Skip to main content

Pengumuman 85 Nominator Lomba Cipta Cerpen FAM Indonesia

Senin, 30 Juni 2014, Pukul 16.00 WIB

FAMili, apa kabar Anda di Bulan Suci ini? Semoga tetap sehat dan terus aktif berkarya. Seperti yang telah diumumkan FAM Indonesia sebelumnya, hari ini, Senin (30/6), FAM mengumumkan Nominator Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional 2014 bertema “Indonesia Masa Depan yang Diimpikan”. Dari 204 peserta yang mengirimkan cerpen terbaiknya, hari ini ditetapkan 85 Nominator yang berpeluang menjadi Sang Juara. Ke-85 Nominator tersebut adalah sebagai berikut (nama diurut berdasarkan Abjad):

1.    A. Rizka Syamsul Bahri, Makassar (Hari Ini, Esok dan Seterusnya)
2.    Ade Ubaidil, Cilegon-Banten (Kisah Pemenggal Kepala)
3.    Alfi Nur Saidah, Kediri-Jawa Timur (Singgasana Duniawi)
4.    Anna Ilham, Malang-Jawa Timur (Selaksa Cinta Anak Negeri)
5.    Anria Marini, Bekasi-Jawa Barat (Keringat)
6.    Apri Robingah, Kebumen-Jawa Tengah (Anugerah di Ujung Harapan)
7.    Ardy Nugraha, Lampung (Di Sini, Kami Saling Berpegang Tangan)
8.    Atriza Binti Umar, Malaysia (Insya’ Allah)
9.    Beni Purna Indarta, Kebumen-Jawa Tengah (BLT)
10.    Beni Purna Indarta, Kebumen-Jawa Tengah (Republik Dormogati)
11.    Cut Vivia Talitha, Bireuen (Kambing Hitam)
12.    D.A Akhyar, Banyuasin-Sumatera Selatan (Kedipan Mata Guruku; Menampung Uraian-Uraian Jawabku)
13.    D.A Akhyar, Banyuasin-Sumatera Selatan (Penyambung Lidah; Bukan Penghisap Darah)
14.    Dedi Saeful Anwar, Cianjur-Jawa Barat (Impian yang Menguap Bersama Senja)
15.    Dedi Saeful Anwar, Cianjur-Jawa Barat (Rumput-Rumput Liar)
16.    Dhara Nurani, Semarang-Jawa Tengah (Malaikat Kecil Itu, Alex)
17.    Dinu Chan, Sleman-Yogyakarta (Sekerat Harapan untuk Abid)
18.    Eliza Aldani, Padang Pariaman (Televisi Tua)
19.    Fadhilatul Hasnah, Padang-Sumatera Barat (Sepetak Tanah Makam Ayah)
20.    Farihatun Nafiah, Jombang-Jawa Timur (Inikah, Rumah)
21.    Fathurrahman, Amuntai Tengah (Mereka Lebih Menderita)
22.    Hamdi Alfansuri, Pekanbaru-Riau (Perjalanan Humaliki)
23.    Hany Windri Astuti, Semarang-Jawa Tengah (Aku Ini Siapa?)
24.    Hany Windri Astuti, Semarang-Jawa Tengah (Cahaya dalam Abu)
25.    Hardyanti Ayu Amalya, Makassar (Botol Parfum Papi)
26.    Hermawan, Banjarbaru-Kalimantan Selatan (Semangat Pendidik)
27.    Hidayah Nuril Pasha, Bojonegoro-Jawa Timur (Setumpuk Anak Sampah)
28.    Ikhsan Hasbi, Banda Aceh (Bawal)
29.    Imas Siti Liawati, Bandung-Jawa Barat (Rajin Ganti Kurikulum)
30.    Indah RZ, Tasikmalaya-Jawa Barat (Ikrar Seorang Iffah)
31.    Intan Lestari, Cirebon-Jawa Barat (Pengetuk Hati)
32.    Inung Setyami, Tarakan-Kalimantan Timur (Topeng Ireng)
33.    Irzen Hawer, Padangpanjang-Sumatera Barat (Ampek Sen)
34.    Istiqomah, Bangkalan-Madura (Dari Gelap kepada Cahaya)
35.    K. Himawan Kunarto, Magetan-Jawa Timur (Negeri Api)
36.    Ken Hanggara, Surabaya (Bersama Tubuh Emak yang Mati, Sulung dan Bungsu Berperang)
37.    Ken Hanggara, Surabaya (Murah Mart)
38.    Kukuh Septio Aji, Demak-Jawa Tengah (Aku dan Para Bintang)
39.    Laras Sekar Seruni, Tangerang Selatan (Ketika Banjir)
40.    Laras Wati, Blitar-Jawa Timur (Aku Ingin Menjadi Presiden)
41.    Lenni Ika Wahyudiasti, Surabaya-Jawa Timur (Buah Manis Perjuangan Hafidz)
42.    Luqyana Dahlia, Sumedang-Jawa Barat (Obatnya Adalah Kesejahteraan)
43.    Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi, Yogyakarta (Cita-Cita Sarjana Muda untuk Indonesia)
