Skip to main content

Inspirasi Kosong dan Semangat Menulis Menurun? Yuk, Buang Kebiasaan Lama


By: Latifah Hanum

Sebuah tulisan dikatakan baik, jika sering berhadapan dengan kegagalan. Proses menulis tidak bisa dikatakan hal yang mudah karena tahapannya juga begitu rumit dan pastinya harus penuh dengan kesabaran. Terkadang, ketika ingin menulis inspirasi hilang dan melayang entah ke mana dan akhirnya membuat diri menjadi malas untuk menulis. Padahal jika kita ingin menjadi seorang penulis yang hebat, maka harus mampu melawan rasa malas itu.

Adapun penyebab rasa malas muncul saat menulis :

1.      Kekosongan inspirasi. Timbul karena kurang peduli terhadap lingkungan. Padahal dalam lingkungan banyak sekali ide yang dapat dikembangkan dan dijadikan bahan untuk menulis.

2.      Ketika inspirasi muncul tetapi menunda-nunda untuk menulis. Akhirnya ketika ingin menulis, inspirasi sudah tidak ditemukan lagi alias raib begitu saja.

3.      Tidak bisa manage waktu antara menulis dengan pekerjaan ataupun kesibukan sehari-hari. Sehingga banyak tulisan yang menggantung alias tertinggal di laptop ataupun Hp dan mood menulis pun sudah tidak ada lagi karena banyaknya tulisan yang tidak tuntas.

4.      Sering mendapat apresiasi yang kurang menyenangkan, baik dari teman ataupun keluarga. Sehingga secara berangsur-angsur semangat untuk menulis mulai meredup dan bahkan hilang tak berbekas.

5.      Sering mendapat kegagalan dalam menulis. Saat ikut lomba, karya tidak lolos dan menjadi tidak optimis lagi terhadap karya yang berikutnya.

Faktor-faktor di atas merupakan penyebab yang sering dialami oleh kebanyakan para pemula menulis. Jadi, jika ingin berhasil dalam dunia kepenulisan harus membuang jauh hal tersebut. Kiat yang dapat diterapkan untuk mengumpulkan semangat dan inspirasi menulis :

1.      Perbanyak membaca buku karya-karya hebat dan seringlah menonton. Hal ini sangat penting untuk mengembangkan sifat kreatif dan inovasi.

2.      Sediakan selembar buku kecil yang bisa dibawa ke mana-mana. Dengan begitu, ketika mendapat inspirasi baru jangan ditunda lagi untuk menulisnya. Langsung tulis di buku kecilmu sebagai cacatan inspirasi awal dan nanti ketika sudah berada ditempat yang nyaman atau di rumah bisa langsung dikembangkan lagi.

3.      Atur waktumu. Jangan sering meninggalkan tulisan yang setengah matang alias tidak tuntas. Bayangkan saja jika itu makanan, pasti tidak enak saat dimakan dan bahkan pasti tidak mau untuk mencicipinya lagi. Begitu juga dengan tulisan, ketika banyak yang tertinggal di laptop pasti sudah bosan untuk menyelesaikannya dan mungkin tidak ingin lagi untuk menuliskannya sampai selesai.

4.      Jangan terlalu menggubris saat ada apresiasi yang kurang menyenangkan. Wajar saja dan itu hak mereka. Ketika kita sudah menulis akan ada banyak yang memberi opini, ada yang membangun dan ada juga menjatuhkan. Jangan larut dalam opini yang menurunkan semangatmu. Ingat “Suatu keberhasilan dimulai dari kegagalan”. Anggap apresiasi yang kurang baik itu sebagai kegagalan awal yang akhirnya mendatangkan kesuksesan.

5.      Sering mengikuti lomba dan jangan takut ataupun bersedih saat karya masih belum diterima.  Hal yang harus dilakukan adalah revisi lagi tulisanmu. Mungkin masih banyak kekurangan yang terlupakan.

Kiat-kiat tersebut patut dicoba dan sangat cocok bagi para pemula dalam menulis. Pasti nanti akan ada banyak inspirasi di buku kecilmu. Hehe, tinggal tulis dan kembangkan lagi inspirasi itu ketika ada waktu luang.  Selamat mencoba para pemula, tetap semangat ya.

Menulis membutuhkan kesabaran. Menulis berawal dari kegagalan. Terus menulis dan jangan berhenti menulis. Pasti lama-lama tulisanmu akan menjadi sebuah karya yang begitu besar.

Latifah Hanum. Anak bungsu dari dari empat bersaudara. Tinggal di kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Penulis sedang menempuh pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe dan duduk di semester tiga. Penulis seorang pemula dalam literasi. Penulis dapat dihubungi melalui Fb dengan akun Arra Latifa Hanum dan instagram @arra_latifahanum.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...