Skip to main content

Khusus Pemula: Tips Jitu Menyelesaikan 2 Novel dalam 2 Bulan


By: Rizki Amalia Oktisah

Menulis dua novel dalam dua bulan? Memangnya bisa? Ah, mustahil! Satu novel saja belum tentu selesai dan keteteran. Sekarang, mau dua novel? Dalam dua bulan pula. Ditegaskan lagi, ya. Dua bulan alias 60 hari. Mana bisa!

Eits. Jangan pesimis dulu. Jawabannya tentu bisa! Saya sudah mempraktekkannya sendiri, dan ternyata saya bisa menyelesaikan dua naskah novel saya dalam jangka waktu yang berdekatan.

Memang. Untuk pemula, menulis dan menyelesaikan novel dalam waktu yang singkat agak mustahil. Banyak alasan ini-itu yang membuat naskah novel terbengkalai. Seperti, susah membagi waktu, ide hilang di tengah jalan, berniat selingkuh naskah karena ujug-ujug mendapat ide baru, malas, bosan, atau lebih parahnya, mager alias malas gerakin jari untuk mulai menulis. Yang akhirnya menyebabkan naskah novel kita nggak kelar-kelar sampai bertahun-tahun.

Jujur, saya baru mulai kembali menulis tahun ini, setelah 3 tahun sempat vacum dari dunia tulis-menulis. Alasanya cuma satu, saya malas memulainya kembali dari nol saking sudah keasyikan meninggalkan dunia literasi. Tapi, sayang kalau skill menulisnya nggak dikembangkan. Awal menulis memang kaku. Rasanya, gaya tulisan kita hilang. Sempat terbesit dalam hati, mungkin saja saya nggak punya bakat dalam  menulis. Tapi, seiring berjalannya waktu dan niat hati yang kuat untuk kembali menulis, akhirnya saya memilih untuk mencoba kembali menulis.

Dimulai dari mengikuti lomba di event penerbit indie sampai ke penerbit mayor, saya ikuti. Mulai dari puisi, cerpen, novel, opini, artikel, dan sebagainya saya coba. Saya nekat mengirimkannya ke media, nggak peduli jika naskah saya nantinya akan ditolak. Yang penting, saya sudah mencoba dan berikhtiar tanpa putus asa.

Alhamdulillah, setelah mencoba beberapa event dan ternyata naskah saya lolos, saya mulai semakin bersemangat untuk terus mencoba sambil memperbaiki kesalahan dan kekurangan dari naskah saya. Sebenarnya, saya lebih senang menulis novel fiksi dibanding menulis tulisan yang lain. Tapi, untuk menghindari kejenuhan dalam menulis novel, saya lebih suka nekat mencoba menulis hal yang baru. Biar pengalaman menulis pun jadi lebih banyak.

Alhamdulillah juga, tahun ini saya sudah bisa menyelesaikan 2 naskah novel. Salah satunya saya terbitkan di indie, dan satunya lagi saya mencoba perjuangkan untuk bisa terbit di mayor. Sekarang, saya juga tengah menggarap satu novel tantangan dari salah satu penerbit indie dengan deadline waktu tiga minggu. Insya Allah, saya bisa menyelesaikannya dengan berbekal tips yang sudah pernah saya lakukan seperti di bawah ini. Nah, apa aja sih tips jitunya? Yuk, kita simak.

1.      Niat dan keyakinan yang kuat untuk bisa menyelesaikan 2 novel dalam 2 bulan

Tips yang pertama ini manjur banget. Pasalnya, sugesti yang kita tanamkan dalam otak itu berpengaruh sangat besar dalam kinerja kita saat menulis. Harus optimis, bahwa kamu bisa menyelesaikan naskah pertama di 30 hari pertama, dan naskah kedua di 30 hari kedua. Dijamin deh. Kalau kamu sudah memiliki keyakinan yang kuat, target kamu untuk menyelesaikan novel pasti akan tercapai. Jangankan 2 novel dalam 2 bulan, bahkan, setiap bulan produktif menulis novel pun bisa. Asalkan niat.

2.      Bikin outline alias kerangka novel

Tips kedua ini ampuh banget nih, guys. Usahakan sebelum menulis draft novel, dianjurkan banget untuk menulis kerangka. Ibarat kata, garis besar dari novel yang akan kamu tulis. Ini juga berfungsi untuk menghindari yang namanya, kehilangan ide di tengah jalan atau bahasa kerennya, writer block.

Untuk format menulis outline itu sendiri dibebaskan. Terserah penulis. Mau detail sampai per bab-nya ditulis alurnya bagaimana. Atau bisa juga hanya point utama per bab dari novel yang akan kamu tulis. Pokoknya, outline bisa menjadi panduan kamu dalam menulis. Biar nggak belok-belok dan keluar dari tema.

