Skip to main content

Melestarikan Bahasa Nasional


Oleh: Agus Nurjaman

Bahasa sebagai sarana komunikasi memiliki fungsi utama penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupan. Perubahan ini dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Akan tetapi penerapan bahasa nasional dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung akan mempertebal karakter nasionalisme. Tidak bisa dipungkiri pemakaian bahasa nasional yang baik dan benar memang sudah mulai berkurang dikalangan pelajar karena tergeser oleh pemakaian bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa yang hanya bisa dipahami oleh mereka sendiri.  Oleh karenanya keadaan ini tidak boleh dibiarkan karena bisa mengurangi rasa nasionalisme. Teguran harus dilakukan jika mendengar siswa berbicra dalam bahasa yang mengarah ke bahasa non-formal. Para guru harus menggunakana bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga bisa memberi teladan untuk para peserta didiknya. Penggunaan bahasa Indonesia juga sudah semakin merosot karena harus bersaing dengan bahasa asing lainnya seperti bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dan Korea.

Banyak orang yang beranggapan Bahasa Indonesia itu lebih cocok digunakan pada saat sedang mengikuti acara-acara yang formal seperti saat berpidato dan menyampaikan ceramah. Bahkan bagi anak muda di masa kini, jika sudah pandai menguasai bahasa asing lainnya, maka akan dianggap sebagai anak muda yang gaul dan kekinian. Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Jika bahasa Indonesia saja kurang di banggakan oleh rakyatnya, maka bagaimana bangsa Indonesia akan mengembangkan kekayaan lain yang dimilikinya. Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja saat ini hampir tergeser dengan jenis bahasa tersebut diatas.

 Bagi mereka bahasa Indonesia itu terlalu formal untuk dipakai sehari-hari, kurang gaul dan kekinian. Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat melestarikan bahasa Indonesia di negeri tercinta ini. Jangan takut menjadi anak muda yang tidak gaul karena menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari, melainkan jadilah sosok anak muda yang bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi anak muda lainnya untuk mulai mencintai bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa nasional dengan baik itu berarti melestarikan bahasa Nasional sebagai bahasa pemersatu bangsa.

*)Agus Nurjaman,  lahir di Bandung, 23 Juni 1969. Memulai pendidikan dari SD Negeri Bojong Koneng 1983, SMP Negeri 1 Soreang 1986, Sekolah Tehnik Menengah Negeri 2 (STM) Listrik Instalasi, Buahbatu Bandung, lulus 1989. Melanjutkan perkuliahan ke STKIP Bale Bandung jurusan Bahasa Inggris, lulus 2002. Pada 2008 lolos CPNS, ditempakan di SMP Negeri 1 Pasir jambu sampai sekarang. Pada 2014 menjadi salahsatu tim pegiat literasi di Kabupaten Bandung dalam wadah LRC-KB. Beberapa prestasi di bidang menulis. Terpilih 50 penulis essay tingkatNasional 2017. Menjadi juara 1 Lomba Menulis Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Bandung  2017. Sering menulis artikel di PR dan Hibar Sabilulungan

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...