By: Nuryadin
Sebagian
besar kita mungkin pernah mengalami dan merasakan secara langsung yang namanya
kegagalan. Entah itu gagal dalam pekerjaan, pendidikan, kompetisi,
pertandingan, persahabatan, menjalin hubungan dengan orang terkasih, dan dalam
berbagai aspek kehidupan lainnya.
Saat
mengalami suatu kegagalan respon kita biasanya beragam. Ada yang menerima
kegagalan dengan lapang dada dan perasaan legowo. Ada yang
menanggapinya dengan sikap biasa-biasa saja. Dan ada juga yang meratapi,
menyesali, dan menyalahkan diri sendiri ataupun pihak lain atas kegagalan yang
dialami.
Tentu
hal-hal tersebut wajar terjadi. Karena kegagalan pada dasarnya memang
mendatangkan perasaan yang tidak mengenakkan. Siapa sih yang
ingin gagal? Semua orang pasti ingin apa yang dilakukan dalam hidupnya berhasil
dan sukses.
Namun
kita harus memahami bahwa kegagalan merupakan suatu hal yang lumrah adanya.
Kegagalan itu sendiri laksana siklus kehidupan. Ia adalah pasangan dari sebuah
kesuksesan. Keduanya terus berputar. Bergantian dalam mengikuti dinamika
kehidupan manusia. Suatu ketika seseorang mengalami kegagalan, di kesempatan
lain ia menggapai kesuksesan. Demikian sebalikanya.
Refleksi
dan Terus Berusaha
Ketika
mengalami kegagalan, kita sepatutnya belajar dan mengevaluasi apa yang telah
dilakukan. Seberapa besar usaha yang telah kita perjuangkan. Apakah upaya kita
selama ini sudah berada pada koridor yang benar atau tidak? Di situlah kita
merenung dan melakukan refleksi.
Kegagalan
sejatinya menjadi sinyal dan indikasi bahwa ada hal yang kurang atau tidak kita
cermati, sehingga target dan hasil yang ingin kita raih tidak tercapai. Bisa
pula kegagalan terjadi karena terdapat suatu hikmah dan pelajaran penting yang
ada di baliknya, yang kadangkala luput dari pengamatan kita.
Lebih
lanjut jika suatu kegagalan kita cermati dengan bijak, justru hal itu dapat
mendewasakan diri kita dalam menjalani kehidupan. Penting pula kita camkan
bahwa kegagalan tidak perlu kita sesali dan ratapi terus-menerus, sehingga
membuat semangat hidup mengendur, dan kehidupan kita menjadi berantakan.
Anggaplah
kegagalan sebagai proses dan warna dalam kehidupan. Pepatah populer berikut
setidaknya dapat menyemangati hidup kita saat mengalami sebuah kegagalan, kegagalan
adalah sukses yang tertunda.
Belajarlah
dari kehidupan orang-orang besar yang sukses hidupnya. Mereka yang meraih
sukses tersebut tentu pernah mengalami kegagalan. So, kenapa
takut gagal? Teruslah berusaha. Nikmati prosesnya. Jika gagal, coba lagi dan
lagi. Semakin kita paham akan kegagalan, semakin dewasa kita dalam menjalani
hidup, dan peluang berhasilpun semakin besar pula. Begitulah filosofi
kegagalan. [FAM]
*)Nuryadin,
kelahiran Puruk Cahu, Kalimantan Tengah. Hobinya membaca dan menulis.
Menyelesaikan studinya di Banjarmasin dan Yogyakarta. Beberapa karya tulisnya
dimuat di koran, majalah, jurnal, website, dan buku antologi.
Foto:
Google

Comments
Post a Comment