Puisi ini berisi tentang jeritan hati seorang anak yang rindu karena telah lama tak berjumpa dengan ibunya. Hidup di perantauan membuatnya jauh dari ibu. Ini terlukis sejak awal bait. Luapan rasa yang kian tak terperi pada rumah, sawah, bau tanah dan jabat tangan khas lebaran adalah ungkapan betapa sang anak tak dapat menahankan rindu yang mendera kepada ibu dan kampung halaman.
Pada bait berikutnya digambarkan bahwa "aku" mulai tak berdaya. Harapan untuk bertemu dengan ibu di kampung halaman seolah lenyap. Namun seketika pada bait ketiga, ketidakberdayaan ini ia lawan. Ia yakin, cinta antara mereka berdua, tidaklah dapat kalah oleh apa pun, tidak oleh jarak maupun waktu.
Mengenai EYD nampaknya sudah tidak ada kesalahan. Pesan untuk penulis, agar terus berlatih, jangan berhenti menulis, dan perkaya perbendaharaan kata Anda.
Tetap semangat berkarya.
Salam santun, salam karya!
Tim FAM Indonesia
[BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Rindu Rumah Damaiku-Ibu
Ghoniyatu Rohmah
luapan rasa ini kian tak terperi
rumah, sawah, bau tanah
jabat tangan khas lebaran
ibu...
asaku mulai mendesis jengah
kala pertahanan nyaris goyah
bahkan saat hanya beberapa langkah
tersungkur seakan tanda menyerah
ibu...
meski sulit kumeniti
saat menginjakkan kaki di tempat yang dinanti
hanya akan melabuhkan diri
dalam rengkuh tubuhmu pasti
iya ibu, menghitung hari ya bu...
akan kudamparkan tubuhku
dalam peraduan damai itu
salam rindu jauh anandamu
[www.famindonesia.com]
Pada bait berikutnya digambarkan bahwa "aku" mulai tak berdaya. Harapan untuk bertemu dengan ibu di kampung halaman seolah lenyap. Namun seketika pada bait ketiga, ketidakberdayaan ini ia lawan. Ia yakin, cinta antara mereka berdua, tidaklah dapat kalah oleh apa pun, tidak oleh jarak maupun waktu.
Mengenai EYD nampaknya sudah tidak ada kesalahan. Pesan untuk penulis, agar terus berlatih, jangan berhenti menulis, dan perkaya perbendaharaan kata Anda.
Tetap semangat berkarya.
Salam santun, salam karya!
Tim FAM Indonesia
[BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
Rindu Rumah Damaiku-Ibu
Ghoniyatu Rohmah
luapan rasa ini kian tak terperi
rumah, sawah, bau tanah
jabat tangan khas lebaran
ibu...
asaku mulai mendesis jengah
kala pertahanan nyaris goyah
bahkan saat hanya beberapa langkah
tersungkur seakan tanda menyerah
ibu...
meski sulit kumeniti
saat menginjakkan kaki di tempat yang dinanti
hanya akan melabuhkan diri
dalam rengkuh tubuhmu pasti
iya ibu, menghitung hari ya bu...
akan kudamparkan tubuhku
dalam peraduan damai itu
salam rindu jauh anandamu
[www.famindonesia.com]

Comments
Post a Comment