Skip to main content

Bara Semangat dari Sebuah Sayembara.


FAMNEWS, Kediri--Memenangkan sayembara menulis berulang kali, bagi sebagian orang adalah hal biasa, dan bisa jadi melemahkan antusias di sayembara berikutnya. Namun tidak demikian dengan pria kelahiran Sosok, Kalimantan Barat, 29 April 1992 yang memiliki nama lengkap Honorius Arpin. Karyawan swasta sebuah lembaga keuangan di Kalimantan Barat ini, justru menjadikan sayembara sebagai ajang untuk terus belajar dan mengasah ketertarikannya terhadap dunia literasi. Pasalnya dikatakan Honorius, dengan mengikuti berbagai lomba, ilmu kepenulisan yang didapatnya semakin bertambah.

Baru-baru ini, bertepatan dengan momentum mudik lebaran 2018 kemarin, Honorius berkesempatan meraih juara pertama lomba menulis surat bertema Mudik yang diselenggarakan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Setelah sebelumnya dirinya juga sempat menjuarai sayembara menulis puisi bertema Kartini, sayembara menulis artikel dengan tema jodoh, dan selebihnya beberapa kali menjadi kontributor sekaligus nominator di beberapa antologi puisi.

Berbicara mengenai ide dengan tema yang sudah disediakan penyelenggara, Honorius mengaku mendapatkan ide langsung dari pengalaman pribadi, dan cerita rekan-rekannya yang pernah merantau. Pengalaman tersebut tak lantas tertuang begitu saja, dia menambahkan sedikit bumbu agar berkesan dan lebih menarik. "Saya tidak pernah menyangka akan menang, apalagi sebelum-sebelumnya saya juara tiga. Kali ini menempati posisi juara pertama, tentu saya merasa senang dan lebih bersemangat," ujar penggemar karya-karya Pidi Baiq ini.

Jejak kepenulisan Honorius memang terbilang masih belia. Memutuskan untuk terjun di dunia kepenulisan pada awal 2018, tepatnya bulan januari, tak menyurutkan niat pemuda 26 tahun ini untuk mencoba dan terus produktif. Saat itu, dirinya baru saja selesai membaca novel-novel karya Pidi Baiq yang di dalamnya terdapat puisi-puisi. Dari sanalah keberaniannya mengikuti sayembara kepenulisan bermula.

Selain mengikuti berbagai sayembara dan terlibat dalam antologi buku puisi, Honorius yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan dunia kepenulisan khususnya puisi ini, selalu menulis setiap ada ide yang terlintas di kepalanya. "Kapan pun dan di mana pun, saya akan terus belajar dan menempa diri dengan sering membaca dan berlatih menulis. Karena itulah modal utama saya untuk terus berkarya," tutur penulis buku Kumpulan Puisi berjudul Tragedi; Masih Bisa Berpuisi, yang sedang proses terbit ini.

Tak ketinggalan, dirinya turut menghaturkan rasa terima kasihnya kepada FAM Indonesia dan FAM Publishing, yang telah memberikan tempat untuk dirinya dan semua penulis, baik pemula maupun profesional. Honorius menilai, FAM terbilang sangat aktif dalam dunia kepenulisan. Terakhir, dia mengimbuhkan harapan agar FAM Indonesia terus maju dan cabangnya bermekaran di mana-mana serta bermanfaat, untuk memajukan dunia literasi Indonesia. [TIM FAM Indonesia]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...