Skip to main content

Proses Kreatif Buku Kumpulan Cerpen Anomali

Oleh Yudha Prima

Penyusunan buku kumpulan cerpen “Anomali” memakan waktu bertahun-tahun. Berawal dari ketertarikan saya dengan cerpen-cerpen yang menyoroti realita kehidupan, saya kemudian melakukan kontemplasi. Menurut ingatan saya yang belakangan mulai mengalami penurunan sebagai tanda masih muda ini, saya mulai menulis cerpen sekitar tahun 2007 Sesudah Masehi. Saat itu Indonesia masih diwarnai dengan berbagai bencana alam. Bagi sebagian orang yang malas berpikir pasti akan menganggap ini fenomena alam belaka. Namun saya mencoba merenung dan membandingkannya dengan kaum nabi Nuh Alaihissalam dan juga kaum Ad dan Tsamud yang dimusnahkan karena pembangkangannya. Saya berpikir, bukan tidak mungkin berbagai bencana ini merupakan jawaban Allah atas suara hati kaum tertindas. Akhirnya, saya tuangkan bayangan-bayangan saya itu menjadi sebuah cerita berjudul Setengah Tiang. Inilah cerpen pertama saya. Sempat saya kirimkan ke media cetak dan alhamdulillah tidak dimuat.

Tahun 2009 adalah tahun politik untuk negeri ini. Seperti biasa, berbagai manuver politik untuk mendapatkan suara rakyat dilakukan. Jujur, saya adalah salah satu rakyat yang makin muak dengan berbagai kepura-puraan para pemain politik. Kemuakan saya itupun mendorong saya untuk menulis cerpen berjudul Politisi Bukanlah Merpati. Saya kirimkan ke media cetak dan lagi-lagi tidak dimuat.

Cerpen ketiga adalah Malaikat Juga Bingung, Tiara. Ide ceritanya adalah dari kisah nyata yang saya alami sebagai seorang pendidik. Tiara (bukan nama sebenarnya) adalah siswa bimbingan saya. Saya mengagumi perjuangannya dan utamanya kejujurannya. Dia tidak ingin mengotori prestasinya dengan kecurangan. Kekaguman inilah yang membuat saya memutuskan untuk mengabadikan kisah perjuangannya menjadi kisah fiksi dalam bentuk cerpen. Alhamdulillah, cerpen ini kembali tidak mebuat awak media tertarik untuk memuatnya.

Tiga kali ditolak media membuat saya kehilangan minat menjadi penulis. Saya putuskan untuk vakum beberapa sampai batas waktu yang tak tentu. Hingga akhirnya pada saat Ramadhan 2014 saya berta’aruf dengan Forum Aktif Menulis Indonesia dan mengikutu beberapa even penulisan cerpen. Alhamdulillah sejak itu ghirah menulis saya tumbuh lagi.

Setelah beberapa cerpen saya dimuat di beberapa antologi terbitan FAM Publishing, saya bulatkan tekad untuk menyusun buku tunggal. Alhamdulillah, setelah sekitar 1,5 tahun menjadi anggota FAM Indonesia, saya bisa memproduksi 10 cerpen lagi hingga terkumpul menjadi satu buku yang kemudian diberi judul Anomali.

Mengapa saya beri judul Anomali? Karena semua cerpen yang ada di buku tersebut terinspirasi dari berbagai bentuk ketidaknormalan yang terjadi di negeri ini. Baik itu di dunia pendidikan, masalah sosial ekonomi, di rumah tangga, di dalam angkutan kota, dan sebagainya. Dengan demikian, boleh dibilang buku ini adalah saya, suara hati saya yang gelisah. Dan selama saya masih bisa menjumpai adanya anomali yang membuat hati saya dan mungkin juga anak-anak bangsa ini gelisah, selama itu pula buku Anomali akan menyuarakannya.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...