Judul:
Dua Bidadari
Penulis:
HM Supriyono
Kategori:
Kumpulan Cerpen
ISBN:
978-602-335-226-5
Terbit:
Maret 2017
Tebal:
viii + 134 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp38.000,- (belum ongkir)
“Masa
kecil merupakan masa golden period yang penuh dengan ruang untuk menjadikan
anak-anak berekspresi dan bereksplorasi. Kisah-kisah dalam cerpen ini berhasil
memotret sekelumit peristiwa masa kanak-kanak yang alami dan menginspirasi
pembaca bagaimana kita memahami anak-anak. HM Supriyono adalah penulis yang
tidak hanya punya kesadaran akan pengembangan sastra tetapi juga kesadaran akan
menulis jurnal-jurnal ilmiah. Buku ini sangat baik untuk dibaca dalam memahami
situasi kejiwaan dan pikiran anak-anak pada masanya.”
~Prof.
Dr. Teguh Budiharso, M.Pd (Dosen
Senior Universitas Mulawarman)
“Kisah-kisah
dalam cerpen Dua Bidadari ini memiliki nuansa persuasi psikologis agar pembaca
memahami dunia anak-anak pada masanya, dunia berpikirnya, dunia berperasaannya,
dan dunia bertindaknya serta mengajak pembaca untuk memahami bahwa usia
anak-anak merupakan usia krusial untuk perkembangan mereka. Cerpen ini
menyiratkan adanya perlawanan terhadap pernikahan di usia muda atau pernikahan
dini. Kumpulan cerpen ini sangat baik untuk dibaca orangtua dan pendidik.
Penulisnya, HM Supriyono, merupakan seorang pendidik yang memiliki pengalaman
di berbagai daerah di Indonesia dan di Luar Negeri yang memperkaya wawasannya.
Namun demikian tulisannya tetap natural dan mudah dipahami.”
~Prof.
Dr. M Zaenudin, M.Pd (Dosen
Senior Universitas Negeri Malang)
“Buku
ini mengisahkan soal anak-anak di sebuah daerah yang memiliki latar alamiah dan
menampilkan nuansa keindahan alam, keindahan perilaku anak-anak, serta pesan
spiritual yang tersirat. Kisah-kisah dalam buku ini mengajak kita memahami
dunia anak-anak serta kebutuhan perlindungannya dari orang dewasa atau
orangtua. Sang penulis adalah seorang versetalist relegius yang tak hanya
menyukai sastra, tetapi juga menyukai kajian ilmiah, dan kajian profetik.
Selamat kepada pembaca yang berkesempatan untuk membaca buku ini.”
~Prof.
Dr. Akhyak, M.Pd.I (Dosen Senior Institut Agama Islam Tulungagung)

Comments
Post a Comment