Skip to main content

Mendongeng sebagai Media Pendidikan Karakter


By: Wirdanengsih

Sekarang ini, dunia anak  anak umumnya adalah dunia yang pasif, sebagaian waktu senggang mereka yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya, ternyata banyak dihabiskan dengan bermain game di handphone, tablet dan laptop yang disediakan oleh orang tua mereka dan menonton televisi dalam waktu yang cukup lama.Awalnya pembelian alat tekhnologi bertujuan untuk komunikasi dan penambahan ilmu pengetahuan melalui situs pengetahuan tekhnologi, tetapi sesuai dengan perjalanan  waktu alat teknologi lebih sebagai alat permainan dan hiburan belaka bagi anak-anak.

Ketika seorang anak bermain game, konsentrasinya terfokus pada permainan yang ada di handphone atau tablet mereka dan ada kecenderungan mereka tidak mau diganggu, hal ini semacam secara tidak langsung membentuk  sifat egois dan individualistis. Dapat dikatakan anak-anak menjadi obyek, bukan sebagai subyek yang akan melakukan suatu tindakan.Kondisi inilah yang disebut sebagai ancaman kultural .

Tentu ancaman bisa kita hindari melalui strategi pendidikan dan pendidikan utama berada pada keluarga terutama pada ibu sebagai seorang pendidik.  Keluarga memiliki fungsi menanamkan nilai-nilai mengenai perbuatan baik, penanaman ini terjadi melalui proses interaksi sosial.Interaksi sosial dalam hubungan antara sesama anggota keluarga terutama hubungan dengan ibu . Dalam proses interaksi ini  terjadi proses internalisasi nilai-nilai.

Jadikan dongeng sebagai media pendidikanmu


Wahai ibu,jadilah engkau teman menjelang tidur ananda, sosialisasikanlah, tanamkanlah  nilai – nilai kebaikan  lewat dongeng-dongengmu yang mengasyikan.......

Dongeng merupakan sebuah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Pasalnya sejak kecil kita sudah diperkenalkan orang tua kita akan berbagai cerita rakyat yang ada di Nusantara ini. Bahkan seringkali dongeng tersebut menjadi inspirasi bagi seorang anak dalam bertingkah laku dan bercita-cita. Dongeng merupakan jenis tradisi lisan yang memiliki peran penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan diri anak. Sebab dalam dongeng terdapat unsur pendidikan dan unsur hiburan yang merupakan dunianya anak-anak. Pesan-pesan kebaikan di dalam dongeng akan mampu membawa anak-anak pada alam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat berprilaku baik. Namun perkembangannya saat ini tidak  bisa kita pungkiri bahwa anak-anak Indonesia mulai melupakan tradisi dongeng  di mana keberadaan alat-alat hiburan seperti  game on line pada handphone dan VCD. Teknologi tersebut membentuk suatu  mental ekstasi dalam diri anak-anak . Mentasi ekstasi yaitu suatu mental yang membentuk kepribadian terbalik di mana anak-anak seolah bangga jika melakukan perbuatan yang tidak baik. Ini tak lepas dengan adanya tokoh dalam cerita-cerita luar negeri yang menampilkan sosok penjahat yang memiliki kekuasaan dalam permainan game pada HP dan komputer mereka sehingga dimungkinkan dalam cerita tersebut tokoh jahat justru mengalahkan tokoh yang membela kebenaran. Tokoh yang jahat dan tokoh yang baik adalah sama-sama tokoh hebat. Berbeda dengan dengan  cerita dan dongeng tradisional Nusantara tokoh  jahat selalu digambarkan kalah oleh kebenaran dan kebaikan sehingga anak-anak terstimulus untuk berbuat kebaikan dan kebenaran harus ditegakan seperti yang layaknya tokoh-tokoh idolanya.  Hal semacam inilah yang mengarahkan   anak-anak kepada kebaikan.

Di dalam dongeng terdapat pesan-pesan kebaikan yang sangat berguna bagi perkembangan pola pikir anak-anak. Mendongeng kepada  anak dapat memupuk rasa percaya diri anak. Namun hal ini juga tergantung pada pemilihan tema dan cerita yang terkandung dalam dongeng itu sendiri. tema cerita akan memberikan kesan mendalam pada perkembangan anak, seperti konflik-konflik yang dibangun dan tokoh-tokoh yang ditampilkan, seorang anak akan berimajinatif dalam cerita tersebut selanjutnya proses diskusi antara ibu dan anak perlu dilakukan atas cerita yang didongengkan.

