Skip to main content

Mia Karneza dan Kenangan Terindah-nya, Suguhan Berkekuatan Moral


FAMNEWS, Kediri - Mei 2016 lalu, FAM Publishing baru saja merilis novel bertajuk Kenangan Terbaik, yang berkisah tentang sopan santun siswa, toleransi antar lingkungan di sekolah, dan prestasi siswa dari bidang agama maupun sosial yakni pramuka.

Mia Karneza, gadis kelahiran Karawang, 21 tahun lalu ini berhasil menuangkan sebuah kisah nyata penuh inspirasi yang dialami penulis sendiri saat mengajar selama enam bulan ke dalam sebuah novel. Latar dalam novel ini diambil di salah satu sekolah swasta yang terdapat di kota Padang, Sumatera Barat. Lantas, di tengah geliat novel-novel romance popular, mengapa Mia memutuskan untuk mengangkat tema dengan kekuatan moral dan sosial yang kental? Alasannya sangat sederhana, karena menurut Mia, selama ini remaja yang duduk di bangku Menengah Atas dalam pandangan masyarakat luas cukup meresahkan. Namun, ketika dirinya turun ke lapangan selama enam bulan, apa yang ia dengar dan apa yang dilihatnya di sana justru berbanding terbalik.

Secara gamblang Mia menuturkan bahwa mereka (red, pelajar SMA) menjunjung nilai sopan santun yang tinggi pada gurunya, toleransi antar-lingkungan di sekolahnya, dan prestasi siswa dari bidang agama maupun sosial. Di sinilah poin yang ingin diunggulkan Mia Karneza. Berusaha mengubah cara pandang pembaca tentang fenomena pelajar SMA yang dinilai 'nakal' melalui Novel Kenangan Terbaik. Minimal mereka tahu, bahwa tidak semua pelajar berseragam putih abu-abu itu mengkhawatirkan. Bahwa di pelosok sana, masih banyak remaja SMA yang benar-benar berjuang untuk masa depannya. Mencoba membuka mata orang banyak, agar tidak mendiskreditkan pelajar SMA. Diakui Mia, selama proses pengabdian kecilnya di Padang tersebut, hari-harinya kian berwarna dengan senyuman setiap hari. Itulah sebabnya Mia memilih kata "Kenangan Terbaik" sebagai tajuk novel teranyarnya ini.

Dalam novelnya tersebut, Mia juga berpesan agar masyarakat tidak menilai suatu sekolah atau siswa itu buruk, jika hanya mendengar satu atau dua orang yang tidak suka. Terlebih, di era geliat media sosial ini, hal tersebut berpeluang untuk menyebarkan berita bohong (red, hoax) kepada orang lain. Dan hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Teknologi sebagai hal yang tidak dibenarkan.


Berbicara soal proses kreatif, diakui Mia sendiri, dirinya tidak serta merta sukses dengan stu novel yang kini ada di tangan pembaca. Pencapaian hari ini, merupakan buah dari ketekunannya mengasah ketajaman potensi menulis yang dimilikinya. Dikatakan Mia, dirinya sudah mulai menulis yakni sejak pulang dari Rumah Puisi Taufik Ismail di Padang Panjang. Lalu, di kota yang sama pula saat mengunjungi rumah penulis Sumatera Barat, Muhammad Subhan. "Beliau (read, Bang Subhan) yang mengenalkan saya dengan dunia kepenulisan, lebih-lebih sebuah karya sastra. Tak lepas dari wali kelas yang telah berjasa membawa saya dan teman-teman untuk _study tour_ ke Padang Panjang pada Januari 2013," terang gadis yang kini bermukim di Padang, Sumatera Barat itu.


Di pertengahan tahun 2014, lanjut Mia,  mencoba menulis buku pertama yaitu sebuah novel berjudul "Hujan Menunggu Pelangi" dan diterbitkan oleh Erka/Rumahkayu Group. Buku ini dia tulis cukup lama, terhitung dari pertengahan tahun 2014 hingga Januari 2017. Sementara buku "Aku Mencintaimu Seperti Mencintai Kunang-Kunang" yang terbit di FAM Publishing, ditulis Mia hanya dalam jangka waktu dua bulan. Kemudian di pertengahan tahun 2016, Mia mengirim naskah puisi dan cerita pendek ke beberapa surat kabar. Di akhir tahun 2016-lah, untuk pertama kali naskah Mia dimuat di koran Haluan, lalu meyusul di Singgalang pada tahun 2017. "Dari sinilah  saya rutin menulis setiap hari, terlebih sebuah puisi. Lalu saya mencoba mengirimnya beberapa ke koran lainnya," ujarnya.


Bagi Mia, FAM Publishing merupakan wadah yang tepat untuk dirinya dan penulis lainnya, baik pemula dan juga profesional untuk menerbitkan suatu karya dalam bentuk buku. "Sejauh ini FAM Publishing pelayanannya sangat baik dan memuaskan," pungkasnya.

[TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...