Puisi ini ditujukan kepada mereka yang menjunjung tinggi arti persahabatan. Pada baris-baris awalnya dapat kita jumpai betapa masalah membuat diri kita tidak selalu dapat berdiri sendiri. Sebagai makhluk sosial, tidak dapat dipungkiri, kehadiran orang-orang terdekat--termasuk sahabat--merupakan sesuatu yang berarti. Di sanalah kemudian sahabat hadir sebagai pelipur lara. Di sanalah kemudian sahabat hadir untuk turut serta merasakan pedih yang kita alami. Lalu mengajak bangkit dari keterpurukan.
Sahabat sejati adalah teman terbaik, yang menyediakan diri untuk ada bersama kita di kala suka maupun duka. Begitu juga sebaliknya. Bukan sahabat sejati kalau hanya bersama di waktu senang.
Beberapa koreksi dari Tim FAM Indonesia mengenai EYD. "Kan" sebaiknya ditulis "'kan" (perhatikan tanda apostrof), "slalu" baiknya tertulis "selalu", "dicela" mungkin maksud penulis adalah "di sela" (karena dalam baris tersebut apabila menggunakan kata kerja pasif "dicela", nampak kurang tepat), serta "disisi" yang benar adalah "di sisi".
Saran dari kami agar penulis terus berlatih. Perkaya perbendaharaan kata Anda dengan banyak membaca. Pemilihan diksi yang matang akan menjadikan puisi Anda lebih indah. Tak hanya itu, pena Anda pun akan semakin tajam dan karya-karya yang dihasilkan ke depan bisa lebih baik lagi.
Tetap semangat.
Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
[BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
SAHABAT
Sariah Hamid IDFAM1895U
Kala lara bertandang
Hati tersayat,dada pun sesak
Genangan bening bak banjir
Sahabat...
Engkau laksana malaikat hati
Kan slalu hadir dicela waktu
Menemani jiwa yang tak tentu
Sahabat...
Hadirmu menyejukkan kalbu
Hadirmu menenangkan sukma
Betapa berartinya sang dikau
Gelap dan terangnya
kan slalu disisi
Nama : Sariah Hamid
Asal: Tolitoli-Sulawesi Tengah
E-Mail: riaabhy@gmail.com
Sumber ilustrasi: santabanta.com
Sahabat sejati adalah teman terbaik, yang menyediakan diri untuk ada bersama kita di kala suka maupun duka. Begitu juga sebaliknya. Bukan sahabat sejati kalau hanya bersama di waktu senang.
Beberapa koreksi dari Tim FAM Indonesia mengenai EYD. "Kan" sebaiknya ditulis "'kan" (perhatikan tanda apostrof), "slalu" baiknya tertulis "selalu", "dicela" mungkin maksud penulis adalah "di sela" (karena dalam baris tersebut apabila menggunakan kata kerja pasif "dicela", nampak kurang tepat), serta "disisi" yang benar adalah "di sisi".
Saran dari kami agar penulis terus berlatih. Perkaya perbendaharaan kata Anda dengan banyak membaca. Pemilihan diksi yang matang akan menjadikan puisi Anda lebih indah. Tak hanya itu, pena Anda pun akan semakin tajam dan karya-karya yang dihasilkan ke depan bisa lebih baik lagi.
Tetap semangat.
Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com
[BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]
SAHABAT
Sariah Hamid IDFAM1895U
Kala lara bertandang
Hati tersayat,dada pun sesak
Genangan bening bak banjir
Sahabat...
Engkau laksana malaikat hati
Kan slalu hadir dicela waktu
Menemani jiwa yang tak tentu
Sahabat...
Hadirmu menyejukkan kalbu
Hadirmu menenangkan sukma
Betapa berartinya sang dikau
Gelap dan terangnya
kan slalu disisi
Nama : Sariah Hamid
Asal: Tolitoli-Sulawesi Tengah
E-Mail: riaabhy@gmail.com
Sumber ilustrasi: santabanta.com

Comments
Post a Comment