Skip to main content

Menggugah Kesadaran dan Kemampuan Guru Menulis


Di era teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini para guru dituntut mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan, terutama pendidikan pada jenjang usia dini hingga menengah. Merekalah aktor lapangan yang sehari-hari berurusan dengan pendidikan.

Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru guna menunjang tugas dan tanggung jawab mulianya sebagai pendidik adalah kemampuan menulis. Keterampilan menulis sama pentingnya dengan keterampilan membaca, menyimak, berkomunikasi dan kemampuan memanfaatkan perangkat TIK.

Menulis merupakan upaya mengolah ide melalui rangkaian kata-kata yang secara tertulis. Kemampuan menulis tidak muncul seketika tanpa upaya dan proses kreatif. Menulis adalah aktivitas kepekaan dan kreativitas. Keterampilan menulis berbanding lurus dengan keterampilan membaca efektif.

Oleh karena itu, guru dituntut menguasai kemampuan dan keterampilan menulis. Menulis adalah upaya mengaktualkan pengetahuan yang dimiliki serta memaknainya dalam rangkaian kata dan bahasa yang memikat.

Adalah sebuah ironi jika seorang guru tidak mahir menulis bahkan enggan menulis. Menulis selain bertujuan untuk mengolah ide ataupun gagasan juga berfungsi mengkomunikasikan gagasannya kepada peserta didik dan masyarakat secara umum. Menulis juga dapat menjadi sarana meningkatkan kredit seorang guru untuk kenaikan pangkat dan tunjangan profesinya.

Bila mengacu pada realitas saat ini mungkin tidak banyak guru yang memiliki kemampuan menulis yang memadai. Dibandingkan dengan dosen, gurulah yang minim dalam melahirkan karya tulis, terlebih karya tulis ilmiah seperti artikel, paper, laporan penelitian ataupun buku.

Ada beragam alasan yang bisa kita ajukan mengapa seorang guru tidak memiliki kemampuan memadai dalam hal tulis-menulis. Seperti tidak terbiasa menulis, bingung cara memulai sebuah tulisan, menulis tentang apa, terlalu sibuk, malas menuangkan ide dalam bentuk tulisan, dan alasan lainnya.

Menulis: Bakat atau Proses Belajar?

Mungkin sebagian kita beranggapan bahwa menulis merupakan bakat bawaan, dan tidak setiap orang punya kemampuan tersebut. Tentu anggapan tersebut perlu diluruskan. Jika menulis dipandang sebagai bakat bawaan, maka tidak semua orang ditakdirkan menjadi penulis. Faktanya menulis bisa dilakukan dan dikuasai oleh siapa pun yang tekun dan terus mengasah kemampuannya, meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal yang tinggi.

Setiap orang pada dasarnya mempunyai potensi dalam menulis. Bakat menulis bisa lahir dan aktual jika diiringi dengan ketekunan dan ketelatenan. Guru sendiri sebenarnya sangat berpotensi dalam menulis, karena kesehariannya selalu bersentuhan dengan dunia pendidikan dan literasi.

Yang perlu dipahami adalah kemampuan menulis tak muncul seketika tanpa upaya dan proses yang gigih. Dengan kata lain keterampilan menulis tidaklah diperoleh secara instan. Menulis adalah aktivitas dengan kesungguhan yang disertai kreativitas. Menulis membutuhkan proses latihan tanpa kenal lelah dan pantang menyerah.

Motivasi Menulis

Untuk menjadi penulis membutuhkan proses dan usaha yang tak kenal lelah. Ada beberapa tahapan penting bagi guru dalam menumbuhkan motivasi dan meningkatkan keterampilan menulis.

Pertama, menulis pada dasarnya sama dengan berbicara. Berbicara menggunakan lisan dan terbilang mudah. Bedanya menulis menggunakan media tulisan, yang membutuhkan kreativitas dalam mengolah kata, pilihan kata,penggunaan logika dan lain sebagainya.

Kedua, untuk menulis membutuhkan latihan dan pembiasaan. Ada sebuah pernyataan yang sering kita dengar, semakin berlatih semakin terlatih. Jika sering menulis dan menjadi kebiasaan, maka kemampuan dan keterampilan menulis semakin meningkat.

Ketiga, untuk menjadi penulis memerlukan bahan. Bahan yang ditulis diperoleh dari beragam sumber seperti buku, televisi, internet, maupun pengalaman dan kejadian sehari-hari. Membaca adalah modal dasar untuk menjadi penulis. Penulis membutuhkan bahan dari bacaan. Konsekuensinya menjadi penulis haruslah gemar membaca.

Keempat, menulis adalah bagian dari melestarikan ilmu pengetahuan. Untuk melestarikan ilmu pengetahuan, menulis adalah upaya memelihara tradisi ilmu pengetahuan dengan menstransfernya dari generasi ke generasi lain.

Kelima, mulailah menulis hal-hal sederhana. Misalnya menyangkut aktivitas sehari-hari, pengalaman ataupun menulis hal-hal fiksi. Asah terus kemampuan menulis agar terbiasa. Latihan yang selalu dibiasakan akan meningkatkan kapasitas menulis seorang guru.

Berbagai upaya dapat dilakukan guna menumbuhkan kesadaran dan mendorong guru dalam menulis. Pemerintah maupun pimpinan lembaga pendidikan mempunyai peran yang penting dalam mendorong guru untuk menulis.

Kenaikan pangkat dan jabatan serta pemberian tunjangan bisa dilakukan melalui tugas menulis. Cara seperti ini mempunyai nilai efektivitas yang besar dalam mendorong guru menulis. Upaya lain adalah dengan mengadakan kompetisi menulis baik di lingkup internal lembaga pendidikan maupun antar lembaga pendidikan tingkat regional maupun nasional.

Nah, sudah saatnya bagi para guru untuk mulai menggoreskan pena dan menggerakkan jari-jemarinya untuk menulis. Menulislah! Karena menulis adalah tradisi mulia peradaban. Semoga.


*)Nuryadin, Kelahiran Puruk Cahu, 10 Agustus 1986. Penyuka novel dan cerpen. Menyelesaikan studinya di IAIN Antasari Banjarmasin dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beberapa karya tulisnya dimuat di koran, majalah, jurnal, dan buku antologi.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...