44.    Malisa Ladini, Semarang-Jawa Tengah (Jerit Suara Rakyat)
45.    Maya Astuti, Cirebon-Jawa Barat (Hitam Putih Hidup Saritem)
46.    Merliana Ulin Nikmah, Surabaya-Jawa Timur (Bendera Kuning)
47.    Merliana Ulin Nikmah, Surabaya-Jawa Timur (Langit Merah di Surabaya)
48.    Mia Cisadani, Semarang-Jawa Tengah (e Mana Kucari Keadilan)
49.    Muchlis, Samarinda (Bicara pada Diri Sendiri)
50.    Muhamad Pajri, Mataram-Nusa Tenggara Barat (Keluh Kesah Sang Guru Honor)
51.    Mulyono Ardiansyah, Medan (Aku Ingin Jadi Presiden)
52.    Mulyono Ardiansyah, Medan (Sepenggal Harapan Chiko)
53.    Munika Duri, Blitar-Jawa Timur (Sekolah Impian Diko)
54.    Nisa Azizah, Kebumen-Jawa Tengah (Laskar Tikus Pasar)
55.    Novaldi Herman, Pekanbaru-Riau (Tapung Tawar)
56.    Nurbing, Kepulauan Selayar (Rahasia Lukisan Rifqah)
57.    Nur Muchamad, Kuningan-Jawa Barat (29 Mimpi dalam 2 Bait)
58.    Nur Muchamad, Kuningan-Jawa Barat (Enigma Biru di Tanah Abu-Abu)
59.    Nurul Fauziah Asal, Pasuruan-Jawa Timur (Sebaik-Baik Cara-Nya)
60.    Nurul Muchlisa, Makassar (Harapan Indonesiaku)
61.    Okti Dwi Hartatik, Tegal-Jawa Tengah (Harapan Winah)
62.    Rahayu Nur Hidayah, Gresik-Jawa Timur ((Mantan) Murid Minoritas)
63.    Rahmi Intan, Pasaman-Sumatera Barat (Kami, Hanya Kaum Marginal)
64.    Rajwa Naajiyah, Malang-Jawa Timur (Sekolah Impian)
65.    Rana Ida Sugatri, Cimahi-Jawa Barat (Kau Pemimpin Masa Depan)
66.    Randy Jullihar, Pasuruan-Jawa Timur (Demonstran dan Pedagang Kacang Rebus)
67.    Ratnani Latifah, Jepara-Jawa Tengah (Bagaikan Bumi dan Langit)
68.    Reddy Suzayzt, Yogyakarta (Lelaki yang Usai Mengembara)
69.    Renny Puteri Utami, Palembang (Pesawat Malaikat Jatuh)
70.    Rihlatul Adni, Bandung-Jawa Barat (Alscy)
71.    Rini Nurul Hidayah, Jakarta Timur (Pulang)
72.    Risa Nurlatifah, Bandung-Jawa Barat (Saku Pak Tua)
73.    Rizka Andarosita, Mojokerto-Jawa Timur (Pak Presiden, Abi Ingin Jadi Dokter!)
74.    Rosyida Marfuah, Malang-Jawa Timur (Noval)
75.    Sahanara, Jambi (Aku, Kamu dan Sebatang Pohon Ara)
76.    Siti Nurbanin, Tuban-Jawa Timur (Kisah yang Berakhir Bahagia)
77.    Siti Sofiyah, Semarang-Jawa Tengah (Mayat dalam Lumbung)
78.    Sri Rahayuningsih, Jakarta (Kerinduan Somad)
79.    Tri Yani, Agam-Sumatera Barat (Almamater)
80.    Tsalza Shabrina Ushfuriyah, Malang-Jawa Timur (Mutiara yang Terabaikan)
81.    Ulum Minnafiah, Pati-Jawa Tengah (Wheleh)
82.    Vety Alvionita Saputri, Pasuruan-Jawa Timur (Tidak Ada Anak yang Bodoh, Manda Sayang)
83.    Weda S. Atmanegara, Yogyakarta (Katemi Masuk TV)
84.    Wildan Fuady, Bandung-Jawa Barat (Sandal Jepit Warna-Warni)
85.    Yahya Rian Hardiansyah, Jember-Jawa Timur (Sebuah Harapan)

SELAMAT KEPADA PARA NOMINATOR!

Tahapan selanjutnya, dari 85 cerpen yang terpilih di atas, akan diseleksi kembali untuk menentukan 40 cerpen yang dibukukan FAM Indonesia. Ke-40 cerpen terpilih yang layak dibukukan akan diumumkan Selasa (1/7). Dari ke-40 cerpen itu, diseleksi kembali untuk menentukan Pemenang 1, 2, dan 3 yang akan memboyong hadiah yang disediakan FAM Indonesia. Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis (3/7), bertepatan dengan peringatan Hari Sastra Nasional.

Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak, mengikat, dan tidak diadakan surat-menyurat.

Salam aktif, salam literasi!

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
Jl. Mayor Bismo, No. 28
Pare, Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...