Skip to main content

Namanya Pak Suryadi, Tidak Muda Lagi Tapi Semangatnya Selalu Muda

PAK SURYADI DI ANTARA FAMILI
Pare (FAMNews) – Silaturahim dan Bincang Menulis di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Senin (15/9) lalu diikuti dengan sangat antusias belasan FAMili yang berdomisili di seputaran Pare, Kediri, Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan berbagi kiat menjadi penulis dan bercerita tentang pengalamannya yang pernah malang-melintang di dunia jurnalistik.

Selain Ketum FAM Indonesia, juga hadir Sekjen FAM Aliya Nurlela yang “setia” menyambut berbagai tamu yang datang ke kantor FAM Indonesia, sejak FAM berdiri pada 2 Maret 2012. Kantor FAM sendiri keberadaannya sangat dekat dengan Kampung Inggris Pare.

Di hari itu, selain peserta mendapat motivasi menulis dari Ketum FAM Muhammad Subhan, kantor FAM juga kedatangan tamu istimewa. Namanya Pak Suryadi. Bukan anak muda, tetapi sudah lanjut usia. Umurnya 70-an tahun.

Walau demikian, Pak Suryadi yang datang ke kantor FAM dari Kandangan Kediri dan diantar ojek itu, berjalan payah masuk ke kantor FAM karena ia harus menyangga tubuhnya dengan tongkat.

Kondisi tubuhnya itu tidak menyurutkan minatnya datang ke kantor FAM. Ia tahu FAM Indonesia lewat internet dan tertarik untuk mengenal lebih dekat. Sebulan sebelumnya ia telah datang, bahkan sempat tersesat karena tak tahu jalan katanya. Ini adalah kedatangannya yang kedua.

“Oh, ini Ketum FAM itu. Masih muda ya? Saya kira sudah seusia saya. Nah, kalau sudah kumpul begini, saya tidak menyangka kalau saya sudah tua saja,” ujar Pak Suryadi berkelakar ketika Ketum FAM Muhammad Subhan turut menyambut dirinya di depan pintu, dan menjabat erat tangannya penuh takzim.

Dalam suasana keakraban itu, Pak Suryadi juga banyak bercerita pengalamannya menulis. Dia mengaku sudah menulis sejak muda, tetapi belum fokus seperti sekarang. Baru beberapa tahun lalu ia fokus menulis, dan telah memiliki sejumlah naskah buku.

“Tapi sayang, belum terbit. Beberapa penerbit mayor menolak naskah saya, salah satu alasannya saya ditegur soal EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Duh, teguran itu membuat saya malu sekali,” katanya sembari tertawa.

Wah, Pak Suryadi yang sudah tidak muda lagi, ternyata semangat menulisnya membara layaknya anak muda. Seluruh peserta diskusi yang hadir merasa malu bahwa di tengah mereka terdapat orang tua yang bijaksana, tidak malu mengungkapkan kekurangan dirinya.

“Yang penting, apa pun alasan dan keadaannya, kita harus terus belajar dengan banyak membaca dan menulis,” tambah Pak Suryadi.

Seperti biasa, seusai acara, maupun kepada tamu-tamu yang berkunjung ke FAM Indonesia, di penghujung acara FAM selalu memberikan kenang-kenangan berupa Piagam FAM Indonesia. Di samping itu, beberapa peserta juga mendapat hadiah doorprize berupa buku-buku terbitan FAM Publishing. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...