Skip to main content

D.A Akhyar Dedikasikan Karya untuk Bangsa


FAMNEWS, Kediri - D.A Akhyar, penulis bernama lengkap Dwiki Al Akhyar ini lahir di Gayabaru, Lampung, 27 Desember 1991. Baru-baru ini, namanya dinobatkan sebagai juara pertama lomba menulis puisi Merah Putih oleh Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Sebelumnya, Kepala SMP Islam Terpadu di Prabumulih, Sumatera Selatan ini sempat menjuarai sayembara yang sama dengan tema dan waktu berbeda, yakni kata mutiara inspiratif tentang literasi. Atas kepercayaan FAM tersebut, tenaga pendidik yang mengampu study al-Hadits ini mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada FAM Indonesia.

Meski pencapaian ini bukanlah sesuatu yang baru, D.A Akhyar mengaku terkejut dengan pengumuman tersebut. Pasalnya, dua hari setelah pengumuman, dirinya baru menerima pesan singkat.

Kerap mengikuti sayembara menulis yang digelar FAM, pria yang juga mengisi majelis ilmu di Masjid Hidayah al-Agungiy Prabumulih ini, tidak begitu ingat kapan pastinya mulai menulis. "Yang saya ingat, sejak duduk di bangku SMP saya sudah menulis. Kapan pun itu, saya berharap semoga senantiasa abadi dan menebar kebermanfaatan," ujarnya saat dihubungi Tim Media FAM Indonesia.

Menurut Ketua FAM cabang Palembang yang sekaligus anggota Jaringan Penulis Indonesia
ini, tidak ada yang lebih memuaskan, selain menebar kebermanfaat satu sama lain.

Bicara puisi yang dimenangkannya, dengan judul Di Bawah Naungan Merah Putih, sebelum ia menuliskan puisi tersebut diakuinya, ia sempat melihat pancaran harapan di bawah sang merah putih. "Kelak, bangsa ini adalah bangsa yang besar, dan bukan bangsa yang kerdil serta tertinggal. Saya yakin, bangsa yang di dalamnya ada noda pengkhianatan, maka akan rapuh kemudian bangkit. Maka saya mengabadikannya dengan sajak dalam bait Di Bawah Naungan Merah Putih," papar D.A Akhyar.

Proses penulisan puisi ini, sambung D.A Akhyar, adalah semangat dan sebagai pengingat diri. Agar senantiasa menjadi pribadi yang selalu ingat makna dari sebuah karya, yang didedikasikan untuk bangsa. "Karena cinta tanah air sebagian dari iman, itulah yang membuat saya tergerak untuk menulis puisi ini," ungkapnya, Sabtu (25/08/2018).

D.A Akhyar juga berharap, FAM Indonesia dan beberapa cabang lainnya di seluruh Indonesia, untuk tetap semangat berliterasi dan saling menebar kebermanfaatan. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...