Skip to main content

Novel “Meniti Buih Menerobos Tantangan” Ditulis Seorang Guru SD di Padang

PADANG – Obsesi Refdinal Castera, S.Pd., guru SD Negeri 28 Padang Sarai, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, menerbitkan novel akhirnya terwujud. Novel trilogi perdananya berjudul “Meniti Buih Menerobos Tantangan” diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, dan melengkapi kesibukan keseharian “Pak Guru” ini.

Terbitnya novel itu, dia berharap, dapat “memperkaya” khasanah kesusastraan di Tanah Air, khususnya di Ranah Minang, terutama untuk para pembaca di kalangan pendidikan atau guru. Lewat sastra, ia ingin berbagi kisah tentang berbagai pengalaman hidup yang pernah ia jalani.

“Novel ini adalah novel trilogi buku 1 di antara 2 novel lagi yang insya Allah  dalam waktu tak berapa lama lagi, juga menyusul terbit,” ujar Refdinal Castera, Ahad (6/7), di Padang.

Dia mengungkapkan, keinginan menerbitkan novel dilatarbelakangi “proses kreatif kepenulisan” yang telah membentuk dirinya selama ini. Ia tidak hanya berprofesi sebagai guru, tapi juga penulis di media massa.

Alumni SMP Negeri 3 Lubuk Basung (1983), SPG Negeri Jambi (1986) dan Universitas Negeri Padang (2005) ini menyebutkan, novel “Meniti Buih Menerobos Tantangan” berkisah tentang kegigihan seorang anak muda bernama Agus mengurus lima orang adik yang berasal dari keluarga petani dan tinggal di daerah terisolir. Kemiskinan membuat jiwa Agus gelisah.

Warga kampungnya suka mengurusi urusan orang lain. Agus merasa tidak nyaman. Tamat SMP, ia melanjutkan pendidikan ke SPG di kota yang jauh dari orangtua. “Untuk apa jauh-jauh sekolah ke kota, di kampung juga ada sekolah! Kalau sakit nanti, berapa biaya melihatnya, belum lagi jarak yang jauh,” ejek orang kampung kepada Agus.

Berkat tekad yang kuat, impian Agus kuliah terwujud. Namun, kiriman wesel dari orangtuanya tak cukup, dan memaksanya berjualan koran di terminal bus dan pasar. Tapi persoalan hidup yang berat, membuat kuliahnya putus di tengah jalan. Dikabarkan berhenti kuliah, teman-teman kuliahnya yang juga penjual koran tak percaya. Mereka ingin meringankan beban hidup Agus. Di bagian-bagian berikutnya, banyak konflik bermunculan yang mengaduk-aduk perasaan pembaca.

“Saya tertarik membaca novel ini, karena ditulis seorang guru SD yang sibuk mengajar dan mengisi rapor siswa tiap semester. Bila penulis atau wartawan mampu menulis novel, itu sudah biasa. Tapi, seorang guru SD yang menulis novel, itu baru luar biasa. Mudah-mudahan, semakin banyak guru terinspirasi menulis novel di negeri ini,” ujar Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Ali Dasni, Praktisi Pendidikan di Padang menyebutkan, menulis menjadi sesuatu yang asyik jika ditekuni secara bersungguh-sungguh. Refdinal Castera membuktikan itu. “Suatu bukti bagi guru bahwa menulis itu tidak sulit. Novel ini sebuah karya inspiratif, inovatif dan layak dibaca guru,” ucap Ali Dasni.

Aliya Nurlela, penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” yang juga Sekjen FAM Indonesia menyebutkan, novel ini membangun semangat pembaca untuk berani mewujudkan cita-cita, mimpi, dan menerobos tantangan seberat apa pun itu.

“Sangat edukatif. Layak dibaca siapa saja. Sebagai guru dan penulis yang tulisannya telah dimuat dibanyak media massa, saya ikut berbahagia atas lahirnya novel ini,” ujar Aliya Nurlela.

Salah seorang pembaca yang juga Guru Kementerian Perindustrian/Kepala SMK SMTI Padang (2009-2013), Anurgaha, mengatakan, banyak hikmah yang dapat diambil pembaca dalam novel ini.

“Sebuah inspirasi yang penuh makna dari perjalanan hidup seorang anak manusia dengan segala eksistensi dan tantangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Jhon Nedy Kambang, seorang Jurnalis TV Nasional dan Penulis Buku menyambut baik terbitnya novel “Meniti Buih Menerobos Tantangan” karya Refdinal Castera. Menurut Jhon Nedy, ia telah mengenal “Pak Guru” Refdinal Castera sejak masih bekerja di Mingguan Canang Padang di tahun 90-an.

“Beliau pernah menjadi salah satu ‘motor’ halaman khusus sekolahan di koran itu. Cerpen, puisi dan beritanya sudah berserakan sejak lama. Lahirnya novel ini membuktikan bahwa beliau tidak hanya seorang guru, tapi juga sebagai novelis yang masih produktif,” tambahnya. (fam)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...