Skip to main content

Update Final Peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Pelajar SLTP/SLTA Bertema “Sekolahku Kebanggaanku” 2017


Selasa, 24 Oktober 2017
Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z
[Penerimaan naskah ditutup]

1. A. Sella Nur Afifah (Selayar) – Judul Puisi: Sekolahku, aku rindu
2. Aghitsna Gita Pradita (Tuban) – Judul Puisi: Di sini Pendidikanku, Mak
3. Ahmad Radhitya Alam (Blitar) – Judul Puisi: Menanam Subur Bangga, Menyulam Kenangan Dan Kebanggan
4. Ahmad Zubaidi (Sumenep) – Judul Puisi: Jelajahi Pesantren pada Tubuh Kami
5. Aishah A’lam (Tuban) – Judul Puisi: Tak Terdefinisi
6. Andhini Lutvika Damayanti (Surabaya) – Judul Puisi: Sekolah Kebanggaanku
7. Andi Muhammad Aryasatya (Depok) – Judul Puisi: Sekolahku Kebanggaanku
8. Anju Eranti (Sandai) – Judul Puisi: Ladang Kebaikan
9. Annisa Muliani (?) – Judul Puisi: Bangunan Berkarakter
10. Arifi Dwi Fadila (Payakumbuh) – Judul Puisi: Sekolah Namanya
11. Arviani Nur (?) – Judul Puisi: Sekolahku, Anak TKJ
12. C. Sacchariphagus B (Jember) – Judul Puisi: Catatan Pelajar
13. Deden Rizki Oktaviana (Bandung) – Judul Puisi: Sekolah Penentu Masa Depan
14. Dhea Agatha Pasaribu (Belitung Timur) – Judul Puisi: Sekolah,Punya Kita, Berawal dari Sekolah
15. Dwi Sukmawati (Tegal) – Judul Puisi: Hujan di Gurun Tandus
16. Elisa Rahma Azizah (Lampung) – Judul Puisi: Tempat Kebanggaan
17. Epin Supini (Tangerang) – Judul Puisi: Kampus Oren
18. Fahran Wahyudi (Bekasi) – Judul Puisi: Gubuk Pengetahuan
19. Faisal Misbakhul Munir (Kediri) – Judul Puisi: Bait - Bait Kebanggaan
20. Faldi Agustian (Padang Pariaman) – Judul Puisi: Lentera Ilmu Di Pinggir Desa
21. Gerda Erina Ayu (Semarang) – Judul Puisi: Kisahku Sekolahku
22. Hana Farhani Maulida (Bogor) – Judul Puisi: Dekat Kali Pinggir Sawah
23. Indri Ana (Sumenep) – Judul Puisi: Aku, Proton dan Neutron
24. Intan Nur Fitri (Bangka) – Judul Puisi: Goresan Hati
25. Khairana Putri Widyahasya (Jakarta Selatan) – Judul Puisi: Sekolahku yang Menyenangkan
26. Maharesi Sophia Azadi (Depok) – Judul Puisi: Tempat Terbaikku
27. Miftakhus Sholikha (Mojokerto) – Judul Puisi: Secuil Kisah Tentangmu
28. Misbah Rajif Ibrahim (Magetan) – Judul Puisi: Potret Sekolahku
29. Mochammad Iqbal Sidiq (Bogor) – Judul Puisi: Sekolahku Guruku, Sekolahku Segudang Ilmu
30. Mu’iziyah Nur Hamida (Yogyakarta) – Judul Puisi: Zona Nyaman, Lonceng Semangat Juang
31. Mut Mainnah M (Watampone) – Judul Puisi: Taman Berbunga, Tempat Peraduanku
32. Naelufar Indy Khamroh (Arjawinangun) – Judul Puisi: Sekolahku
33. Nida Aulia Rahma (Lampung) – Judul Puisi: Ruang Ilmu Sekolahku, Kukenang Biru Putih
