Skip to main content

Berkunjung ke Saung Lisung


Oleh: Aliya Nurlela

Sebelum hari raya Idul Fitri, 4 Juni 2019 saya dan putri saya yang penulis novel, sempat berkunjung ke Saung Lisung.  Saung Lisung adalah sebuah tempat yang menjadi sekretariat Forum Aktif Menulis (FAM) Galuh Ciamis di bawah komando, Yus Rusmana Sudia.
Pertemuan tersebut, sengaja saya agendakan di tengah-tengah acara mudik. Saya ditunggu Kang Pipin Pirnansyah, Koordinator FAM Bandung di depan Koramil Buniseuri. Kami bersalaman, saling bertanya kabar, maklum pertemuan pertama sejak sama-sama berkecimpung di dunia literasi. Setelah itu, mobil Kang Pipin meluncur lebih dulu, diikuti mobil yang saya tumpangi, menuju Saung Lisung.


Akhirnya, kami bertemu Kang Yus dan merupakan pertemuan pertama dengannya. Hangat, akrab, penuh tawa. Saya diajak berjalan kaki ke Saung Lisung yang jalanannya menanjak dan berbatu. Kang Yus sempat menawarkan saya untuk naik sepeda motor, tapi saya menolak. Saya pikir, saya kuat dan akan baik-baik saja. Namun, sakit saya kambuh, saya kelelahan dan sesak napas. Hingga, perlu waktu beberapa menit untuk mengatur napas dan meredakan ketegangan. Sungguh saya tidak tahu, jika HB saya saat itu sudah sangat rendah.
Terjadilah diskusi singkat antara kami bertiga. Kang Yus bercerita sejarah berdirinya Saung Lisung yang didirikan atas inisiatif dan dana pribadi Kang Yus. Beliau ingin Saung Lisung menjadi tempat kegiatan literasi generasi muda yang berdomisili di daerah sekitar. 


Alhamdulillah, saya melihat niat yang kuat dan gelora semangat pada diri Kang Yus. Saya salut, beliau mau berkorban membuat tempat dengan segala isinya, berupa buku-buku dan lukisan. Saung Lisung pun terlihat asri dengan pemandangan kolam ikan gurame di sampingnya.


Kang Pipin mengungkapkan rasa salutnya atas kemampuan saya me-manage sebuah komunitas. Kang Yus, menyampaikan kritikan atas karya yang tercipta. Semua saya simak dan tampung. Pada intinya, dukungan dan harapan besar untuk kemajuan FAM di masa mendatang, terucap jelas dari lisan keduanya.


Acara ditutup dengan foto bersama. Kami berjanji untuk saling mendukung dalam berkarya, entah wadah apa pun yang menaungi. Sebab, persahabatan yang terjalin, bukan sebatas berada dalam wadah kepenulisan yang sama, tapi berawal dari hobi dan minat yang sama.
Kang Yus yang seorang dosen Bahasa & Sastra Indonesia di Unigal dan Kang Pipin yang seorang guru di Bandung, bisa 'nyambung' dengan saya yang seorang 'pekerja swasta.' (*)

*Aliya Nurlela adalah seorang Novelis yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...