Skip to main content

Lautan Teduh Bermata Indah


Judul: Lautan Teduh Bermata Indah

Penulis: Naveena Putri

Kategori: Kumpulan Puisi

ISBN: 978-623-7902-16-4

Terbit: Juni 2020

Tebal: viii + 50 hal: 14 x 21 cm

Harga: (dokumentasi penerbit/penulis)

Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher







adalah hal yang pantas disaat rasa rindu mengadu lalu kemudian bertemu, menjadi ramu syahdu.



Puisi menjadi bacaan yang tepat untuk meluruhkan segala rasa yang ada di dadamu. Pandangi, sentuh perlahan, kau tersenyum, dan dekap lah buku ini erat. Bawalah pulang dan berkenalanlah dengannya maka kau akan tau bagaimana rasa membaca rasa.

~Monna Fathrecia, Penulis Rindu untuk Tanah Kalwedo~



Saya kaget ternyata seorang Naveena Putri yang saya kenal selama ini bisa menulis

puisi-puisi yang indah. Buku kumpulan puisi “Lautan Teduh Bermata Indah” berhasil membuat saya terlempar ke pulau rindu. Puisi yang mempermainkan perasaan kita mengingat rekam kenangan, jejak pertemuan, jarak, perpisahan, harapan, cinta, ketulusan, kehilangan, janji, dan penantian. Saya rasa semua manusia pernah mengalami perasaan ini. Namun ada sesuatu yang ingin disampaikan penulis sepertinya, bagaimana kehidupan harus tetap berjalan meski kerinduan banyak tertahan. Manusia tetap lah menjadi petualang dan pejuang untuk menebar energi

positif dimana pun datang, pulang, dan pamit dari tempat penyinggahannya.

Buku ini keren! Kamu pasti selalu penasaran setelah membaca lembar demi lembar berikutnya!

~Kak Dedew (Dewi Kumala Sutra). Fairy/Perwakilan Komunitas Literasi

Wonderland Family Regional Sumatra. Ketua Komunitas Pendongeng Sahabat Odi Sumatera Barat. Mantan Pengurus Bendahara Umum Forum Lingkar Pena Sumatera Barat.~



Sarat dengan rindu. "Ringan" tapi sajak-sajaknya membekas dihati. Puisi yang mampu menghipnotismu sampai terbawa ke alam mimpi. Saya rasa saya tidak berlebihan.

~Mega Nofria, Penulis dan dosen~



Laut Teduh Bermata Indah merupakan sekumpulan sajak berlatar laut, pesisir, lengkap dengan senja yang menabung rindu. Dirangkai dengan kepiawaian membentuk kalimat mengharapkan pertemuan. Penulis memberikan kesempatan untuk pembacanya menikmati indahnya lautan, menenangkannya pesisir juga aroma senja untuk berkali-kali jatuh cinta, serta nikmatnya menyeduh rindu. Dalam sajak ini kita seolah diajak bertualang di sebuah tempat bernama pesisir. Yang riuh dengan ombak rindu, yang teduh dengan lautnya, yang hanyut dalam kepuitisan senjanya. Yang kukuh dengan karangnya. Apalagi, penulis pernah menapaki kaki di Maluku Barat Daya, daerah yang tak diragukan keelokan alamnya. Membaca sehimpun sajak ini membuat kita berada di tempat yang sama.

Selamat menyeduh rindu, untuk kamu yang haus akan pertemuan.

~Laila Marni, Wartawan Covesia~







*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.





[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Center: 081350051745, atau melalui penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...