34. Novebrina Silalahi (Medan) – Judul Puisi: Rumah Kita
35. Novi Nur Islami (Sumenep) – Judul Puisi: Rumah Kedua
36. Nur Irdawana Nasution (Medan) – Judul Puisi: Kepingan Gedung itu
37. Nur Rahma (Sulawesi Selatan) – Judul Puisi: Sekolahku kebanggaanku
38. Nuriyah Rahmawati (Mojokerto) – Judul Puisi: Dari Madrasah Untuk Sebuah Mimpi
39. Nurkholipah (Cirebon) – Judul Puisi: Sekolah Kesayangan
40. Nurul Maudila (Sumenep) – Judul Puisi: Tuhan Adadi Sekolah
41. Prepti Ayu Maharani (Lampung) – Judul Puisi: Rumah Keduaku
42. Puji Ayu Lestari (Maja Lebak) – Judul Puisi: Kupu-Kupu Merindu, Sekolahku
43. Qanaiya Yosheila Kinasih (Palangka Raya) – Judul Puisi: Di tengah belantara, sekolah kecil tak berdinding
44. Raditya Andung Susanto (Brebes) – Judul Puisi: Kisah di Beranda Sekolah
45. Rahimdiawati Mila Anggraini (Nganjuk) – Judul Puisi: Dairy Ku
46. Rahma Sahara (Bengkulu) – Judul Puisi: Belajar Menatap Dunia
47. Rani Naomi Agustina Panjaitan (Medan) – Judul Puisi: My SecondHome
48. Resky Alfiansyah A (Pinrang) – Judul Puisi: Sudut Excel
49. Rifaldi (Kotawaringin) – Judul Puisi: Widya Dian Buana, SMANDA
50. Rifqi Rosyaifuddin Abdillah (Bandar Lampung) – Judul Puisi: Asa Di Ujung Penantian, Prasangka
51. Rizal Fathurrahman (Gresik) – Judul Puisi: Istanahku Menitih Asa, Menggali Asa Dalam Belaian Maktab
52. Sekar Ayu Ningtias (Cirebon) – Judul Puisi: Sekolahku Kebanggaanku, Sekolahku Kebanggaanku
53. Setyaningsih (Yogyakarta) – Judul Puisi: Untukmu Sekolahku
54. Shailin Khoriatul Laily (Kulon Progo) – Judul Puisi: Tonggak Ketiga Kepintaran ku
55. Siti Husniyah (Karanganyar) – Judul Puisi: Prestasi, Jemu
56. Sundari (Karanganyar) – Judul Puisi: Sekolahku, Sekolah
57. Supriadi (Wajo) – Judul Puisi: Antara 30S dan ‘Kampus Cemara', C'S'C Hikmah Pribadiku
58. Thaibah Astariyani (Palangka Raya) – Judul Puisi: Dinding – Dinding Bebak di Tanah Pengabdian
59. Tiara Syifadia Azhar (Bogor) – Judul Puisi: Album Kenangan
60. Toibahnur (?) – Judul Puisi: Balada Harapan di Lingkup Pendidikan, Kaki Menyambar Wadah Kukejar
61. Vania Nariswari Wahyu Araminta (Sidoarjo) – Judul Puisi: Sekolah Pencetak Generasi Emas
62. Vita Addelia Deviani (Kulon Progo) – Judul Puisi: Asa (AbraShankara)
63. Wahyudi (Lampung) – Judul Puisi: Sekolahku
64. Windarsih (Wonogiri) – Judul Puisi: Sisma Mada Laga
65. Yuhana Rahayu (Balangan) – Judul Puisi: Sekolahku
66. Zahra Nur Raufa Assegaf (Depok) – Judul Puisi: Sekolahku

Update di atas berdasarkan naskah yang sudah dikirim via email: lombafamindonesia@gmail.com.

TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA SEMUA. SALAM LITERASI!

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...