Skip to main content

Yudha Prima, Rutin Berkoordinasi Membawa FAM Surabaya Raih Cabang Teraktif


FAMNEWS, Kediri - Dinobatkan sebagai cabang teraktif dari seluruh cabang yang ada di Indonesia-sepanjang 2017 lalu, Forum Aktif Menulis (FAM) cabang Surabaya hingga kini masih tetap eksis. Meski diakui Ketua FAM cabang Surabaya, Yudha Prima, memang tak serutin dulu kegiatannya. Dengan kesibukan masing-masing anggota, Yudha dan FAMili--sebutan anggota-- di cabang Surabaya berupaya tetap rutin menggelar kopi darat (kopdar), untuk sekadar berdiskusi terkait literasi.

"Meski sama-sama sibuk, kami berupaya setidaknya dua bulan sekali ada pertemuan kecil ataupun besar. Setelah sebelumnya kami menggelar Parade Buku Tunggal FAM cabang Surabaya, rencananya ke depan akan ditindak lanjuti dengan kopdar dan bedah buku yang telah diikut sertakan dalam parade tersebut," tutur Yudha Prima.

Agenda ini, lanjut Yudha, tentu bukan hanya mengupas buku tetapi juga diskusi kepenulisan dan saling berbagi motivasi untuk berkarya, khususnya dalam bentuk buku tunggal. Masih dikatakan Yudha, sementara ini agenda FAM cabang Surabaya akan dikendalikan oleh Reffi Dinnar--anggota FAM Surabaya, mengingat dirinya yang tengah fokus dengan kehamilan dan proses persalinan sang istri. "Tentu FAM Surabaya tidak ingin stagnan berkegiatan. Insyaa Allah dalam rangka milad keenam tahun, September 2018 mendatang, kami akan menyelenggarakan sayembara menulis lagi. Untuk ide konsep masih kami pikirkan," kata dia saat dihubungi TIM Media FAM.


"FAM cabang Surabaya merasa perlu aktif berkegiatan, karena kami tidak mau menjadi perkumpulan papan nama. Ada namanya tapi tak ada kegiatannya. Seperti sosok yang hidup tapi-maaf- lumpuh," imbuhnya. Menurut dia, kegiatan seperti inilah yang dapat memacu diri anggotanya untuk terus aktif menulis. Sementara jika hanya difokuskan untuk menulis saja, tanpa ada kegiatan rutin, sudah dapat dipastikan bahwa yang akan aktif hanya yang itu-itu saja. Tidak berkembang. Sementara salah satu misinya bersama FAM ialah menularkan kecintaan untuk berkarya. 

Tak ada kiat khusus memang, namun inilah yang diterapkan Sang Koordinator dalam mengakomodir FAMili-nya. Hingga kini mampu membawa FAM cabang 'sulung' diantara cabang lainnya di nusantara itu, sebagai cabang teraktif. "Alhamdulillah di FAM cabang Surabaya ada figur-figur hebat seperti Mbak Reffi Dinnar, Mbak Hanum, Bu Evi, Pak Agus Salim, Ryan, Mas Lihar, dengan dukungan teman-teman lainnya seperti Mas Handoko, Pak Yunus, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Merekalah motor penggerak FAM Surabaya," ungkap penulis Kun Muhibban yang kini disibukkan dengan proyek buku terbarunya, yang akan mengangkat profil seorang ahli listrik ini.

Keberhasilan FAM Surabaya memang patut diacungi jempol. Pasalnya, langkah mereka seperti lomba penulisan cerita anak dan juga lomba menulis bagi anak-anak, juga diikuti oleh FAM Pusat dan komunitas literasi lainnya. "Alhamdulillah, tanpa bermaksud meninggikan hati, kami senang bisa mencetuskan ide-ide tersebut. Akhirnya menjadi inspirasi yang lain untuk melakukan agenda serupa," ujarnya sembari mengungkapkan kebahagiaannya, karena anak-anak saat ini sudah memiliki pilihan cerita-cerita yang menyehatkan untuk dibaca.

"Harapan saya untuk FAMili sederhana, semakin banyak yg berani berkarya, khususnya karya tunggal. Itu saja. Jangan mengaku suka menulis kalau karya saja tak ada," tegasnya.

Selama 5 tahun berkiprah dan beberapa kali mengadakan lomba menulis buku, kini FAM Surabaya telah mencetak beberapa antologi cerpen diantaranya, Jembatan Merah, antologi puisi Semanggi Surabaya, antologi cerpen Meraih Impian, antologi puisi Menjadi Indonesia, antologi cerita Anak Kelingking Persahabatan, dan 4 buku tunggal.

"Saya tidak ada tips khusus untuk menggerakkan FAM Surabaya, yang penting bagi saya bukan kibaran benderanya, tapi karyanya. Artinya, saya ingin orang mengenal dekat FAM Surabaya lewat karya-karya anggotanya. Bagi saya, tidak penting apakah publik mengenal siapa Ketua FAM Surabaya, yang terpenting mereka tahu apa itu FAM Surabaya dan bagaimana kiprahnya, serta apa saja karyanya," pungkas Yudha Prima. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...