![]() |
| FAM Surabaya |
Mengangkat tema “Kiat Menulis Non Fiksi”, FAM Surabaya menghadirkan seorang narasumber yang kompetensinya tidak perlu diragukan lagi, yaitu M. Anwar Djaelani atau yang juga biasa disapa dengan Ustadz Anwar.
Beliau adalah seorang kolumnis di berbagai media cetak, penulis buku “Warnai Dunia dengan Menulis”, dan juga pengurus Yayasan Bina Qalam.
Meski berdurasi hanya sekitar 2 jam, namun sebelas pecinta menulis yang hadir pada kopdar kali ini merasa cukup terpuaskan karena mendapat bekal berharga berupa ilmu baru dari Ustadz Anwar.
Sebagaimana catatan Reffi Dhinar Seftianti, anggota FAM Indonesia yang juga hadir pada kopdar tersebut, Ustadz Anwar banyak memberi motivasi dan ilmu seputar penulisan nonfiksi.
Di awal pertemuan, Anwar Djaelani memberi suntikan motivasi pada peserta yakni dengan menjelaskan tiga kelebihan utama menulis. Menulis dapat menjangkau pembaca secara lebih luas, memungkinkan dapat menghasilkan sebuah karya yang abadi dan mampu menggerakkan hati pembacanya.
Selanjutnya, Ustadz Anwar memberi pengajaran mengenai teknik penulisan artikel ilmiah populer. Peserta kopdar diajari teknik menemukan tema, penguasaan materi tulisan, pembuatan outline dan menyusun isi artikel yang baik.
Selain teori singkat, Ustadz Anwar juga memberi contoh artikelnya yang pernah dimuat di surat kabar. Teori dipadukan contoh aplikasi, membuat penjelasannya semakin mudah dipahami. Ustadz Anwar juga memberikan wawasan berupa jenis-jenis karya nonfiksi selain esai, seperti feature dan juga karya tulis ilmiah.
Diharapkan, pascakopdar ini, para pecinta menulis di Surabaya semakin gandrung dengan membaca dan menulis, dan terus bergerak untuk menjadikan literasi sebagai budaya bangsa. (*)
Lihat Koleksi Buku Karya Anggota FAM Indonesia DI SINI.

Informasi yang menarik, salam hangat dari Pembicara Wanita
ReplyDelete