Skip to main content

Ulasan Puisi "Kunamai Kau Pahlawan" Karya DA Akhyar (FAM Banyuasin-Sumsel)

Pahlawan memang tak selalu nampak keren, gagah, ganteng, cantik, dan segala sebutan dari wujud fisik yang bagus semata. Pahlawan itu jiwa yang suci dan mulia, yang terukir lewat tindakan berani dan rela berkorban. Puisi ini, selain mengajarkan kita untuk meraba pahlawan dari perwujudan fisik yang buruk, juga mengingatkan kita betapa benar pepatah yang melarang kita menilai segala sesuatu hanya dari luarnya saja.

Sayangnya, tak semua dari kita sadar. Kita bahkan lupa, wujud yang indah tak selamanya bertahan seperti itu, bisa lebur atau bahkan musnah. Sedangkan jiwa atau ruh yang bersemayam di dalamnya akan tetap sama, bahkan abadi. Ini poin penting tentang memaknai pahlawan. Maka, hendaklah kita menghargai pahlawan bukan hanya dengan menghormati wujud jasadnya, melainkan pula mewarisi nilai perjuangan dalam jiwa yang sekarang mulai banyak terkikis.

Sedikit koreksi ada pada penulisan kata "nafas" yang seharusnya "napas", serta "hafal" yang seharusnya "hapal". Selebihnya tampak sudah benar. Sementara untuk penulisan puisi ini sendiri, penulis sudah bisa menyarikan pesan sederahana dalam kekuatan diksi, hingga puisi terasa kuat menggenggam hati pembaca. Terus perdalam ciri khas pena Anda dan tetap tebarkan nilai positif dalam karya-karya berikutnya.

Salam santun, salam karya!

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Kunamai Kau Pahlawan
D.A. Akhyar Ibn Tarmujiy Ibn Rusydiy El-Jawiy (D.A.Akhyar) IDFAM2075M

/1/
Ini hanya tentang sejumlah tubuh, biru dan lebam
Tersangkut batu, pasir, ranting dan sampah
Beberapa merintih beberapa diam, selamanya....
Dan selekas kau terhenyak, selekas pula kau lupa
Bisakah kau rasa, beda air mata dan darah?
Tubuh membusuk dan luka bernanah?
Di bumi pertiwi, ada aroma kalian di sana
Aroma yang mengharumkan bangsa
Masih ada ; pada batu, pasir, ranting dan sampah
Benar, tak hanya di sana, kalian ada di sejumlah lainnya
Adakah mereka hafalkan?
Karena kaulah pahlawan yang hilang aksara....
/2/
Kunamai kau pahlawan
Di jiwamu kutemukan jiwa pemberani
Berani menumpahkan darahmu untuk bangsa
Kulayari hari-hari seperti pelaut mabuk
Menelusurimu pada pantai yang menyisakan kenang
Dalam perjalanan tanpa peta dan mimpi
Sekejap, mata kalian adalah savanna
Lalu aku memilih menjadi karnivora terliar
Yang mentafakuri tarian purba
Seperti tarian satwa di padang botswana

/3/
Ketika nafas adalah satu-satunya oase yang tersisa
Aku memilih berlari, mencuri mimpi dari pelukmu
Kunamai kau pahlawan karena kutemui dalam jiwamu
Ada jiwa yang ikhlas dalam membela Bangsa Indonesia.

Palembang, Sumatera Selatan

Sumber Ilustrasi: unknown-mboh.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...