Skip to main content

Ii Gustiawan: “Keluarga Adalah Motivasi Terbesar”

II GUSTIAWAN
Nama adalah hal yang terindah diberikan oleh orangtua atas kelahiran anaknya, dan nama yang terindah itu diberikan orangtua kepada saya sebagai putrinya. Tepat pada tanggal 13 Agustus 1992, hari Selasa, di Koto Tuo Kabupaten Agam-Bukitinggi, nama Ii Gustiawan dilekatkan kepada saya. Nama kecil saya iie.

Ayah saya bernama Nazwar dan Ibu Endri Suniati. Saya memiliki  nenek satu-satunya yaitu Nenek yang paling kusayangi (Zubaidar). Saya anak kedua dari enam bersaudara. Seorang kakak laki-laki yang begitu menyayangi keluarga, rela melakukan apa pun yang terbaik bagi keluarganya, seorang kakak yang begitu peduli bagi adik-adiknya, dan tulang punggung keluarga bagi kami. Ia adalah pahlawan kehidupan bagi keluarga (Andi Gustiawan), adik-adik yang kusayangi yang mampu menghapus duka menjadi canda dan tawa, si cerdas (Redha Wanti), yang penyayang tetapi keras (Anisa Rahmi), manis tetapi pemarah (Yaya Permata Sari), dan si sulung yang cengeng pahlawan kecil (Fahrul Kurniawan). Mereka semua adalah motivasi terbesar dalam hidupku. Semua aku lakukan demi mereka yang kusayangi.

Setelah berusia enam tahun saya mulai menduduki bangku pendidikan, dimulai dari TK Islam Arraudah pada tahun 1998, dan pada tahun 1999 saya melanjutkan ke SD Negeri 11 Aur Kuning selama enam tahun. Setelah itu saya melanjutkan ke MTs Negeri 2 Bukittinggi, dan ke MA Negeri 2 Bukittinggi (tamat 2011). Tamat MA, pada tahun 2012 saya kuliah di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Bukittinggi yaitu di STIT Ahlussunnah Bukittinggi dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam, dan saya bekerja sebagai Karyawan di sebuah Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah Bukittinggi.

Menulis adalah hobi saya, meskipun saya tidak mengerti dengan tata cara menulis yang baik. Tapi, dengan menulis, saya mampu menuangkan segala isi hati. Sekarang semuanya saya lakukan dengan menulis. Setelah mengenal FAM saya lebih semangat lagi dalam menulis meskipun sering gagal dalam setiap ajang perlombaan. Tapi tidak apa-apa, bagi saya kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, selagi saya tetap berusaha dan tidak menyerah, saya yakin suatu saat nanti saya akan menuai hasil dari usaha saya sendiri, dan salah satu karya tulisan saya dicantumkan di dalam sebuah buku yang berjudul “Rumah Di Tiang Langit” yang diselenggarakan oleh FAM Tulungagung dengan penulis-penulis lainnya dari berbagai kota.

Awalnya saya mengenal FAM pada sebuah acara yang saya hadiri bersama teman kampus saya (Maryam Syarif) yang juga menjadi anggota FAM saat ini. Kami menghadiri acara pengenalan FAM di aula kantor Pos Bukittinggi pada tahun 2013, dan akhirnya kami berdua sepakat untuk bergabung di forum ini, dan lebih mendalami tentang kepenulisan. Melalui FAM saya banyak mengenal hal-hal yang menyangkut tentang tulis-menulis. Terima kasih FAM yang telah hadir di hadapan kami semua dan berbagi ilmu kepenulisannya. Saya berharap FAM semakin jaya dan menjadi lebih baik lagi, dan semua bakat kepenulisan dapat dituangkan di forum ini oleh semua yang mencintai tulis menulis.

Untuk lebih akrab lagi, saya bisa di hubungi melalui nomor ponsel 081993795702, facebook iie Gustiawan, twitter @iie-aura, e-mail ii.gustiawan@yahoo.com. ID FAM1970M Bukittinggi. (*)

Bagaimana cara menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik infonya DI SINI.

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...