Dulu, mendongeng menjadi budaya di kalangan orangtua terutama ibu. Sudah lumrah bagi orangtua untuk memdiskripsikan cerita Si Kancil, atau Timun Mas sebelum anaknya tidur. Walaupun cerita dalam dongeng tersebut fiktif, namun kesan yang ditimbulkannya bisa menciptakan daya fantasi anak.Hal semacam ini suatu yang menyenangkan bagi anak . Dongengmengambarkan suatu pengembaraan anak sehingga daya fantasi dan daya kreatif anak ikut mengembara sesuai dengan proses cerita dalam dongeng tersebut. Pada kesempatan inilah sosialisasi nila kebaikan dapat  ditanamkan kepada anak-anak

Banyak manfaat yang bisa didapat melalui proses mendongeng diantaranya: 1) mendongeng mengajak untuk berekspresi,  mendongeng tidak hanya bercerita tapi juga mengerakan suara, gerak tubuh, maupun alat peraga lainnya. 2) mendongeng menstimulus daya pikir dan imajinasi, meningkatan kemampuan berbicara, serta ada fungsi sosialisasi yang efektif dalam menghargai orang lain sehingga menumbuhkan jiwa sportif. 3) Dongeng sebagai media menghibur hati yang lara sehingga membangun suatu emosional yang tinggi antara ibu dan anak4) Dalam proses mendongeng terjadi interaksi antara ibu dan anak, ini memengaruhi pembentukan kepribadian anak 5)  Mendongeng merupakan media terapi bagi ibu yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus 6) Dongeng melalui temanya memberikan  semangat hidup, pantang menyerah dan tidak putus asa. 7) Mendongeng tidak sebatas menanamkan nilai kebaikan kehidupan sehari-hari namun nilai hubungan dengan yang Maha kuasa juga tertanamkan.

Beranjak dari banyaknya manfaat mendongeng bagi  proses sosialisasi dan pendidikan anak untuk berbuat kebaikan dan beramal shaleh, maka suatu tuntutan terhadap orangtua terutama ibu  untuk menjadikan dongeng sebagai media pendidikan yang menyenangkan, dan menarik. Tentu dalam hal ini proses mendongeng ini didasarkan pada karakteristik anak, tema yang sesuai dengan kebutuhan  dan  waktu anak serta mengunakan alat permainan edukatif.

Adapun jenis-jenis dongeng yang sesuai dengan perkembangan anak, diantaranya: 1) Dongeng tradisional yaitu dongeng yang berkaitan dengan cerita rakyat 2). Dongeng modern yaitu suatu khayalan kehidupan ke depan.3) Dongeng pendidikan yaitu dongeng yang didesain untuk memberikan misi pendidikan kepada anak.4) Dongeng sejarah yaitu Dongeng yang menceritakan sejarah kehidupan manusia dan perjuangan kemerdekaan serta jiwa kepahlawanan. 5) Fabel yaitu cerita binatang yang suasana kehidupannya 6) Dongeng  terapi, dongeng  yang diperuntukan bagi anak yang mengalami bencana. Dalam hal ini penentuan tema dan isi dongeng, ibu perlu selektif, hendaknya  dongeng yang visi dan misi yang cocok dengan ciri khas, kharakteristik dan kebutuhan anak agar pesan kebaikan yang tertanamkan.

Dalam  melakukan tekhnik mendongeng ada beberapa teknik yang bisa dilakukan di antaranya membacakan langsung dari buku dongeng, mendongeng dengan mengunakan ilustrasi ibu tersendiri, mendongeng dengan bantuan gambar, mendongeng dengan menggunakan media boneka, bisa boneka tangan dan boneka utuh bahkan dengan jari-jari tangan, mendongeng sekaligus mengambar di papan tulis, mendongeng dengan melakukan proses  bermain drama (macro play). Alternatif lain mendongeng supaya tidak membosankan adalah mendongeng melalui bermain. 

Akhir kata, jadikanlah mendongeng sebagai media komunikasi untuk menghibur, menanamkan nilai agama dan moral, mengenalkan kasih sayang, menceritakan kisah masa lalu yang bermakna dan sebagai alat kontrol anak dalam kehidupan bermasyarakat dengan metode yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak. 


*)Wirdanengsih , Dosen Fakultas Ilmu sosial Universitas Negeri Padang / Pegiat Parenting. Aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan dunia anak. menulis buku tentang anak-anak dan masalah sosial lainnya, menjadi pelatih dalam  program “Parenting Style”. Serta membina beberapa sekolah pendidikan anak usia dini, lembaga PAUD Griya Istiglal Bogor, Rumah Pintar Rasyidah di kota Padang.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...