Skip to main content

Bagaimana Mengawali Menulis Cerpen?


Assalamualikum FAM, saya ingin bertanya kepada Tim FAM Indonesia mengenai Prolog atau cara mengawali sebuah cerpen. Saya sering terkendala memulai sebuah cerpen. Saya bingung harus memulai dari mana. Ketika saya membaca sebuah cerpen, saya tertarik ketika membaca paragraf pertamanya yang membuat saya penasaran untuk melanjutkan membacanya. Namun ketika saya yang memulai menulis, saya malah bingung mau memulainya dari mana. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Wassalam
NY
Payakumbuh

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Saudari NY yang baik, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan ke FAM Indonesia. Berikut jawaban FAM:

Menurut Donatus A. Nugroho dalam bukunya “24 Jam Jagoan Nulis Cerpen” disebutkan, ada beberapa langkah sebelum menulis cerpen. Pertama, penulis harus komitmen. Seorang cerpenis harus memiliki niat yang kuat untuk menjadi cerpenis sukses. Tentu saja komitmen itu memiliki konsekuensi. Harus fokus dan rela meluangkan waktu yang mungkin akan mengurangi kesenangan-kesenangan yang lain.

Kedua, rajinlah membaca cerpen yang terbit di koran atau majalah setiap minggunya. Lupakanlah teori-teori ruwet tentang apa dan bagaimana cara menulis cerpen. Karena dengan rajinnya membaca cerpen karya orang lain yang telah dimuat akan memberikan gambaran apa saja syarat dan langkah membuat cerpen. Intinya, jadilah lebih dahulu menjadi pembaca cerpen yang baik.

Ketiga, tentukan arah. Setelah menjadi pembaca cerpen yang baik, tentunya memiliki kecenderungan terhadap salah satu jenis cerpen, karena banyak pilihan mengenai cerpen. Ada cerpen romantis, cerpen komedi, cerpen misteri dan cerpen fiksi ilimiah. Semua bebas untuk dipilih. Jika telah memiliki ‘kontak batin’ dengan salah satu jenis, cobalah untuk jujur dan serius menekuni jenis cerpen yang menjadi pilihan.

Nah, bagaimana cara menulis kalimat pembuka cerpen yang baik dan menarik? Menurut FAM Indonesia, bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya: mulai dengan kejutan. Sebagai contoh misalnya begini:

Lelaki itu berlari tak tentu arah. Mukanya memerah. Sesekali dia berteriak, “panas... panaaaas...!” Tangannya mengepal menahan rasa sakit yang sangat. Tapi tak seorang pun berani menolong, semua minggir dan membiarkan lelaki itu berlari menjauh. Ada api membara di kepalanya. Anehnya, api itu tetap hidup di kepala lelaki itu, padahal rambutnya sudah habis terbakar.

            Dia berlari ke pancuran. Orang-orang berlarian menjauh dengan wajah ketakutan. Kepala yang penuh api itu disodorkan ke bawah air yang mengucur dan air pun menyiram kepala penuh api itu. Api padam. Wajah lelaki itu tidak tegang lagi. Dia menarik kepalanya dari bawah pancuran. Tapi apa yang terjadi? Api itu kembali menyala di atas kepalanya. Lelaki itu pun berteriak lebih keras lagi, “tolong aku... tolong, panaaaas...!”

            Tak seorang pun yang datang menghampiri. Semua orang hanya mengintip dari kejauhan dengan perasaan takut. Mereka melihat keanehan api yang menyala di kepala lelaki itu.


Kalimat pembuka cerpen seperti contoh di atas akan menjadi perhatian pembaca yang ingin tahu apa gerangan yang terjadi selanjutnya. Penulis bisa saja mengalihkan ceritanya kepada hal-hal lain terlebih dahulu, untuk memancing rasa penasaran, sebelum akhirnya menyimpulkan maksud dari isi cerita.

Jadi, intinya, menulis kalimat pembuka cerpen yang menarik adalah bagaimana seorang pengarang mampu mengolah imajinasinya agar tidak menulis to the point pada pokok masalah. Pancinglah pembaca dengan sesuatu yang unik, membuat penasaran, heboh, mengejutkan, humoris, dan lain sebagainya. Dengan demikian, sesederhana apapun tema cerpen yang kita tulis akan menjadi menarik dan bernilai.

Selamat berkarya. Semoga kesuksesan menyertai Anda!

TIM KONSULTASI FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...