Skip to main content

Tidak Percaya diri Menulis, Bagaimana Menghadapinya?


Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mau bertanya kepada FAM Indonesia:

 Sejak membaca puisi-puisi indah di koran, saya bukannya semakin semangat malah semakin ‘nge-down’. Saya malu, kalau diterbitkan hasilnya jelek dan tidak memuaskan.

Bagaimana cara mengatasi ketidakpercayaan diri saya terhadap karya saya? Saya sudah coba menempel motivasi berbunyi, “Keberanian sejati adalah keberanian melangkah maju ketika hasilnya belum pasti” (Michael E. Angier). Tapi tetap saja saya takut karya saya jelek. Terlebih dengan puisi. Saya tidak mempercayai karya saya sendiri. Bagi saya ini kekacauan. Mungkin ini dirasakan juga bagi sebagian orang. Hanya saja, saya belum menemukan jalan keluarnya. Mohon pencerahannya.
AF
Lampung

Jawaban dari FAM:

Waalaikumussalam Wr. Wb.

AF yang baik. FAM sangat senang menerima pertanyaan dari kamu. Semoga tetap semangat berkarya, tidak kenal lelah apalagi menyerah ya. 

Berikut ini  tanggapan dari FAM Indonesia atas pertanyaamu itu, dan semoga memberikan sedikit solusi.

Jangankan semangat, iman manusia saja kadang naik kadang pula turun. Nah, apalagi semangat, kan? Itu biasa kok. Lumrah dihadapi penulis-penulis pemula. Bahkan itu juga dihinggapi beberapa penulis senior. Intinya, terus saja menulis, hasilkan karya terbaik. Puisi-puisi di koran yang kamu baca itu, pelajari sebaik mungkin, bagaimana si penyair menulisnya, lalu cobalah mempraktikkannya. Tugas seorang penulis adalah menulis, tugas media massa (suratkabar/majalah) adalah menerbitkannya. Jadi, jangan pernah malu bila tulisan kita jelek. Jelek tidaknya itu sangat relatif sekali, tergantung dari sudut mana menilainya dan siapa yang memberikan penilaian. Nah, jadi nanti yang akan menjadi hakim karya kita adalah pembaca. Biarkan pembaca yang menilai bagus-tidaknya, karena itu hak mereka. Bila dikatakan bagus, jangan cepat puas. Bila dikatakan tidak bagus jangan patah semangat, lakukan revisi dikemudian hari dan ciptakan lagi karya yang lebih baik dari hari ini.

Bagaimana cara mengatasi ketidakpercayaan diri? Gampang sekali, cari lawan katanya: tidak percaya diri lawannya harus percaya diri. Ya, ini serius. Kamu harus percaya diri dan bersungguh-sungguh berkarya. Teruslah menulis, terus dan terus. Penulis-penulis hebat hari ini, dulunya, di awal-awal mereka menulis, juga sama seperti yang kamu alami. Tetapi mereka tidak pernah menyerah berkarya. Mereka jatuh bangun, bahkan tak sedikit yang di penjara karena karya-karyanya yang mengguncang dunia. Begitulah seorang penulis, dia optimis bisa melahirkan karya terbaik. Jadi, kamu harus menjadi pembaca pertama untuk karyamu. Kamu harus yakin bahwa kamu bisa menulis tulisan yang baik, sebab kalau tidak begitu bagaimana nanti pembaca buku kamu tahu bahwa bukumu itu sebuah buku yang bagus? Penulisnya saja tidak percaya diri dengan karyanya, bagaimana pembaca bukunya tertarik? Jadi, optimislah. Jangan lihat hasilnya. Jalani saja proses. Sebab, hasil itu buah dari proses.

Demikian jawaban dari FAM. Semoga bisa jadi solusi. Salam sukses untuk Anda!

TIM KONSULTASI FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...