Skip to main content

Semangat Enam Tahun FAM Indonesia


FAMNEWS, Kediri – Perjalanan panjang Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di kancah nasional selama enam tahun terbukti membuahkan hasil. Namun demikian, rasa syukur kepada Allah SWT, loyalitas dan kerendahan hati selalu dipegang kuat oleh pengurus FAM Indonesia. Menjelang hari lahirnya, 02 Maret 2018 mendatang, FAM yang sebelumnya berkantor di jalan Mayor Bismo nomor 28 Pare, Kediri, Jawa Timur kini resmi berpindah di Jalan Langsep nomor 01A, Pare, Kediri.

FAM Indonesia yang fokus bergerak di bidang literasi telah memiliki 24 cabang lebih di berbagai daerah. Tercatat delapan cabang teraktif di tahun 2017, antara lain FAM cabang Surabaya, FAM cabang Luwu, FAM cabang Palu, FAM cabang Bosowasi, FAM cabang Sorong, FAM wilayah Jawa Barat, FAM cabang Depok, dan FAM cabang Palembang. Melalui cabang-cabang tersebut, FAM Indonesia terus berupaya menggaungkan semangat membaca dan menulis kepada lintas generasi. Terbukti, tak hanya kaum pelajar saja yang tergabung di dalamnya. Kaum professional seperti dosen, seniman, wartawan, guru dan lainnya kini mendominasi forum kepenulisan ini.



Berbagai kegiatan dan sayembara kepenulisan telah digelar, baik oleh FAM pusat maupun masing-masing cabang. Beberapa di antaranya ialah menggelar lapak taman baca, menyelenggarakan kompetisi menulis, bedah buku , seminar kepenulisan, baca puisi, kelas menulis online atau pun offline, berbagai lomba kepenulisan, serta kegiatan sosial lainnya. Selama enam tahun berkiprah, FAM tak hanya sanggup melahirkan penulis-penulis dengan karyanya yang hebat, hingga mereka yang berjodoh di balik layar sebagai editor, bahkan FAM telah menunjukkan bibit-bibit unggul dari penulis-penulis muda berbakat lainnya. Sebagian besar bermula bersama FAM Indonesia.

Selama kurun waktu 2016-2017, kedua pendiri FAM Indonesia mendapat penghargaan bergengsi di bidang literasi. Aliya Nurlela, terpilih sebagai Perempuan Inspiratif NOVA 2016 Bidang Seni & Budaya. Muhammad Subhan, terpilih sebagai salah satu penulis yang tampil di Ubud Writers & Readers Festival 2017.



FAM Indonesia melalui divisi penerbitan FAM Publishing hingga 6 tahun ini, tercatat telah menerbitkan 650-an judul buku—baik fiksi maupun nonfiksi. Saat ini puluhan naskah sedang proses terbit.

Pendiri FAM Indonesia, Aliya Nurlela merasa puas dan penuh syukur. Dengan rendah hati ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam membesarkan FAM Indonesia, terutama pengurus pusat dengan dedikasinya dalam mengelola berbagai kegiatan dan memotori penulis dalam menerbitkan bukunya di FAM Publishing, hingga mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepindahan kantor pusat FAM Indonesia dan FAM Publishing. Novelis ini juga berharap, ke depan FAM Indonesia akan berkembang lebih baik lagi.

Di hari lahirnya yang ke-6 tahun ini, FAM Indonesia tentu ingin terus mengibarkan bendera literasi di negeri sendiri. Bahkan menjangkau seluruh pelosok negeri. Membangkitkan gairah generasi penerus untuk mencintai membaca dan menulis, serta yang paling penting ialah berkarya untuk negeri. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...