Skip to main content

Senang Berbagi Berkat Menulis


Sahabat penulis... Benarkah menulis sangat menghibur? Terkadang kita sesama manusia ingin bahagia dan ingin membahagiakan. 

Membahagiakan diri sendiri dan orang lain, tidak melulu dengan materi. Seseorang mungkin terlihat kurang percaya diri dengan berbagi sesuatu yang berasal dari karyanya sendiri. Membahagiakan orang lain terkesan identik dengan membelikan sesuatu. Padahal tidak demikian. 

Banyak sekali orang yang dibahagiakan hanya dari sebuah tulisan. Mereka bisa tersenyum dengan membaca. Mereka bisa tersenyum dengan menyendiri. Bagaimana bisa bahagia tanpa ada orang lain? Jawabannya, yaa dengan tulisan. 😊

Tulisan yang membahagiakan, contohnya seperti menanyakan kabar, melalui surat konvensional maupun surat elektronik. Hal itu akan sangat menyentuh relung hati, bagi orang yang benar-benar rindu akan  sebuah perhatian dari orang lain. Apalagi dari orang yang dikasihinya. 

Contoh lainnya, seseorang akan merasa bahagia dengan diberikannya lembaran yang berisi cerita atau kisah memori kebahagiaan bersamanya, yang dahulu pernah terjadi.

Ternyata menulis menjadi salah satu pilihan, untuk memberikan kebahagiaan kepada orang yang kita cintai. Juga sebagai hadiah kepada teman jauh kita dan sahabat lama kita. Menulis seperti panggilan kenangan membahagiakan, yang dapat menumbuhkan memori yang dulu pernah bahagia.

Beberapa orang yang sering mendapatkan surat, ataupun perhatian melalui bertanya kabar, secara surat virtual maupun pesan singkat tertulis. Mereka lebih bahagia dan bersemangat menjalani kehidupannya, dibandingkan dengan orang-orang yang kurang mendapatkan perhatian. Menulis dapat mengubah isi hati bahkan mengubah dunia. 

Menulis juga dapat merubah cara pandang seseorang dari tidak suka menjadi suka. Bahkan perdamaian dunia pun pernah berasal dari pesan agung yang tertulis tersebar. Misalnya pesan yang tertulis melalui kitab suci, untuk mewujudkan kehidupan yang bahagia dan teratur.

Apalagi dengan adanya media sosial, setiap tulisan yang membahagiakan orang lain akan memberikan respon yang positif bagi orang lain. Tentu saja hal ini dapat meningkatkan semangat bagi penulisnya. Sehingga dapat menambah semangat untuk berbagi kembali di lain kesempatan. Karena kebahagiaan orang lain merupakan bahan bakar untuk semangat berbagi. Merespon sebuah perhatian dengan perhatian juga, sekalipun berupa tulisan. Senang berbagi, berkat menulis yang membahagiakan orang lain. Maka istilah ‘bahagia karena berbagi’ sangat mendukung kita untuk terus menulis.😊

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...