Skip to main content

Melahirkan Generasi “Straight Edge”


By: Agus Nurjaman, S.pd

Straight edge begitu terdengar asing ditelinga orang awam. Istilah ini adalah sebuah gaya hidup yang bertolak belakang dengan istilah kids zaman now yang bermakna kurang baik namun begitu menjadi fenomena. Merebak seperti virus yang menyerang kekebalan tubuh, istilah tersebut seolah beralih menjadi sebuah filosofi hidup anak muda saat ini. Begitu meradang dan mewabah melanda para pelajar di setiap tingkatan mulai dari sekolah dasar sampai menengah. Straight edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan miuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), mereka menghindari penggunaan obat secara menyeluruh dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan. Straight edge merupakan sebuah motivasi hidup para penggemar aliran musik hardcore dan punk untuk tidak merusak diri sendiri dengan melakukan hal negatif seperti disebutkan di atas yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapan kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di kalangan anak muda yang gaya hidupnya identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas maka kita bisa simpulkan bahwa straight edge adalah perilaku abstinance terhadap rokok, alkohol dan berganti pasangan. Bukan rahasia lagi pola hidup  remaja saat ini identik dengan sex bebas dan terperosok dalam penyalahgunaan obat. Implikasinya permasalahan remaja tersebut sudah menjadi masalah sosial yang cukup serius. Bahkan sudah sangat meresahkan. Di era milenial seperti sekarang ini masalah remaja seakan menjadi seperti sebuah bola salju yang semakin bergulir semakin besar. Berdasarkan hasil survey tahun 2015, sebanyak 45 persen remaja Indonesia usia 13-19 tahun sudah merokok. Bahkan kita sering melihat anak SD saja sudah banyak yang merokok. Di tahun 2014 sebanyak 22 persen pelajar dan mahasiswa merupakan pengguna narkoba. Sudah pasti hal ini sangat memprihatinkan. Padahal anak merupakan investasi dan harapan masa depan bangsa. 

Mengajak para siswa untuk memahami gaya hidup straight edge (jalan lurus) merupakan suatu keharusan dalam rangka membantu proses pembentukan karakter bangsa di zaman sekarang. Proses pemahaman tersebut bisa dilakukan di dalam kelas ataupun di luar sekolah dalam bentuk pembinaan yang dilaksanakan secara masal. Pada prosesnya sudah tentu membutuhkan komitmen dan tanggung jawab yang besar dari seluruh stake holder sekolah. Proses yang mengarah ke sana sudah diterapkan oleh semua sekolah sejak dahulu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, semuanya mengalami perubahan maka sistem yang dulu diterapkan harus dapat disesuaikan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses mentransfer ilmu kepada peserta didik. Dengan metode yang kekinian diharapkan mampu menggiring para siswa menuju gaya hidup straight edge. Jika mereka sudah ngeh dengan gaya hidup seperti ini, bukan sebuah keniscayaan proses pembentukan karakter bangsa akan dengan mudah diwujudkan. Gencarnya peredaran narkoba sekalipun tidak akan mampu mempengaruhi apa pun karena straight edge sudah menjadi pegangan dalam hidupnya yang mampu membentenginya dari berbagai pengaruh negatif.

*)Agus Nurjaman. Lahir di Bandung 23 Juni 1969.  Pendidikan yang dilalui SD  1983, SMP 1986 dan STM tahun 1989, Perguruan Tinggi tahun 2001. Alamat ,Gading Tutuka 2 Blok K6. No. 29. RT.04/11.Ciluncat-Cangkuang. Bandung. Diangkat PNS (Guru) 2008. Memiliki hobi menulis berbagai genre. HP.087861284400. e-mail : nagus14@ymail.com. Fb. Agus Nurjaman.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...