Skip to main content

Dongeng Putri Kelana dan Perjalanan Menulis Irfan Ali Hakim


FAMNEWS, Kediri – Setelah petualangannya menulis opini dan artikel bidang politik di media cetak lokal di Banten, Irfan Ali Hakim (42) dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan karya terbarunya, Dongeng Putri Kelana yang saat ini sedang proses cetak di FAM Publishing. “Buku dongeng Putri Kelana ini adalah buku pertama saya, meskipun dulu saat menyelesaikan pendidikan magister di Jogja, pernah menjadi penyunting buku Menentang Islam Politik,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) program pascasarjana ini.

Dikatakan Irfan Ali Hakim, buku ini berkisah tentang seorang putri raja yang buruk rupa akibat karma bagi sang raja yang tak lain adalah ayahnya. Raja berbuat kesalahan dengan membunuh dua ekor kijang yang ternyata merupakan jelmaan dewa. Namun dikisahkan di dalamnya, sang putrilah yang justru menerima karma tersebut. Bahkan sang putri harus diusir dari kerajaan, karena dengan mukanya yang buruk itu dapat menyebabkan alam tidak bersahabat dengan kemakmuran rakyat di negeri Kahiyangan. Dengan beberapa konflik dan kejutan-kejutan menarik yang tentu akan menjadi hadiah bagi generasi-generasi masa kini, Irfan Ali Hakim mengaku mendapatkan ide dongeng ini secara spontan. “Tiba-tiba saja saya ingin menulis sebuah dongeng, dengan harapan nanti hasil tulisannya bisa dibaca oleh anak saya yang masih kelas 3 SD, sambil mengajarkan tulisan mengarang di rumah,” tutur Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cilegon ini kepada TIM Media FAM Indonesia.

Irfan Ali menambahkan, setelah menyelami proses menulis buku dongeng ini, dirinya semakin sungguh-sungguh untuk menulis buku dongeng kembali di waktu yang akan datang. Irfan Ali Hakim sendiri mulai fokus menulis sejak menempuh pendidikan pascasarjana di UGM, Yogyakarta. “Selama kuliah di sana, mahasiswa memang dituntut harus bisa menulis secara akademis, baik tugas kuliah maupun penulisan tesis. Namun dasar-dasar kepenulisan pasti sudah kita dapatkan sejak SMA, dengan latihan mengarang, kemudian agak serius ke jenjang Stara-1,” ungkap pria yang sehari-hari sibuk sebagai wiraswasta dan juga aktif dalam beberapa bidang organisasi ini. Kalau fokus menulis, lanjutnya, lebih kepada penulisan sastra dengan berbagai jenis seperti cerita pendek, novel, dan puisi.


Irfan Ali hakim mulai menekuni bidang penulisan sastra sekitar tahun 2014, dengan ikut serta dalam pelatihan creatif writing di Rumah Dunia, kemudian saat ini juga melalui Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang dibimbing langsung oleh pendirinya, Aliya Nurlela. Diakui Irfan Ali Hakim, FAM sudah layak disebut sebagai gerakan sosial dalam bidang pendidikan literasi, karena di dalamnya diisi oleh orang-orang yang punya integritas dan dedikasi dalam membangun dunia literasi. Lambat laun akan mengubah cara berpikir masyarakat untuk lebih peduli pada budaya membaca dan menulis. “Satu hal lagi, FAM memiliki sosok dan tokoh utama atau figur yang memiliki kemampuan menulis luar biasa, Teh Aliya Nurlela. Penulis produktif dan punya dedikasi sangat tinggi. Semoga FAM Indonesia bersama FAM Publishing melalui proses menuju yang terbaik,” harapnya.

Sepanjang karir kepenulisannya, Irfan Ali Hakim yang mengawali dari tulisan-tulisan ilmiah berbasis akademis merasakan betul perbedaan menulis yang bersifat akademis-teoritis dengan penulisan kreatif. Menurut pegiat Komunitas Penulis Muda Cilegon (KPMC) ini, menulis novel dan dongeng sebagai bagian dari creative writing terasa lebih ringan dan bebas mengeksplorasi imajinasi. “Saya justru merasa seolah keluar dari penjara akademis yang ketat, dengan aturan teknis penulisan dan batasan perspektif serta teori. Nah, berbeda dengan menulis dongeng atau novel yang bersifat fiktif. Kita seolah diberi kebebasan dalam memainkan imajinasi, terlebih membuat cerita dongeng. Intinya, apa pun bisa dan sah dalam sebuah cerita dongeng,” papar peraih predikat mahasiswa S2 terbaik UGM 2007 lalu ini.

Lebih lanjut lelaki asal Ciamis ini menuturkan harapannya terkait Dongeng Putri Kelana, agar dapat kembali memunculkan hasrat terutama dari anak-anak usia dini untuk belajar menuliskan sebuah kisah meskipun singkat, dan belajar membangun imajinasi. “Adapun bagi saya pribadi, dengan terbitnya buku ini, semoga menjadi pemicu untuk melahirkan karya berikutnya,” pungkasnya. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...