Skip to main content

Terbukanya Jendela Dunia


(Reportase FAM Surabaya)

"Lebih suka lihat mana, jendela yang tertutup atau terbuka tirainya?" tanya Kak Yudha dari FAM Surabaya kepada 40 siswa kelas 5 SD Santa Theresia 2.

"Yang terbuka," jawab anak-anak.

"Mengapa?" tanya Kak Yudha kemudian.

"Karena bisa lihat pemandangan di balik jendela," jawab sebagian siswa.

"Juga ada cahaya luar yang masuk," begitu pendapat siswa lainnya.

"Nah seperti itu juga dengan buku. Buku yang tak pernah dibaca seperti jendela tertutup tirai. Beda dengan buku yang dibaca. Jadi, membaca buku berarti membuka jendela dunia. Terbukanya jendela dunia akan membuat kalian bisa mengetahui banyak hal."

Itulah gambaran kampanye budaya literasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur bekerjasama dengan FAM Surabaya pada hari Senin pagi, 27 Mei 2019. Dibuka dengan sosialisasi keberadaan Perpustakaan Provinsi oleh Kak Tono dan rekan-rekannya, kampanye dilanjutkan oleh Kak Evie Suryani dengan media bonekanya. Pada kesempatan itu, Kak Evie mencoba mengukur sejauh mana daya baca para siswa dengan melempar pertanyaan berapa panjang jembatan Suramadu.

Selain memotivasi para siswa, Kak Yudha seperti biasa juga melempar beberapa pertanyaan quiz berhadiah seputar pengetahuan alam dan sejarah. Misinya satu: membuktikan bahwa gara-gara banyak membaca, manusia jadi mendapat banyak ilmu dan pengetahuan. Seperti kata Kak Tono, nilai manusia bisa diumpamakan gelas air mineral. Semakin berharga isinya, maka gelas itu juga ikut semakin bernilai.

Bukan hanya mengkampanyekan sadar membaca, FAM Surabaya juga membuat tantangan menulis 1 paragraf dengan 3 kata kunci: jendela, buku, pena. Masih sangat sederhana memang isi dan diksi tulisan mereka. Namun keberanian mereka itulah yang patut diapresiasi. Masih sangat banyak anak-anak seusia mereka yang takut menulis, merasa tak pandai menulis, dihantui mitos bahwa menulis itu sulit dan perlu bakat khusus. Padahal, terlalu banyak peristiwa nyata yang mereka alami tiap hari bisa dituliskan.

Ke depannya, FAM Surabaya dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur berharap, semakin banyak sekolah yang membuka diri terhadap kampanye budaya literasi sehingga dukungan mereka terhadap Surabaya Kota Literasi tak terbatas pada lebar spanduk. [Laporan: Yudha Prima, Koordinator FAM Wilayah Surabaya]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...