Skip to main content

Tiga Resep Ampuh untuk Penulis Pemula; Menulis! Menulis! Menulis!


By: Mister Hadi

Dalam suatu acara pelatihan kepenulisan yang disampaikan oleh salah satu penulis yang sangat produktif di Indonesia. Penulis tersebut melempar sebuah pertanyaan kepada para peserta pelatihan menulis. Ia bertanya; Bagaimanakah cara untuk menjadi penulis pemula yang hebat? Beberapa dari peserta pelatihan menulis tersebut ada yang mengangkat tangan tanpa ragu langsung menjawab; “Harus rajin membaca Pak” jawabnya. Sang Penulis itu kembali memberikan kesempatan kepada peserta lain untuk menjawab, “Belajar menulis paragraph pendek Pak” kemudian yang lain lagi menjawab “Sering menulis di buku diary pak” “Harus banyak belajar menulis pak” “Sering ikut pelatihan menulis pak”. Baiklah, semua jawabannya benar. Namun yang paling benar adalah untuk bisa menjadi seorang penulis pemula ada tiga resep. Yang pertama Menulis! Yang kedua Menulis! dan yang ketiga adalah Menulis! Jika Anda semua melakukan tiga resep ini, maka Anda akan menjadi seorang penulis pemula yang hebat. Sejenak para peserta pelatihan menulis terdiam diiringi oleh tepuk tangan riuh memenuhi ruangan tersebut.

Sahabat penulis yang hebat, apa yang disampaikan oleh penulis di atas merupakan sebuah resep yang sederhana namun solutif. Karena pada intinya, menulis adalah mempraktikkan! Bukan latihan! Inilah yang membuat beberapa penulis pemula salah kaprah tentang pengertian menulis. Banyak yang berasumsi bahwa menulis perlu banyak ikut pelatihan dan sebagainya. Banyak orang bercita-cita ingin menjadi seorang penulis terkenal. Setiap hari ia ikut pelatihan menulis, baik itu pelatihan menulis fiksi maupun non-fiksi. Semua kegiatan pelatihan menulis selalu diikutinya. Ia tidak mau ketinggalan, kalau ada pelatihan menulis, semampunya ia berusaha untuk tidak absen dalam pelatihan tersebut. Namun, setiap kali ia mengikuti kegiatan pelatihan menulis, belum satu pun contoh baris, paragraph, artikel atau cerita  pendek yang pernah ia tulis. Setiap kali diminta untuk memberikan contoh tulisannya, ia tidak pernah mau menyerahkan tulisannya. Alasannya, karena ia belum bisa menulis dengan baik dan masih harus aktif lagi untuk mengikuti kegiatan atau pelatihan menulis.

Sikap skeptis (keraguan) inilah yang akan coba kita diskusikan pada artikel yang sederhana ini. Untuk menjadi seorang penulis aandal dan terkenal, memang seharusnya dianjurkan untuk sering mengikuti pelatihan atau training menulis, supaya dapat memahami bentuk dan jenis tulisan yang ingin kita tekuni. Akan tetapi, sebagai penulis pemula jangan terlalu lama terlena dengan kegiatan pelatihan seperti itu, karena akan membuang-buang waktu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mulai menulis apa saja yang ingin ditulis. Kebanyakan dari para penulis pemula merasa kesulitan dalam menuangkan ide-ide yang ada di kepala ke dalam bentuk tulisan. Tangan selalu salah dalam mengetik, tidak fokus. Tidak tahu harus memulai tulisan itu dari mana. Akhirnya apa yang terjadi? Tulisan yang sudah beberapa baris diketik di-delete lagi, kemudian diulang lagi, di ketik, di hapus lagi dan begitu seterusnya, sehingga akan membuat penulis pemula merasa bosan, malas, lelah, kurang confident  (percaya diri) untuk menuliskan karyanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, di bawah ini akan dijelaskan tiga resep ampuh bagi penulis pemula. Resep pertama adalah menulis! Untuk menjadi seorang penulis pemula yang hebat, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis. Pengertian menulis pada resep yang pertama ini adalah, mulailah menulis apa saja yang ingin ditulis. Tidak usah berpikir tulisan itu bagus atau tidak. Tulis saja apa yang ingin ditulis. Tulislah seperti mudahnya menulis status di Facebook, Twitter atau BBM dan status yang lain. Kadang banyak orang yang berpikir tidak bisa menulis, tapi untuk menulis status di facebook bisa berbaris-baris, bahkan sampai empat dan lima paragraph. Intinya, cobalah menulis apa yang senang untuk ditulis. Itu saja.

