Skip to main content

Ulasan Puisi "Sayonara Dunia" Karya Danar Dwi Anandika (FAMili Banyumas)

Puisi ini berisi semacam kekesalan hati tentang dunia yang porak poranda. Ini tergambar jelas sejak bait pertama. "Meranggas", "badai gurun", dan "fatamorgana" mungkin sebagai sebuah metafora bagi keadaan di mana kekacauan, kejahatan, ketidakadilan, dan segala macam bentuk keburukan mulai berkuasa.

"Bidak catur" yang tak lagi menurut pada tuan, tak lain adalah sebuah pelanggaran yang terang-terangan terjadi namun tetap dibiarkan, atau malah dipelihara. Ironisnya, "orang-orang tidur terlelap" pada bait ketiga adalah rasa nyaman yang tak wajar—yang justru dianggap sebagai bagian tak terbantah dari kemajuan zaman. Adakah kesadaran dalam hati manusia-manusia itu ketika kebenaran mulai mati, dari yang tadinya putih menjadi hitam?

Puisi ini sederhana tapi dalam makna. Namun dari segi penulisan tidaklah rapi, karena nyaris dari seluruh bait puisi ini, penulis mengetiknya dengan tidak memberi jarak/spasi antara satu kata dengan kata yang lain. Maka puisi ini tidak dapat dinikmati secara utuh oleh pembaca dan tentu jika dilihat akan terasa kurang nyaman. Untuk penulis diharapkan agar pada karya-karya berikutnya agar lebih teliti, terutama mengedit ulang tulisan-tulisan Anda hingga rapi. Bukankah tulisan yang rapi akan lebih nyaman untuk dibaca? Selain itu juga kekurangrapian dapat mengurangi makna kuat yang tersimpan dalam tulisan kita.

Terus berkarya dan jangan berhenti menulis.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Sayonara Dunia
Danar Dwi Anandika (IDFAM1840U)

Duniainimeranggasmenahanpanaspenuhsengsara
Badaigurunmelibasserpihanjiwa
yanglinglungdalamlingkaranfatamorgana

Padaabadiniduniaberduka
Sebabbidakcaturtaklagimenurutpadatuan
Kudaacuanberlaritanpalintasan

Duniamerintih, sakit….
Sayang, orang – orang tertidurlelap
Mimpiindah di antaramahkotaRafflesiaarnoldi

Duniatakmaulagiberkerabat
Ah, siapapeduli

Sumber ilustrasi: annyas.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...