Menulis puisi bagi
sebagian orang masih dianggap sulit. Ada juga yang mengatakan bahwa menulis
puisi itu mudah dan menyenangkan. Nah menurut kalian menulis puisi itu sulit
atau mudah? Sudah cukup dijawab dalam hati saja.
Hehehe…
Menulis
puisi akan terasa sulit jika sebelum menuliskan rangkaian kata nan bertabur
makna, pola pikir kita sudah membayangkan hal-hal yang menyulitkan dalam
melakukan kegiatan ini. Namun, menulis puisi akan terasa mudah dan menyenangkan
jika sebelum menulis kita bersikap santai dan membayangkan hal-hal yang
menyenangkan. So, buat kalian yang mau menulis puisi bawa santai
aja. Hehehe, maklum korban iklan.
Sebelum kita membahas
mengenai puisi lebih jauh, sebenarnya apa sih itu puisi? Apa definisi dari
puisi? Menurut KBBI, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih
dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman
hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna
khusus. Bagi saya sendiri puisi adalah ungkapan perasaan jiwa sang
penyair yang dituangkan melalui kata-kata (bahasa) yang mengalir dari benak
penyair. Mungkin kalian juga memiliki definisi puisi tersendiri.
Setelah kita
mengetahui definisi tentang puisi, timbul pertanyaan bagaimana cara membuat
puisi itu. Baiklah di sini saya akan berbagi tentang tips menulis puisi bagi
pemula. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema/ide. Tema
itu penting banget, sob. Karena tema adalah nyawa bagi setiap
tulisan yang akan kita buat, tak terkecuali dalam hal menulis puisi. Ide
menulis puisi bisa datang secara tiba-tiba. Ide tersebut bisa berkaitan dengan
masalah sosial, keagamaan, perasaan cinta, kerinduan, kesedihan, dan lain-lain.
Banyak banget kan tema yang bisa diambil untuk menulis puisi. Yakin masih
beranggapan menulis puisi itu sulit?
Ide sudah didapat,
langkah selanjutnya sebagai penulis kita harus mewujudkan ide itu menjadi
sebuah puisi. Tentunya dibutuhkan kreativitas dan pemilihan kata-kata yang
tepat untuk membangun suasana puisi itu. Sebagai contoh, kita ambil tema
‘’cinta pandangan pertama’’. Pilihlah kata-kata secara cerdas dan
hati-hati. Puisi yang indah tidak terlepas dari pemilihan kata yang
tepat. Pandangan pertama berhubungan erat dengan mata.
Langkah awal kita
harus mencari sinonim atau kata yang memiliki makna yang sama. Sinonim dari
mata adalah netra. Selanjutnya cari kata-kata yang masih berhubungan dengan
tema. Misalnya kita gunakan kata “ melihat’’. Masih dengan cara yang sama
carilah sinonim dari kata yang diinginkan. Sinonim dari kata melihat adalah
memandang, memantau, menatap, mengintip, melirik. Selanjutnya, olah kata dalam
bait agar menjadi lebih menarik. Buatlah berbagai kalimat dengan makna yang
sama.
Contoh :
Saat mataku melihatnya
Ada getaran dalam hatiku
Mungkinkah ini cinta yang kurasakan
Terasa hangat mengalir ke seluruh tubuhku
Maka bisa diubah menjadi :
Tatkala netraku memandangnya
Ada debar dan getar dalam dada
Inikah cinta yang kurasakan:
Terasa hangat menjalar ke seluruh syarafku
Puisi kedua
lebih menyentuh hati. Kenapa? Karena pemilihan kata yang tepat dan sesuai
dengan suasana. Hal yang tak kalah penting dalam menulis puisi adalah banyak
berlatih, dengan melakukan praktik secara langsung otomatis kita terbiasa
menentukan diksi yang tepat dan sesuai dengan yang kita inginkan. Bangun
suasana saat akan menulis puisi agar apa yang ingin kita ungkapkan
sampai kepada pembaca. Setelah kita bisa menyelesaikan satu puisi, jangan lupa
untuk mengevaluasi hasil karya kita, misalnya kita bisa memodifikasi, merevisi,
menambah atau menghilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai. Satu hal lagi
perbanyak membaca karya-karya orang lain untuk menambah wawasan dan menambah
perbendaharaan kata. Akhirnya, selamat berkarya, selamat belajar dan berlatih
menulis puisi agar pikiran dan hati ikut berkreasi.
‘’Berkaryalah sesuka hatimu asal jangan sampai
melanggar peraturan. Berkaryalah dan tunjukkan pada dunia bahwa dirimu ada.
Berkaryalah dengan hatimu dan cintailah karyamu. Berkaryalah semoga dengan karya
itu dirimu bisa lebih baik dan bisa lebih hidup. Berkaryalah jika itu merupakan
panggilan jiwamu. Berkaryalah jika itu panggilan hidupmu. Berkaryalah dan
tunggu keajaiban dari karyamu’’.
*)Eka Puspitasari. Dilahirkan di Bogor, 15
November 1996. Hobi menulis dan membaca. Berdomisili di Bogor, Jawa Barat.
Beberapa karya sudah diterbitkan dalam buku antologi bersama.
Foto: Google

Comments
Post a Comment