencana Alam ini, sebab sejak SMP ia sering kali mengikuti lomba menulis yang diadakan FAM Indonesia, tetapi selalu belum beruntung. Seiring kegagalannya itu pula, Febbi terus meningkatkan kualitas menulisnya, sedikit demi sedikit tulisan yang diikutsertakan dalam lomba di FAM Indonesia dapat diterima dan dibukukan. “Mendapat kehormatan sebagai juara 3, sungguh sesuatu yang tidak bisa disangka dan sulit dipercaya, namun yang membuat saya semakin bangga itu adalah juara 1 dan 2. Keduanya penulis dan sastrawan ulung, sedangkan saya masih awam sekali. Disejajarkan dengan dua penulis juara 1 dan 2 itu membuat semangat saya semakin meningkat, untuk terus berlatih dan berlatih,” ungkap Febbi.


Sepanjang karir menulisnya yang sudah dimulai sejak bangku sekolah—melalui lomba menulis dan cipta puisi—tak jarang Febbi menemui kegagalan. Namun beberapa karyanya juga mendapat tempat tersendiri di hati dewan juri dan pembaca. Berikut beberapa karya Febbi Sena Lestari yang lolos dalam lomba kepenulisan:

- Juara 1 LKTI Sansekerta (SMADA Essay Competition) 2016 Tingkat SMP/ MTS se eks Karesidenan Kediri (penyelenggara SMAN 2 Blitar)

- Juara 2 LKTI Kegiatan Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hutan 2017 Tingkat SMA/ SMK se provinsi Jawa Timur (penyelenggara Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur)

- Juara Harapan 3 FLS2N Cipta dan Baca Cerpen 2017 Tingkat SMK se provinsi Jawa Timur

- Juara 3 Lomba Cipta Puisi Tema Bencana Alam 2018 Tingkat Nasional (penyelenggara Penerbit FAM Indonesia).

Sebagai pemula, Febbi merasa bersyukur diahirkan oleh ajang kepenulisan seperti yang diselenggarakan FAM Indonesia—tempat ia pertama kali mengirim tulisan yang kian memacu adrenalinnya untuk giat belajar. ”Terima kasih, FAM Indonesia. Saya harap FAM bisa menjadi lebih baik lagi, lebih berkembang, dan bermanfaat bagi siapa pun,” tutup Febbi akhiri perbincangan bersama TIM Media FAM Indonesia via pesan whatsapp.[TIM MEDIA FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...