Resep yang kedua adalah menulis! Setelah membaca inti dari resep pertama, maka selanjutnya biasakan diri menulis sesuai topik dan tema. Jenis tulisan apakah yang mudah untuk ditulis. Sekiranya penulis mudah untuk menulis hal yang bersifat fiksi, maka dapat dilatih dan dikembangkan dengan mengasah imajinasi dengan membaca buku atau novel fiksi yang banyak di temukan di toko-toko buku mana pun. Begitu juga sebaliknya, kalau penulis lebih tertarik menulis tema atau topik tantang nonfiksi, maka harus memperbanyak khazanan bacaan yang nonfiksi. Contohnya, majalah, artikel, buku, makalah atau jurnal yang diterbitkan di kampus-kampus. Jangan pernah jenuh atau bosan untuk membaca, karena banyak membaca akan meningkatkan kualitas tulisan.
   
Jangan pernah berhenti menulis hanya karena mood (suasana hati) tiba-tiba hilang. Menurut pengalaman para penulis hebat, ketika lost of mood harus didobrak dan dilawan dengan keyakinan dan pemaksaan. Caranya dengan menghadirkan selalu mood yang nyaman. Sekiranya penulis tidak membuat suasana mood yang nyaman, maka tulisan itu tidak akan pernah rampung, apalagi kalau mood atau suasana hatinya tidak kunjung menghampiri, akan tambah kacau. Permasalahan mood memang menjadi momok baru bagi penulis pemula. Tergantung bagaimana seni dari masing-masing penulis untuk mengusir suasana hati yang tidak mendukung tersebut. Maka salah satu hal yang harus dilakukan adalah dengan melawannya, tidak berlama-lama larut dalam suasana yang tidah nyaman. Ciptakan sendiri comfort zone (zona nyaman) di setiap saat akan menulis. Paksakan diri menggores setiap hari satu kalimat atau paragraph. Ketika ada ide baru muncul segera ambil pena atau laptop dan langsung menulis jenis ide tersebut. Jangan lama menunggu atau membuang-buang waktu, karena akan membuat ide/inspirasi itu lenyap sewaktu-waktu dari kepala. Salah satu cara untuk mengikat ide-ide tersebut adalah dengan menuliskannya di buku, laptop atau di computer. Maka setelah semua hal itu dilakukan, berarti siap-siaplah Anda menjadi penulis pemula yang andal. Apa yang dijelaskan pada paragraph ini merupakan resep yang ketiga yaitu menulis! 

Inilah tiga resep ampuh untuk penulis pemula. Yaitu menulis, menulis dan menulis. Semoga bermanfaat. 



*) Mister Hadi, adalah nama pena dari Sofian Hadi. Asli berdarah Taliwang. Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Saat ini sedang menempuh kuliah Pascasarjana S2 di Universitas Darussalam Gontor, jurusan Aqidah Filsafat. Pengalaman menulis, cerpennya yang berjudul “Sebait Do’a Untuk Sang Guru” masuk dalam 10 besar cerpen terbaik dalam lomba Aksara 2016. Saat ini sedang menulis sebuah novel tentang kehidupan di pesisir Pantai Taliwang.  Cita-cita adalah menjadi penulis terkenal dan ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa ia ada untuk berkarya.


Foto: google

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...