Skip to main content

PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; DHIYA RAINY


Dhiya Rainy, adalah nama pena dari gadis penyuka hujan ini. Lahir di sebuah desa terpencil dalam lingkup kabupaten Padang Pariaman pada tanggal 14 September 1996 dengan nama lahir Mardianis. Jauh sekali ya , dengan nama penanya. Yang  penting ada kata “dia” sebagai nama panggilannya dari kecil.

Penulis yang memutuskan merantau ke Jakarta pada akhir 2015 setelah menamatkan SMA-nya ini sama sekali tidak menyangka bisa terjun kedalam dunia tulis-menulis. Bahkan dari kecil ia tak pernah menyangka hobinya membaca novel, menulis puisi untuk tugas sekolah menjadi suatu hal yang ia banggakan sekarang.

Di Ibu Kota inilah, ia mulai berani mempublikasikan tulisannya pada dunia, berani mengekspresikan apa yang dirasanya dalam bentuk tulisan. Selama sekolah bakat itu hanya dipendamnya, dengan alasan malu dan minder pada teman-temannya, nyatanya teman-teman yang membuatnya minder itu tak ada satu pun yang terjun ke dalam dunia literasi.

Sekarang keberanian itu telah terkumpul, menjadikannya gadis pemimpi yang suatu hari namanya berbaris bersama penulis ternama Indonesia. Setidaknya orang-orang mengenalnya sebagai penulis. Meskipun belum terlalu lama terjebak dalam dunia literasi, Alhamdulillah berbagai karya telah dihasilkannya, dua buku tunggal yang diterbitkan secara indie (kumpulan puisi “Hujan Merangkai Rindu (2017) dan novel “Gadis Kecil Patah Hati (2018). Serta berbagai antologi puisi dan cerpen dari berbagai penerbit indie tentunya. Termasuk menjadi penulis terpilih dalam event FAM Indonesia salah satunya dalam buku “ Lewat Angin Kukirimkan Segenggam Doa Buat Abahku, Nyanyian Tahun Yang Tak Kulagukan Rindu”. Berbagai piagam penghargaan dari penerbit indie telah diraihnya, paling banyak mungkin dari FAM Publishing meskipun juara belum pernah diraihnya, setidaknya penghargaan itu menjadi motivasinya untuk terus berkarya.

Meskipun pekerjaan utamanya bukan sebagai penulis namun dalam waktu 24 jam itu selalu disisihkannya untuk menulis. Pagi sampai sore waktunya tersita untuk pekerjaan sebagai karyawan di toko obat, malam harinya dia bagi untuk menulis, membaca novel tak lupa istirahat. Terkadang 30 menit di pagi harinya disisihkan untuk melanjutkan novel yang lagi dikerjakannya.

Impian gadis ini tidaklah sulit, tapi mewujudkannya butuh kekuatan ekstra. Dia berharap suatu hari nanti orang-orang yang memandangnya sebelah mata, menghina bahkan mencemooh tentang hidupnya akan tersenyum bahagia melihat keberhasilannya. Menjadi anak kebanggaan orang tua dan keluarga, namanya bukan lagi dianggap receh. Semoga suatu hari bisa terwujud. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...