Skip to main content

Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia Terbitkan Autobiografi Anak Atol


Selayar, FAMNEWS - Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia, Muh. Yakub meluncurkan buku terbarunya yang berjudul "Anak Atol" pada Minggu (22/10) malam lalu di Hall Royal Rayhan Resto. Acara yang digelar bersamaan dengan Pembukaan Festival Bajau Kepulauan Selayar tersebut, turut diisi dengan kegiatan seminar kemaritiman bertema, Upaya Memaksimalkan Kontribusi Suku Bajau Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.

Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Dr. H Zainuddin, S.H., M.H yang hadir sekaligus membuka Festival Bajau yang akan dipusatkan di Pasitallu Timur 25 - 26 Oktober 2017 itu antusias menyambut si "Anak Atol". Tak tanggung-tanggung, orang nomor dua di Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut juga menyemangati Direktur Eksekutif Same Sulaya Indonesia, Muh Yakub atas kelahiran karya teranyarnya itu.


"Saya berharap dengan dilaunchingnya buku ini, ke depan kebiasaan si penulis "Anak Atol" ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan" ujarnya sembari menambahkan agar seminar kemaritiman ini bisa menghasilkan sebuah rekomendasi, sebagai bahan acuan bagi pemerintah daerah untuk mencapai visi kabupaten Kepulauan Selayar. 


Dr. Tasrifin Tahara, seorang antropolog dan peneliti Bajau dari Universitas Hasanudin menilai "Anak Atol" merupakan sebuah catatan kebangkitan anak Bajau atas beban sejarah yang disematkan terhadap kelompoknya. Novel dengan sastra yang apik, kata dia, mengajak pembaca untuk masuk ke dalam dunia sosial yakni sebuah komunitas yang hidup di atas karang dengan sumber daya yang melimpah. "Bagi saya, karya ini memberi jawaban atas anggapan bahwa Bajau bukanlah sebuah 'history of neglected island' yang selama ini dianggap tidak penting dalam ke-bhineka-an di Indonesia" paparnya dalam testimoni "Anak Atol."

Muh. Yakub, dalam bukunya tersebut sedikit bercerita tentang perjalanan panjangnya menempuh pendidikan. Perjuangannya tersebut merupakan dalil kuat bahwa miskin tidak semestinya menghambat pendidikan. Hal ini diungkapkan oleh Rektor Institut Parahikma Indonesia, Dr. H. Azhar Arsyad, M.A. dalam testimoninya. Ia juga mengungkapkan fakta bahwa Muh. Yakub juga seorang santri, kemudian pengalaman spiritualnya itulah yang membawanya untuk mencintai alam dengan menjadi tokoh konservasi karang, hingga Ia aktif menginisiasi kegiatan yang diorientasikan terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan laut khusus Taman Nasional Taka Bonerate yang merupakan atol terbesar ketiga dunia. Perhatian serius Muh. Yakub dia buktikan dengan menginisiasi Pemilihan Duta Karang Taman Nasional Taka Bonerate Tahun 2016, Piagam Latondu, dan Festival Bajau Kepulauan Selayar Tahun 2017.

Dari "Anak Atol", Muh. Yakub ingin menginspirasi para generasi muda, khususnya anak-anak Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate agar terus semangat meraih cita dengan pendidikan. Buku terbitan FAM Publising yang diluncurkan pertengahan Oktober kemarin itu berisi sekitar 250 halaman. Manajemen FAM memberikan apresiasi positif atas terbitnya autobiografi tersebut. “Semoga karya Muh. Yakub dapat menginspirasi para penulis lain, terutama penulis di Kepulauan Selayar,” ujar Aliya Nurlela, Manajer FAM Publishing.

Untuk diketahui, Festival Budaya Bajau yang dipelopori oleh Muh. Yakub-seorang anak Bajau ini sendiri telah menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sehingga kegiatan tersebut dimasukkan dalam daftar 'Calender Of event Kabupaten Kepulauan Selayar 2018' yang telah dilaunching oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu lalu. [TIM FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...