![]() |
| PENGUMUMAN PEMENANG PANTUN |
Tentu, dari 163 naskah itu, harus dipilih pantun-pantun terbaik sesuai persyaratan yang diajukan FAM Indonesia. Tim FAM mengakui bahwa sebagian besar pantun tersebut ditulis cukup baik, walau beberapa di antaranya masih kurang memerhatikan tanda baca dan EYD. Terlepas dari itu, setidaknya, peserta telah berani berkompetisi dan berpartisipasi dalam lomba ini.
Maka, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, inilah nama-nama Pemenang Utama (1, 2, 3), dan 7 (tujuh) Pantun Pilihan:
JUARA 1
Abdullah, S.Pd, Siak-Riau
JUARA 2
Yose Rizal Triarto, Yogyakarta
JUARA 3
Uswatun Chasanah, Cilacap
7 (TUJUH) PANTUN PILIHAN:
1. Hermin Pujihantari (Kendari-Sulawesi Tengah)
2. Eko Prasetyo (Sidoarjo)
3. Robyansyah (Sambas-Kalimantan Barat)
4. Deny (Lubuklinggau)
5. Hartati (Bandung)
6. Suci Larassaty (Padang)
7. Fathurrahman (Samarinda)
Selamat kepada para pemenang dan penulis 7 (tujuh) pantun pilihan!
Bagi peserta yang belum beruntung jangan berkecil hati, tetap semangat berkarya, dan ikuti event FAM Indonesia lainnya. Seluruh Peserta menerima Piagam Penghargaan FAM Indonesia.
Khusus bagi Pemenang Utama, FAM Indonesia memberikan hadiah berupa kenang-kenangan sebagai berikut:
Juara 1:
Paket Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” + Novel “Rinai Kabut Singgalang” + Buku Cerpen “Fesbuk” + Piagam Penghargaan
Juara 2:
Paket Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” + Buku Cerpen “Fesbuk” + Piagam Penghargaan
Juara 3:
Paket Buku Cerpen “Fesbuk” + Piagam Penghargaan
Demikian Pengumuman ini disampaikan untuk dimaklumi bersama. Keputusan Tim FAM Indonesia mengikat dan tidak diadakan surat-menyurat.
Salam aktif, salam karya!
FAM INDONESIA
Berikut Pantun Karya Pemenang Utama dan 7 (Tujuh) Pantun Pilihan:
JUARA 1:
Terubuk bermain di akar nipah
Nipah rimbun ditatap sayang
Tatkala sibuk mengumpul rupiah
Janganlah lalai untuk sembahyang
(Abdullah, S.Pd, Siak - Riau)
JUARA 2:
Bunga kenanga di atas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa gunanya sombong takabur
Rusak hati badan pun binasa
(Yose Rizal Triarto, Yogyakarta)
JUARA 3:
Apalah guna memakan labu
Bila pun ubi ada di sini
Apalah guna ilmu beribu
Bila akhlak bagai Sengkuni
(Uswatun Chasanah, Cilacap)
PANTUN PILIHAN 1:
Punuk unta beban tertumpu
Jauh pantai gersang di hadapan
Putus cinta sengsara tentu
Asal jangan hilang harapan
(Hermin Pujihantari, Kendari-Sulawesi Tengah)
PANTUN PILIHAN 2:
Tiada rugi memelihara serama
Makannya belewah satu irisan
Mari berbagi kepada sesama
Dengan berdakwah lewat tulisan
(Eko Prasetyo, Sidoarjo)
PANTUN PILIHAN 3:
Para pengemis berharap nasi
Nasi diharap bertukar aib
Negeri kita negeri demokrasi
Apakah impian atau hanya nasib
(Robyansyah, Sambas-Kalimantan Barat)
PANTUN PILIHAN 4:
Anak lumang pergi ke pasar
Sampai di pasar membeli tali
Hidup di dunia jangan kesasar
Agar tak sesat jalan kembali
(Deny, Lubuklinggau)
PANTUN PILIHAN 5:
Gugur daun jatuh ke parit
Terkena air helainya basah
Bersabarlah hati walau pahit
Kelak tuai hikmah terindah
(Hartati, Bandung)
PANTUN PILIHAN 6:
Masak gulai pakai kemiri
kemiri ditumbuk dengan lada
Mari wanita jagalah diri
Karena kita insan berharga
(Suci Larassaty, Padang)
PANTUN PILIHAN 7:
Buah apel buah manggis
Enak rasanya juga menyehatkan
Budayakan gemar menulis
Sebagai bekal di masa depan
(Fathurrahman, Samarinda)

Comments
Post a Comment