Skip to main content

Tanpa Laptop Tulisan pun Jadi


Oleh: Gunawan

Tak sedikit teman saya yang ingin punya karya tulis dan bahkan buku. Namun, ada saja alasan yang membuat mereka itu tak kunjung mewujudkan impian tersebut. Salah satu alasan yang kerap saya dengar, adalah tak punya laptop.

Padahal, jika seseorang benar-benar ingin punya karya tulis dan buku, alasan semacam ini tak akan mungkin dilontarkan. Mengapa? Sebab, masih banyak media lain yang bisa digunakan untuk menelurkan tulisan demi tulisan. Masih banyak alat bantu lain yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan buku demi buku.

Anda bisa memanfaatkan buku tulis dan pulpen untuk merangkai kata dan kalimat. Ya, jika tak punya laptop pribadi, gunakan saja buku tulis. Tulis saja di situ, sedikit demi sedikit. Nanti kalau sudah dirasa naskah telah cukup, boleh pinjam komputer/laptop teman untuk kemudian diketik lagi tulisan tangan tersebut. Atau, boleh juga Anda memanfaatkan warung internet. 

Saya sendiri sudah pernah melakukan hal semacam ini. Buku solo saya yang pertama dan kedua, semuanya bermula dari tulisan tangan di buku tulis. Lalu, saya pinjam komputer/laptop teman untuk mengetik kembali. Juga, memanfaatkan warnet terdekat. 

Jika punya Handphone apalagi yang berjenis Smartphone, Anda juga bisa memanfaatkan itu untuk menulis dan menelurkan buku. Mudah, kok. Salah satunya, jika Anda memakai Smartphone, Anda bisa menulis/mengetik di aplikasi "Memo". Tulis saja sedikit demi sedikit. Suatu saat, yakinlah buku demi buku akan bisa Anda wujudkan. Coba saja.

Saya pernah juga melakukan hal semacam ini. Ada beberapa buku karya saya yang lahir dari rahim Handphone. Buku "Menulis dalam Keadaan Sakit" merupakan buku yang saya tulis menggunakan telepon genggam. (Calon) buku "Menggugat Diri" juga, saya rakit pakai HP. Termasuk buku yang berjudul "Suara Hati Sang Pengembara", juga atas bantuan telepon genggam.

Tulisan sederhana yang sedang Anda baca ini juga, saya tulis pakai telepon genggam. Masih ada ratusan lagi judul tulisan ringan yang saya rampungkan hanya menggunakan Handphone. Kini, buku terbaru lagi yang berjudul "Sejuta Nasihat dalam Lautan Lara", saya rangkai menggunakan HP.

Jadi, laptop bukanlah satu-satunya media untuk merangkai kata dan kalimat, paragraf demi paragraf. Banyak alat bantu lain yang bisa dimanfaatkan. Misalnya, menggunakan buku tulis dan telepon genggam.

Ya, tanpa laptop, Anda pun bisa kok menghasilkan tulisan dan bahkan buku demi buku. Tinggal Anda mau atau tidak mewujudkannya. Tentu, dengan memanfaatkan media seperti yang dimaksud. Atau, media apa pun yang Anda punya.  [FAM]








*Gunawan. Lahir di Doro Luwu, 10 September 1989. Buah hati dari pasangan Ibu Siti Nuraeni dan Bapak Bakri Murthalib (yang berprofesi sebagai seorang petani). Putra asli Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima ini, merupakan alumnus Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar. Pernah ikut berpartisipasi dalam program Gerakan Seribu Buku (GSB) yang diselenggarakan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar pada tahun 2013 dan tahun 2014.Hingga kini telah menelurkan 24 judul buku, nonfiksi dan fiksi. Beberapa buku terbarunya berjudul “Suara Hati Sang Pengembara”, “Menulis dalam Keadaan Sakit”. Juga, sebagai penyunting, dan telah menyunting beberapa buku karya penulis lainnya. Beberapa naskah buku solo lagi, siap masuk dapur penerbit. Ada yang fiksi, ada pula yang nonfiksi.
Mantan Ketua Umum MATRIX SC ini senang dan bahagia sekali, bila bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sesama, terlebih melalui karya tulis. Maka, yang menjadi salah satu agendanya kini, adalah berbagi dan menyebarkan virus literasi kepada siapa pun yang membutuhkan. Baik di dunia maya maupun di alam nyata. Jika ada komunitas atau instansi Anda yang ingin mengadakan pelatihan menulis, seminar kepenulisan atau sejenisnya, bisa langsung menghubunginya. Insyaallah, siap membantu dan berbagi pengalaman.
Pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di SDN Rora, SDN Padende, SMPN 1 Dompu, SMAN 1 Dompu, dan SMAN 1 Kempo ini, bisa dihubungi di surel: gunawan.mtk@gmail.com. Facebook: Gunawan Mat’uin. Instagram: @mr_gun_mijo. Twitter: @Gunawan MIJO. WhatsApp dan Telegram: 082347310849.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...