3.      Konsisten menulis setiap hari dan targetkan sehari menulis harus beberapa lembar

Tips ketiga juga ampuh banget nih. Ada baiknya kamu harus selalu konsisten menulis setiap hari. Luangkan waktu untuk menulis. Saya biasanya mulai menulis dari pukul 11 malam sampai pukul 2-3 dini hari. Karena saya juga bisa lebih fokus pada malam hari (iya sih, jadinya sering begadang. Tapi, segala sesuatunya memang selalu ada yang harus dikorbankan. Dalam kasus saya, waktu tidur). Dan saya selalu menargetkan untuk menyelesaikan sehari satu bab. Berkisar 5-7 halaman satu harinya. Kamu juga bisa menargetkan berapa halaman yang kamu inginkan untuk naskah novel kamu. Misalkan, target novel kamu 100 halaman. Usahakan, kamu bisa menyelesaikan sehari 5 halaman tulisan. Jika kamu konsisten dalam menulis, dalam 20 hari kamu sudah bisa menyelesaikan naskah novel kamu.

Saat kamu menulis, jangan pikirkan typo yang bertebaran  dan kalimat yang belum sreg di hati. Tetap lanjutkan saja tulisanmu sampai akhir. Tuangkan semua apa yang ada dipikiranmu ke dalam tulisan. Urusan typo dan segala macamnya, bisa kamu lakukan di saat kamu melakukan self editing.

4.      Memberi reward untuk diri sendiri

Bukan nggak mungkin kamu bakalan jenuh sama aktivitas menulis novelmu yang beratus halaman itu. Untuk menghindari kejenuhan, kamu bisa melakukan pembelokan tulisan dengan refreshing ke genre yang berbeda. Kalau kamu suka berpuisi, kamu bisa ikutan lomba puisi. Kalau kamu lebih suka menulis cerpen, ikut saja lomba cerpen. Zaman sekarang sudah bertebaran penerbit yang mengadakan event kepenulisan. Tinggal kitanya saja yang pandai-pandai menyaring, mana penerbit yang berpotensi  abal-abal dan yang profesional. Jika nantinya naskah puisi atau cerpenmu terpilih dan mendapatkan penghargaan, otomatis semangatmu untuk menyelesaikan novel akan bergemuruh seperti saat awal kamu baru memulainya.

Selain itu, sering-sering memberikan reward untuk diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan tulisan. Contohnya saya. Jika saya berhasil menyelesaikan satu bab, biasanya saya memberikan penghargaan pada diri saya sendiri dengan melakukan sesuatu yang paling saya senangi di kala waktu senggang. Yaitu, menonton satu episode film. Hanya satu. Selebihnya, untuk stok bab-bab selanjutnya. Hehe. Dengan begitu, kamu jadi lebih semangat untuk menyelesaikan naskahmu.

5.      Self editing

Setelah kamu berhasil menyelesaikan naskah novelmu dalam kurun waktu yang sudah ditargetkan, kamu bisa memberikan jeda waktu untuk melakukan self editing.
Bila target naskahmu 100 halaman dan benar-benar selesai di hari ke-20, kamu bisa mengendapkan naskahmu dulu selama beberapa hari. Ini berfungsi untuk mengembalikan pikiranmu agar lebih bisa berpikir segar dan lebih jernih. Jangan lama-lama. Cukup 3-4 hari, kamu baru melakukan self editing alias mengedit naskahmu. Bisa untuk menyunting beberapa scene yang tidak perlu, bisa juga untuk mengedit typo yang bertebaran dari bab awal sampai akhir. Baru deh kamu kirimkan ke penerbit. Selanjutnya, kamu baru boleh menyelesaikan naskah kedua di bulan berikutnya. Intinya, kamu harus fokus pada naskah pertama dulu. Jangan selingkuh naskah!



*)Rizki Amalia Oktisah, biasa dikenal dengan nama pena Authorizki. Seorang penikmat sepi dan rindu. Lahir di Kota Cirebon generasi 95 pada hari ke sembilan di bulan Juli. Berprofesi sebagai bidan yang kini berdomisili di pulau Karimun, Kepri. Hobi merangkai diksi dan aksara sejak SMA. Salah satu karya puisinya pernah menjadi juara ketiga di event memperingati hari aksara sedunia dan salah satu tulisan opininya pernah masuk menjadi 10 terbaik dalam event Satu Jiwa Duta Damai. Mari berteman dengannya di IG: @authorizki. Email: oktisah@gmail.com. Hubungi ia di 085795769489.

Sumber foto:honeythatsok.files.wordpress.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...