Skip to main content

Pameran Lukisan Ampas Kopi dan Orasi Budaya, Warnai Hari Pahlawan


Kediri, FAMNEWS - Hari pahlawan yang selalu diperingati setiap tahunnya pada 10 November, memang kerap memunculkan hal-hal baru yang unik. Salah satunya gelaran Pameran Lukisan Cekakik (Ampas Kopi) yang diselenggarakan oleh Galeri Lukisan Cekakik Indonesia, yang sukses menggandeng Gus Dur Art Lover dan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, di Dusun Sumbergayam, Kepung, Kediri, Jumat (10/11/2017).

Pendiri galeri Lukisan Cekakik Indonesia, Nur Habib, Spd, M.pd, kepada TIM FAM mengatakan bahwa kegiatan ini memang sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Hal ini sebagai upaya pengenalan terhadap pameran di galeri tersebut. Pada sambutannya yang sekaligus membuka acara, Nur Habib mengaku bangga atas gelaran pameran yang diselenggarakan oleh pihaknya itu selalu berhasil merebut hati media, termasuk televisi lokal dan nasional yang berkesempatan langsung memublikasikan acara.



Untuk diketahui, Lukisan Cekakik sendiri adalah lukisan yang bahan dasarnya terbuat dari ampas kopi. Nur Habib memerlihatkan beberapa karya lukis dari ampas kopi itu yang dipajang di depan dan di dalam rumah galeri. "Lukisan ini juga merupakan karya siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif Kepung, Kediri dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sekolahnya" ujar pria yang telah banyak menggelar pameran dan diundang ke berbagai acara seni lukis hingga ke Swiss itu, Jumat (10/11/2017).



Beberapa karya, lanjut dia, diantaranya ialah lukisan Gus Dur, lukisan Dewi Kilisuci, tokoh-tokoh Nahdatul Ulama, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk harga lukisan sendiri, masih dikatakan peraih berbagai penghargaan ini, memang beragam. "Harga mulai 1, 5 juta hingga 8 juta" imbuhnya.



Pameran juga dimeriahkan dengan kegiatan Orasi Budaya yang ditampilkan secara apik, oleh Aliya Nurlela dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, yang saat itu hadir bersama tiga orang tim-nya. "Orasi budaya dalam rangka peringatan hari pahlawan ini sekaligus sebagai bentuk mengenalkan kegiatan literasi. Berkarya adalah dalam rangka mensyukuri potensi yang diberikan Sang Pencipta, dan berkarya juga bagian dari ibadah," tutur Sekjen FAM Indonesia itu dengan tegas.

Selain itu, ditampilkan pula pembacaan puisi oleh 3 perwakilan dari Komunitas Gus Dur Art Lover yang dilengkapi oleh salah satu pegawai BTPN. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB itu turut dihadiri oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah Ma'arif Kepung-Kediri, komunitas Seni Lukis dan komunitas-komunitas lainnya, serta tak ketinggalan mahasiswa Unhas Jombang, Jawa Timur. [TIM FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...