Skip to main content

Menanam Benih Ilmu



Ada banyak tumbuhan liar, ia tak ditanam oleh siapapun, tapi ia tetap tumbuh. Namun, ia tumbuh di manapun, tak tersusun, berserakan, kadang di injak-injak oleh pejalan yang melewatinya, kadang juga ditebang. Tak semua tanaman liar itu tidak berguna. Mereka ada yang punya manfaat sebagai obat, hiasan, dan sebagainya. Di sanalah pentingnya perencanaan. 

Semua tanaman itu akan indah, jika ia disusun sesuai jenisnya,  untuk tanaman hias. Lalu disusun sesuai manfaatnya untuk tanaman obat. Maka ia akan berada di tempat yang tepat, juga berguna bila diperlukan. 

Lalu, kita akan membicarakan tanaman teruskah?  Tentu tidak. Tanaman di atas hanyalah contoh yang dibuat agar kita bisa ambil hikmahnya. Banyak di antara kita tentunya. Bercita-cita ingin jadi penulis besar. Tapi banyak pula yang hanya sekadar keinginan semata. Banyak juga yang sudah mencoba menulis, lalu putus asa di tengah jalan. 

Banyak faktor memang yang menyebabkan para pemimpi gugur sebelum berkembang. Penyebabnya adalah gampang menyerah saat merasa tulisannya tidak bagus seperti tulisan bintang panutannya. Tulisannya terasa seperti tanaman liar, berserakan, tidak terarah dan tak enak dibaca. Lho! Sama halnya dengan tanaman di atas. Jika kita tidak susun ide, gagasan, serta tidak menanam ilmu kepenulisan secara rutin. Bagaimana tulisan kita akan bagus  Sobat. Semua harus dirapikan, dan harus betah bertahan. 

Toh, penulis beken itu, dulunya juga mengalami hal yang sama. Saat tulisannya belum bagus, ia tambah ilmu dengan membaca, menonton, dll. Saat tulisannya masih berantakan, ia terus menulis, kemudian membaca ulang, dan memperbaikinya. Belajar terus, dan mencoba terus menulis. Hingga saatnya tiba, tulisannya bagus, matang, rapi dan laku di pasaran. Jadilah bestseller, dan kita menikmatinya. 

Lalu, kita yang baru baca buku sekali seminggu, menulis juga malas-malasan. Sekalinya nulis, langsung patah arang saat membaca tulisan yang baru kita tulis itu tak enak dibaca. Langsung ingin berhenti menulis karena tidak bisa-bisa. Hallo, Sahabat! Ini bukan negeri dongeng, yang sim salabim jadi. Jadi, pakailah ilmu tanaman di atas. 

Kunci ingin menjadi penulis itu ya, harus tahan banting. Selalu menulis. Bahkan setiap hari harus menulis, bukan sesekali kapan kamu ingin saja. Jadi, saat tulisanmu masih belum bagus, lanjutkan terus menulis. Seperti kata-kata Barbara “Menulis merangsang pemikiran, jadi saat Anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis.”

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...